728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 31 Oktober 2017

    #Warta : Abaikan Anies, Alexis: Generasi Zaman Now Tahu yang Waras Jokowi, Ahok, Dedi! Ridwan Kamil Bonus

    Hastagana! Ada yang unik tentang manusia gabener Anies – yang memakai isu SARA dan bahkan RAISA untuk meraih kekuasaan duniawi. Netizen dan generasi milenial ramai di medsos menyoroti penutupan palsu Alexis. Maka tempat hiburan para politikus semprul dan pengusaha itu pun mati suri dan bisa bubar jalan – untuk sementara. Tekanan berita medsos yang masif terutama yang dihembuskan oleh generasi Zaman Now benar-benar membuat Anies tak bisa menolak: izin perpanjangan tidak diberikan.

    Tekanan dan kelakuan unik generasi milenial ini sungguh menarik untuk diamati. Cercaan, sindiran, kecaman, meme, sarkasme, dan candaan ala medsos generasi Zaman Now – dan bukan para pendukung gabener Anies – membuatnya membuat langkah aneh tipu muslihat yakni membekukan izin. Nanti Alexis akan buka setelah perubahan semu di sana-sini diperbaiki. Itu trik paling hebat yang para generasi mileneal juga tahu. Biarkan Alexis berbaju baru, ganti nama dan manajemen.

    Generasi Zaman Now tahu, para pendukung Anies bukanlah kelompok ini mereka. Fakta nyata sebenarnya para pendukungnya, yang 58% itu, adalah para manusia yang bukan kelompok genarasi Z, alias Zanan Now. Mereka adalah orang-orang kelompok Bumi datar. Juga para manusia bercelana cingkrang kedodoran di atas mata kaki. Tak lupa mereka juga kelompok yang bersandal gunung ke mana-mana, dengan atribut baju daster Arabia. Hiasan mereka pun sangat menarik dan indah di mukanya: jidat gosong dan seliweran jenggot satu-dua dipaksakan tumbuh.

    Bahkan pendukungnya temasuk anggota penyebar fitnah kelas atas Asma Dewi, dan lain-lain yang jelas terlibat geng perusak tatanan sosial, ekonomi, moral bangsa, pluralisme, keragaman bangsa, yang mengancam eksistensi Pancasila dan bahkan NKRI. Mereka ingin menghancurkan ketahanan, keamanan, dan ketertiban sosial di Indonesia.

    Yang tak kalah penting tentu para anggota Islam radikal seperti HTI – yang dibredel pemerintah – dan tentu gerombolan FPI yang nyata-nyata memiliki agenda menentang demokrasi Pancasila. Ini dibuktikan dengan berbagai langkah mengingkari pemerintahan DKI yang dipimpin oleh Ahok. Untuk menunjukkan perlawanan sectarian dan antii pluralisme, bahkan FPI mengangkat gubernur versi mereka bernama Fahrurrozi Ishaq..wkwkwkkw! Dan, generasi Zaman Now tahu itu.

    Tak kalah mencengangkannya para generasi Zaman Now ini pun sangat rajin untuk menyebarkan berbagai berita panas. Berita yang mereka sebarkan membuat peta politik bisa berubah. Jumlah generasi Zaman Now berusia antara 15-16 tahun memang menjadi kelompok yang sangat strategis.

    Dengan pemahaman seperti di atas, maka para politikus senior pun bergerak mengikuti arus tersebut. Pemanfaatan media sosial tak terelakkan. Dari mulai walikota, bupati, gubernur, menteri, bahkan Presiden Jokowi memahami kekuatan daya gebrak dan pengaruh besar mereka, para belia yang mampu menggerakkan political powers. Hingga akhirnya justru penyesuaian cara kampanye dan penggalangan komunikasi politik pun mengikuti mereka. Adu strategi media mainstream dan medsos (media sosial) menjadi kunci perebutan pengaruh.

    Maka ketika muncul keributan dan kegadugan politik, generasi Zaman Now ini pun, dengan tanpa pretensi dan niatan apa-apa selain for fun dan having fun, menyebarkan aneka informasi menarik, yang pada akhirnya dikonsumsi oleh para mak-mak, om-om, ibu-ibu, bapak-bapak, dari semua kalangan. Mereka pun semuanya menjadi sasaran keisengan – yang berdampak positif dan negatif bagi persaingan politik – yang bisa mengubah pilihan baik mereka sendiri atau kaum tersasar.

    Sasaran dan tersasar sebenarya bisa dirancang sedemikian rupa. Politikus dan ahli strategi media dan media sosial dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda yang bersinergi sangat diperlukan dalam membuat konten untuk media sosial. Namun demikian, digital strategist juga harus menghindari sikap meremehkan atau underestimate kelompok Generasi Zaman Now ini. Mereka sangat melek dengan berbagai strategi media dan dinamis.

    Bahkan, ketika dilakukan survei terkait pilihan politik – Generasi Zaman Now yang meliputi sekitar 15% dari pemilih di 2019 nanti – mereka sangat paham bahwa di Indonesia hanya ada 3 pemimpin rakyat yang waras. Mereka adalah Jokowi alias Presiden Joko Widodo, Ahok alias Basuki Tjahaya Purnama, dan Kang Dedi alias Dedi Mulyadi. Sebagai bonus tambahan ada Djarot tentu. Lalu Risma, Khofifah Indar Parawansa, dan Ridwan Kamil! Hastagana! Salam bahagia ala saya.



    Penulis :  Ninoy N. Karundeng   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Abaikan Anies, Alexis: Generasi Zaman Now Tahu yang Waras Jokowi, Ahok, Dedi! Ridwan Kamil Bonus Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top