728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 22 September 2017

    #Warta : Wiranto : Prabowo Dicopot karena Penculikan, Yakin Bisa Bantu Rohingya?

    Beberapa waktu yang lalu atau tepatnya pada hari Sabtu (16/9/2017) Prabowo ikut serta dalam aksi bela Rohingya, bertempat di Bundaran Patung Kuda, DKI Jakarta. Dalam aksi tersebut juga hadir beberapa tokoh oposisi pemerintah, seperti Sohibul Iman Presiden PKS dan Amien Rais Dewan Kehormatan PAN. Laskar FPI juga terlihat di barisan masa.

    Menurut tribunnews.com Prabowo hadir karena diundang oleh presiden PKS dan sebagai rasa solidaritasnya terhadap etnis Rohingya yang mengalami penyiksaan oleh ekstremis Buddha dan Junta Militer di Myanmar.

    Dalam aksi tersebut Prabowo diberi panggung untuk orasi. Dalam khotbahnya Prabowo tidak hanya mengecam perlakuan Junta Militer terhadap etnis Rohingya tapi juga mengkritik presiden Jokowi. Menurut Prabowo bantuan kemanusiaan yang gencar diberikan pemerintah kepada pengungsi Rohingya adalah pencitraan. Mantan Danjen Kopasus ini juga mengatakan bahwa uluran tangan pemerintah Indonesia kadang tidak sampai.

    Entah dari mana Prabowo dapat informasi tidak valid tersebut.  Jangan-jangan dari tifatul sembiring, kader PKS yang doyan sebar hoax. Kalau dari Tifatul tentu diragukan, karena rekam jejak Tifatul dalam menyebarkan informasi kurang baik dan kurang dapat dipercaya.

    Prabowo juga menyampaikan kepada peserta aksi dengan nada berapi-api, supaya dapat membantu Rohingya Indonesia mesti disegani. Mantan suami Titiek Soeharto ini juga meyakinkan masa yang hadir, jika masyarakat Indonesia kuat maka etnis Rohingya akan dibantu. Karena menurut Prabowo orang miskin dan lemah tidak bisa membantu yang lemah dan miskin pula.

    Sebenarnya apa yang disampaikan Prabowo dalam orasinya adalah hal yang biasa. Seperti kata pepatah, semua orang bisa bicara, namun tidak semua orang bisa berbuat. Prabowo bisa saja mengatakan tindakan nyata pemerintah untuk Rohingya adalah pencitraan. Namun, pertanyaannya apa aksi nyata yang telah dilakukan Prabowo  untuk etnis Rohingya?

    Setelah  saya search di mesin pencarian mbah google dengan mengetik “aksi nyata Prabowo untuk Rohingya”. Tidak ada terlihat ada berita Prabowo mengirim beras ke Myanmar misalnya atau Prabowo mengirim tim medis Gerindra untuk Rohingya. Prabowo melatih laskar FPI berperang untuk berjihad ke Myanmar juga tidak ada beritanya.

    Kalaupun ketua Gerindra melakukan aksi nyata secara diam-diam, hal tersebut Wallahu a’lam. Tapi rasanya tidak mungkin Prabowo memberi bantuan kepada pengungsi Rohingya, media dan masyarakat tidak tahu. Karena Prabowo adalah politikus dan ingin menjadi presiden. Sehingga citranya yang baik perlu diketahui masyarakat.

    Selain dari hanya bicara doang dan aksi nyata untuk Rohingya belum diketahui, rekam jejak Prabowo juga perlu diketahui masyarakat. Karena seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya bahwa melakukan tindakan lebih sulit dari pada berkata-kata.

    Rekam jejak Prabowo soal kemanusiaan tidak terlalu baik. Seperti yang dilansir merdeka.com (19/7/2014) bahwa Prabowo diberhentikan dari dinas militer karena penculikan. Dalam berita tersebut Wiranto menegaskan bahwa Dewan Kehormatan Perwira atau (DKP) merekomendasikan agar Prabowo dihentikan dari dinas militer pada tahun 1998 yang lalu.

    Mantan Panglima ABRI ini juga menjelaskan prajurit TNI diberhentikan dengan dua cara yaitu secara terhormat dan secara tidak terhormat. Secara terhormat sebab memasuki masa pensiun atau habis masa jabatan, karena cacat fisik akibat perang atau dalam menjalankan tugas, karena sakit/ fisik lemah sehingga tidak mampu lagi menjalankan tugas dan atas permintaan sendiri untuk pensiun dini yang disetujui oleh atasan. Sedangkan prajurit yang diberhentikan secara tidak hormat karena melanggar sumpah tentara, Undang-Undang dan Sapta Marga.

    Karenanya menurut Wiranto, Prabowo dilaporkan bersalah oleh DKP  atas kasus penculikan beberapa aktivis pada tahun 1997. Sehingga Prabowo yang saat itu memegang pangkat dan jabatan sebagai Letjen Pangkostrad yang telah diselidiki oleh DKP, terbukti berperan serta dalam skandal penculikan. Hal ini yang kemudian sering dikaitkan bahwa Prabowo adalah pelanggar HAM.

    Ironi memang, ada orang yang diduga melanggar HAM tapi bicara kemanusiaan. Apalagi mengomentari orang atau pihak lain yang telah melakukan tindakan nyata dengan perkataan yang destruktif atau tidak membangun.

    Seharusnya kalau benar-benar merasa simpati kepada etnis Rohingya tentu mendukung upaya yang dilakukan pemeritah. Dan yang tidak kalah penting setelah orasi juga melakukan tindakan nyata. Sehingga tidak sekedar Macan Asian dalam omongan tapi juga manusia biasa yang peduli terhadap sesamanya dengan melakukan aksi nyata.

    Sekian.



    Penulis :    Fery Padli     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Wiranto : Prabowo Dicopot karena Penculikan, Yakin Bisa Bantu Rohingya? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top