728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 18 Oktober 2017

    #Warta : AHY Bertandang Ke Mako Brimob Temui Ahok Tanpa Label Pribumi

    Hari pertama Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno berkantor di Balai Kota, di waktu itu jugalah mantan calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, anak dari mantan presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

    Kunjungan itu sontak membuat kaget, karena diadakan di hari pertama Anies Sandi berkantor. Kedua pemimpin kota DKI ini sudah mulai melakukan aktivitas rutinnya, sebagai pembantu rakyat, seperti selayaknya Djarot Saiful Hidayat, pendahulunya. Di tanggal yang bagus, yakni 17 Oktober 2017, Agus Harimurti Yudhoyono pun datang ke Mako Brimob yang terletak di Kelapa Dua Depok, untuk mengunjungi Ahok yang ditahan sebagai terdakwa penista agama.

    Hakim memvonis dua kali lipat lama dari tuntutan jaksa. Suatu vonis yang masih mengganjal saya sampai saat ini. Rakyat Jakarta yang tidak mudah dipuaskan, dibuat puas sekitar nyaris 70 persen di dalam pemerintahan Ahok Djarot. Namun kepuasan rakyat rasanya tidak menjadi pertimbangan para hakim untuk meringankan hukuman yang diterima Ahok. Mungkin saja para hakim pada saat itu sangat tersinggung dengan ucapan Ahok.

    Awalnya saya berpikir umat Islam banyak yang tersinggung dengan ucapan Ahok sangatlah wajar. Namun setelah Ahok meminta maaf, saya yakin banyak umat Islam yang mulai memaafkan. Meski demikian, masih ada saja orang-orang yang mengatasnamakan Islam tidak menunjukkan tenggang rasanya terhadap permintaan maaf Ahok.

    Menurut saya, ini adalah keberpihakan bukan lagi kepada agama, melainkan kepada kepentingan politik orang-orang tertentu. Ahok saat itu tidak terbendung, karena kepuasan warga Jakarta yang membuat para oposan ketakutan ketika Ahok tidak dipenjara. Semangat Ahok di dalam Mako Brimob pun menjadi sebuah dorongan besar yang tidak terbendung untuk warga Jakarta, khususnya para pendukungnya.

    Di tengah-tengah ketegangan dan energi negatif yang dimunculkan oleh Anies Baswedan di hari pelantikannya dengan istilah pribumi, ada sebuah energi lain yang seolah menetralkan, bahkan menelan seluruh aura negatif. Apakah itu? Pertemuan Ahok dan AHY, dengan ucapan syukur Ahok kepada AHY melalui surat yang ditujukan kepada keluarga eks-Cikeas. Inilah yang sejatinya dinamakan keberpihakan.

    Aura yang begitu positif yang rasanya begitu menaungi seluruh ruangan Mako Brimob tentu sangat besar. Bahkan aura positif tersebut bisa menembusi dinding-dinding sel di Mako Brimob yang begitu tidak tersentuh bahkan oleh sinyal HP sekalipun. Saya sangat yakin bahwa AHY datang sebagai calon pemimpin masa depan, dengan segala idealismenya yang tetap ada, meskipun masih terlalu mentah.

    Saya cukup yakin jika AHY bisa mempertahankan jiwa ksatrianya tanpa gunakan istilah-istilah rasis seperti ‘pribumi’, ‘antek asing dan aseng’, ‘inlander’, ‘kafir’, dan seterusnya, mimpinya sebagai pemimpin masa depan sangatlah terbuka lebar. Dengan dukungan Ahok, saya yakin sekali bahwa orang ini kelak akan menjadi orang besar.

    Selama ini pandangan saya terhadap AHY adalah anak kemarin sore yang belum berpengalaman. Memang sampai saat ini, pengalaman politiknya sangatlah minim, tidak seperti Ahok maupun Anies. Agus memang muda, namun semangat yang ditunjukkan masih sangat baik. Terlepas dari siapa ayahnya, Agus berhasil terlepas dari bayang-bayang ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono, yang seringkali melakukan tindakan baperisasi alias baper. Hahaha. Maafkan, sudah 10 tahun saya merasa bahwa kepemimpinan SBY ini memberikan dampak yang signifikan. Apa mungkin karena melihat kinerja Joko Widodo yang hanya dalam tiga tahun, benar-benar membanting 10 tahun kemarin?

    Lagi-lagi saya tidak akan berkomentar terlalu banyak mengenai hal ini, karena saya ingin membahas dan membuat para pembaca Seword menikmati pertemuan dua mantan ini, mantan gubernur dan mantan calon gubernur, Ahok dan AHY.

    Aura yang begitu kuat terasa di ruang Mako Brimob, membuat hati para pendukung Ahok maupun AHY tenteram. Tidak ada istilah pribumi yang sering digunakan untuk propaganda. Di tengah kegaduhan politik ibu kota Jakarta karena istilah manis namun rasis yang diucapkan oleh Anies Rasyid, pertemuan Ahok dan AHY sekali lagi meredam dan bahkan melampaui. Akankah ada perdamaian antara kubu biru dan merah? Apakah api dan air pada akhirnya dapat bersatu dalam harmonisasi, untuk menghancurkan sifat setan, yaitu rasis? Ah.. Sudah lah…

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis : Hysebastian    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : AHY Bertandang Ke Mako Brimob Temui Ahok Tanpa Label Pribumi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top