728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 22 Oktober 2017

    #Warta : Anies dan Korpri DKI: Lalu Lintas Saja Dilanggar Apalagi Anggaran

    Anies sang gaberner rasis kembali berulah. Bukan tentang pribumi, namun tentang kedisiplinan dan pelanggaran. Kedisiplinan bukan hal yang penting. Kekuasaan yang terpenting. Pola pikir unjuk kekuasaan dan kesombongan tanpa batas ini sungguh indah dan layak dinikmati dan dibanggakan sampai tujuh turunan.

    Mentang-mentang berkuasa dan dikawal, Anies dengan pongahnya tetap memaksa turun dengan gaya seorang gaberner petentang-petenteng pamer kekuatan.Patwal dipaksa jalan.

    Pun tujuan acara itu hanya berfoya-foya dengan gaberner baru untuk menghabiskan anggaran hura-hura bersama anggota Korpri. Duit rakyat dihamburkan sebesar Rp 225 juta hanya untuk memenuhi selera kumpul-kumpul kepo pamer. Niat Anies juga jelas merayu anggota Korpri yang biasa bekerja keras dan disiplin di bawah Ahok untuk tidak disiplin. Contoh itu dilakukan secepatnya.

    Sasaran yang dilanggar pun jelas. Puncak. Dengan melanggar aturan di puncak maka mereka bisa dengan enaknya, dengan bahagianya, secara psikologis menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa mereka kini sudah bebas dari cengkeraman disiplin pemerintahan Djarot, Ahok, dan Jokowi.

    Untuk melaksanakan aksinya Anies memberikan contoh sejak pukul 08:30 melaluai ajudan si gubernur rasis menghubungi AKP Hasby Ristama. Sang ajudan yang tidak disiplin itu memberi informasi memaksa di bawah pukul pukul 10.00 memaksa rombongan orang terpenting di dunia sampai akhirat kelak yakni Anies mau turun dari Puncak.

    Jelas AKP Hasby yang terkenal disiplin tinggi dengan catatan mentereng di kepolisian itu menolak. Disampaikan Anies belum bisa turun karena masih ONE WAY. Meskipun disampaikan belum bisa, rombongan itu memaksa tetap turun dengan mobil Anies dan empat mobil lain, selain Patwal.

    Peraturan tentang One Way dan yang boleh melintas melawan arus hanya diperuntukkan bagi kepentingan kemanusiaan, bukan untuk kekuasaan, bukan untuk ketua RT, juga bukan untuk Bupati atau Walikota, juga bukan untuk TNI dan Polri, juga bukan pula untuk Gubernur. Juga bukan untuk seorang menteri, juga bukan untuk seorang presiden sekalipun.

        “"Pertama ibu melahirkan, mobil ambulans, dan mobil membawa jenazah. Ini bahkan dulu ada menteri saya tidak izinkan menembus one way. Saya arahkan ke jalur alternatif, alhamdulillah menteri itu ikut arahan kami," tutur Hasby.

    Namun karen sifat Anies yang ingin pamer kekuasaan sebagai gabener, maka dia dengan entengnya tetap memaksakan turun ke arah Jakarta. Nah, kemacetan luar biasa terjadi. Melihat hal itu, AKP Hasby pun berusaha membantu mencari jalan agar lancar. Namun karena memang jalur dari Puncak ke Bogor masih One Way ke atas, maka kemacetan tak terelakkan.

    Hasby mendapat informasi posisi rombongan Anies Baswedan memerintahkan anak buahnya ikut membantu membuka jalur. Polantas Polres Bogor ikut melakukan pengawalan. Polisi pun pontang-panting mengatur lalu-lintas yang macet total. Namun dasar manusia sombong, pongah, yang sok pamer kekuasaan, dengan entengnya dia tetap memaksakan. Terus merangsek turun di tengah kemacetan.

        "Saya gabungin dengan tim pendorong, biar bisa lancar. Kami masih bantu saat itu," urai dia.

    Pada titik jalur alternatif ke kiri, mobil rombongan Anies berhenti di satu tempat. Hasby segera bergerak menuju ke lokasi dan menyarankan agar rombongan Anies mencari jalur alternatif yang ditunjukkan oleh Polantas.

    Namun lagi-lagi Anies dengan rombongan yang gagah perkasa itu menolak. Ini untuk menunjukkan bahwa Anies orang berkuasa, yang maha kekuasaan dan nircela sempurna dunia akhirat,maka harus jalan turun ke bawah. Macet? Itu urusan kepolisian.

        "Ini masih one way. Ini macetnya parah banget sampai interchange Bogor," tambah dia.

    Namun saat itu rombongan Anies Baswedan memilih untuk tetap maju melawan arus di jalur one way. Karena tetap memaksa ya dilepas saja. AKP Hasby masih berbaik hati kepada rombongan Anies ini yang bukan membawa mayat, bukan ambulans, dan bukan pembawa jenazah.

    Lebih parah lagi, mengikuti gaya-gayaan Anies, rombongan Korpri yang baru saja terbebas dari kedisiplinan Ahok-Djarot ikut gaya preman Anies. AKP Hasby mendapat laporan rombongan Anies dan juga anggota Korpri juga sudah meninggalkan Puncak. Bakalan ruwet. Dan benar.

        "Untuk rombongan lain dari Pemprov DKI kami tahan di Gunung Mas, kami minta bantuan mereka agar meninggalkan lokasi di atas jam 12.00 WIB. Ini macet Puncak parah. Sebelumnya ada yang mencoba melambung, kami tilang 7 mobil Pemprov DKI," tutup dia.

    Nah, itulah betapa Korpri pun ingin bebas dari kungkungan kedisiplinan. Dapat dipastikan ini signal keburukan yang dipertontonkan. Anies dan pegawai negeri Korpri DKI denngan sengaja pamer kekuatan di Puncak. Caranya dengan melanggar jalur One Way.Ini semata mereka lakukan untuk unjuk kekuatan, pamer kekuatan.

    Anies dan anggota Korpri DKI tidak mau menghargai sama sekali pengguna jalan lain. Mereka menganggap diri mereka adalah tuan yang harus dilayani. Mental pegawai negeri di DKI yang selama 5 tahun dibentuk untuk melayani dikembalikan ke arah mental bahwa PNS dilayani oleh warga. Namun di balik itu menunjukkan mental tidak taat aturan dan suka melanggar aturan. Lalu lintas saja mereka langgar, apalagi anggaran. Salam bahagia ala saya.



    Penulis  :   Ninoy N. Karundeng   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Anies dan Korpri DKI: Lalu Lintas Saja Dilanggar Apalagi Anggaran Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top