728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 26 Oktober 2017

    #Warta : 6 Menu Spesial Pak Jokowi Saat Ngeteh Bareng Anies-Sandi di Istana

    Kalau Anda lihat di media, Pak Jokowi menjamu Anies-Sandi dengan ringan, hanya dengan teh saja. Tidak ada snack atau makanan berat. Tapi kalau Anda jeli mengamati di depan Pak Jokowi ada secarik kertas kecil. Di secarik kertas kecil itulah sebenarnya tersaji menu spesial yang sudah disiapkan Pak Jokowi. Menunya ternyata berat dan berbobot untuk mereka konsumsi ke depan. Ada enam menu spesial yang disajikan Pak Jokowi untuk dibawa pulang dan disantap selagi mereka mampu.

    Berikut 6 macam menu sajian Pak Jokowi ke mereka: Pertama, soal Asian Games 2018. Kedua, mengenai kelanjutan proyek Mass Rapid Transit (MRT). Ketiga, soal Light Rail Transit (LRT). Keempat mengenai trotoar dan jalan-jalan di Jakarta. Kelima, soal penanggulangan banjir Ibu Kota. Terutama kelanjutan proyek sodetan Ciliwung di Jakarta Timur yang menghubungkan antara Sungai Ciliwung dengan Kanal Banjir Timur. Terakhir, yakni soal rencana Anies-Sandi menata kampung-kampung yang kumuh di Ibu Kota.

    Dalam pertemuan itu juga hadir tokoh sekaligus sosok pekerja keras yang ikut menjamu dan mengawal menu yang disajikan ke Anies-Sandi di Istana Negara, Seskab Pramono Anung, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Rasanya sajian teh hangat manis ini menjadi kecut atau pahit rasanya. Makanya komentar Sandiaga ketika ditanya jurnalis, "Ngeteh saja, nggak ada (makan), kita memang sedang diet," kelakarnya tapi dalam hati bisa jadi meringis.

    Pertemuan berlangsung santai dan hanya sejam. Tapi amanat yang dibebankan itu bro, berat sekali. Ada 6 point yang berbobot sengaja dititipkan Pak Jokowi di pundak mereka berdua. Nasib, baru seminggu lebih mulai mendapat tagihan janji dari rakyat, eh Pak Jokowi menambah beban yang ekstra buat mereka, bukan karena sengaja mengerjai tapi karena konsekuensi menjabat jadi gubernur DKI.

    Di media berita yang muncul terkesan terjadi pembahasan bersama topik-topik dengan Pak Presiden. Tapi mari kita telusuri awal pertemuan Anies dengan Jokowi, apakah Anies yang mendatangi Jokowi atau Pak Jokowi yang memanggil? Opsi pertama mungkin tapi berita di media menyatakan bahwa sejak tanggal 18 Oktober lalu sudah muncul berita Pak Jokowi akan memanggil Anies seperti dilansir. Kompas.com.

    "Belum tahu agenda apa, ngobrol saja dulu. Kami belajar pengalaman beliau dulu pimpin Jakarta," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (18/10/2017). Lihat kan, Pak Anies saja tidak tahu agenda atau topik yang mau dibicarakan apa. Tapi secara senyap Pak Jokowi sudah meracik menu yang akan menjadi makanan spesial buat mereka berdua.

    Dalam bayangan Pak Anies mungkin pertemuan itu akan berlangsung santai dan Anies pada waktu itu bersemangat untuk bertemu karena ingin belajar dari sang manyan gubernur DKI yang kini jadi Presiden. Emang Pak Jokowi orang yang kelebihan waktu lalubisa ngobrol ngalor ngidul sekarepnya. Sudah tau motonya Pak Jokowi : kerja, kerja, kerja. Kabinetnya saja kabinet kerja. Jadi? Buyar juga harapannya untuk mendapatkan pembelajaran dari Jokowi.

    Eh, kenyataannya Pak Jokowi bukan mengajari Anies bagaimana memimpin DKI. Beliau langsung mengamanatkan 6 tugas untuk dikerjakan dan dituntaskan oleh Anies-Sandi. Sekali lagi dalam suasana yang santai, tapi ingat habis keluar dari Istana Negara, ke-enam poin yang disampaikan Presiden itu bukanlah perkara gampang dan tidak bisa dihadapi hanya dengan retorika doang.

    Bisa jadi ada tips atau arahan Pak Jokowi untuk mengerjakan itu semua tapi ya pekerjaan itu bukan pekerjaan gampang yang bisa diselesaikan dengan meminta pasukan langit atau hanya sekedar duduk bersama dan pahami bersama dan ngomong teori inilah-itulah. Inti dari semuanya itu adalah keberpihakan, ha ha ha. Pak Anies harus dan wajib berpihak dengan Jokowi karena yang memberi amanat adalah Kepala Negara. Kamu siapa, Pak Gubernur? Ambil contoh penjelasan salah satu hidangan spesial Pak Jokowi yaitu di menu Asian Games:

    "Tahun 2018 di atas jalan itu semuanya harus sudah bersih karena kita akan mempunyai tamu Asian Games itu, ada 30-an ribu tamu nanti yang akan datang, atlet yang akan datang. Sehingga jalan-jalan kita juga harus dibersihin, trotoar kalau mau dikerjain ya segera, tapi cepet diselesaikan," tutur Jokowi. Tuh, penekanannya : dikerjain segera, cepet diselesaikan. Ha ha ha.

    Satu lagi : Kepada Anies-Sandi, Presiden Jokowi meminta pembangunan trotoar dan proyek MRT-LRT di Ibu Kota segera diselesaikan sebelum Asian Games 2018 dimulai. ‎ "Jangan keliatan pas Asian Games kita masih gali-gali apa itu, ndak lah. Membangun-membangun apa di pinggir jalan, ndak. Harus semuanya bersih, itu yang saya perintahkan," lanjutnya. Hm, nikmat sekali hidangan di bagian ini, ha haha.

    “Saya perintahkan!”,tegas Pak Jokowi. Beginilah resiko ketemu Pak Jokowi. Saya kaget, tidak ada foto bareng atau foto bersama yang muncul di media selain foto pembicaraan mereka selagi berbincang. Nampaknya mesra pertemuan itu dan Pak Jokowi juga santai menyampaikan. Saya yang sudah pernah mendengar lansgung pidato beliau pasti suaranya itu rileks saja, tapi bobot tugasnya itu loh, ampun, ampun.

    Pak Anies-Sandi harus memutar otak atau mengatur strategi kembali bagaimana memenuhi janji politiknya yang fantastis dan manis tetapi di saat yang sama ketiban 6 makanan berat dari Sang Presiden. Tugas yang berat dan tidak main-main karena Pak Jokowi akan terus mengawasi segala pekerjaan mereka. Dalam hati Pak Anies, ini gak bisa lama-lama duduk di kursi gubernur. Nggak enak diperintah-perintah. Harus cari posisi lebih tinggi nih dari gubernur, wkwkkwk.

    Baiklah saya ngeteh dulu ngebayangin Pak Jokowi lagi menjamu mereka berdua. Terima kasih Pak Jokowi untuk acara nge-tehnya. Salam weka weka weka.



    Penulis  :   Ronny D Rondonuwu   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : 6 Menu Spesial Pak Jokowi Saat Ngeteh Bareng Anies-Sandi di Istana Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top