728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 18 September 2017

    #Warta : Tuduh Jokowi Pencitraan Soal Rohingya, Tutup Mulutmu Prabowo!

    Kemarin-kemarin banyak sekali suara yang beredar bahwa seolah Presiden Joko Widodo dan Pemerintah RI tidak peduli dengan tragedi kemanusiaan di Rohingya. Padahal, bahkan sebelum bebek-bebek politik dan warga tukang tebar kebencian tanpa paham duduk masalah berkoar, Pemerintah sudah banyak mengambil langkah strategis terkait pendekatan kepada Pemerintah Myanmar agar mereka bisa menghentikan tragedi ini sekaligus juga bantuan kemanusiaan bagi warga sipil yang menjadi korban konflik berkepanjangan ini.

    Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, sudah dikirim ke Myanmar dan Bangladesh, negara terdekat dengan wilayah konflik. Bantuan kemanusiaan dan pusat krisis untuk masalah ini juga sudah didirikan dan dikirimkan. Secara diplomatik dan sosial kita sudah bergerak. Tapi cocot-cocot tidak bertanggungjawab itu masih saja terus membeo. Pokoknya opini yang hendak dibuat adalah Jokowi (dan pemerintahannya) selalu salah. Hadeh!

    Kita memang tidak bisa mengintervensi secara militer. Myanmar merupakan negeri yang berdaulat. Kecuali mereka meminta bantuan atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirim misi keamanan maka kita bisa ambil bagian di situ. Selebihnya tidak. Sekarang coba bayangkan bagaimana seandainya negara lain di dunia yang gemas dengan konflik di beberapa wilayah Indonesia, dan melibatkan senjata, kemudian ujug-ujug mengirimkan pasukan. Pasti mereka juga akan dikritisi sebagai tindakan yang offside kan? Kira-kira logikanya seperti itu.

    Dan sepertinya Prabowo Subianto, yang selalu gagal jadi Presiden, memanfaatkan momen ini untuk mengatakan bahwa apa yang dilakukan Jokowi hanyalah pencitraan. Menurutnya untuk membantu Rohingya kita harus menjadi negara yang disegani.

        “Kalaupun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang. Jadi saudara-saudara di sini saya harus kasih tahu supaya tidak emosional,”

        “Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu, kita beresin. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin,”

        “Mereka menindas kaum Muslim Rohingya. Kalau kita berkuasa, kita akan lindungi semua suku, agama, kita memberi keamanan dan perdamaian,”

        “Kita sendiri jadi tamu di rumah kita sendiri, itu kalau yang punya rumah. Tidak usah Rohingya, banyak orang Betawi yang tidak punya rumah,”

        Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2017/09/16/14095231/prabowo-sebut-bantuan-indonesia-untuk-rohingya-hanya-pencitraan-jokowi

    Omongan Prabowo ini lebih mirip orang-orang yang kalau disuruh sedekah saja sudah akan mengatakan “aduh gimana ya gue belum kaya, gue aja masih pas-pasan kok disuruh bantu orang lain“. Membantu itu nggak harus nunggu kaya dulu dan bantuan itu bisa apapun bentuknya sesuai dengan kemampuan kita. Bukan harus mencapai suatu keadaan tertentu baru membantu. Memang jika kita posisinya “lebih” maka impact yang diberikan akan lebih besar. Tapi tidak perlu harus ada di posisi yang lebih superior dulu kan untuk membantu?

    Menurut saya bahkan kita sudah lebih maju dan hebat dengan bantuan yang kita berikan. Negara adidaya saja belum tentu sudah menggunakan powernya baik dari segi diplomasi, sosial, maupun militer.

    Bagi saya ini hanya kelakuan Prabowo untuk jatuhkan citra Jokowi. How low can you go, Sir? Nggak ada cara lain selain nyinyir nih buat menjatuhkan Jokowi. Situ frustrasi?

    Apa yang diucapkan Prabowo ini seiring dengan opini-opini negatif yang selalu digemborkan oleh pihak yang ingin menjatuhkan citra Jokowi terutama melalui media sosial. Ibaratnya nih sekarang Prabowo jadi gongnya seolah menyatakan sesuatu sebagai pernyataan seorang politisi.

    Walaupun dia jadi Presiden pun ya buat apa susah-susah terlalu ikut campur dalam soal masalah negara lain? Lah kok berlebihan dan ndabrus sekali mau bicarakan soal melindungi semua suku, agama, memberi keamanan dan perdamaian segala. Ingatlah saat Prabowo jadi militer, apa saja yang sudah dia buat. Membuat keamanan dan perdamaian? Meh!!! Kalau betul tak akan mungkin dia sampai dipecat dari militer dan kabur ke Jordan segala. Belum lagi dalam gerak politiknya, apalagi sejak banyak bekerjasama dengan partai sapi, banyak isu SARA yang juga dimainkan. Kita tak akan pernah lupa kelicikan kalian di Pilkada DKI Jakarta 2017.

    Sudahlah Prabowo, tutup mulutmu lebih baik urusi sekolah-sekolah yang dibakar oleh kadermu. Membakar sekolah itu sama saja menginginkan anak bangsa ini jadi generasi yang bodoh dan itu kejahatan luar biasa.




    Penulis  :    Rahmatika     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Tuduh Jokowi Pencitraan Soal Rohingya, Tutup Mulutmu Prabowo! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top