728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 15 September 2017

    #Warta : Tim Pencari Fakta PBB Sulit Masuk ke Rakhine, Eh!! Malah Beredar Hoax FPI Kirim Pasukan

    Tim Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kasus Myanmar hingga saat ini belum bisa memasuki wilayah negara bagian Rakhine. Namun beredar kabar bahwa FPI telah mengirim pasukan ke Myanmar. Mulai dengan judul “TAKBIIRR..!! FPI: 10 Miliar untuk Beli Senjata dan Kirim Seribu Mujahid ke Myanmar” hingga “Alhamdulillah, FPI Telah Tiba di Myanmar”.

    Menurut berita yang beredar di situs aneh dan ajaib itu, FPI menngatakan bahwa solusi atas pembantaian kaum Muslim di Rohingya, Myanmar adalah dengan melakukan jihad. Tanpa jihad, kehormatan kaum Muslimin akan terus diinjak-injak rezim militer dan kaum Budha di sana. Meskipun sebelum itu, upaya diplomasi tetap dilakukan dengan meminta pemerintah dan kaum Budha Myanmar menghentikan tindakan keji mereka.

        “Kalau secara diplomasi pemerintah tak peduli, maka kami minta orang-orang Rohingya untuk menyiapkan anak-anak muda di sana untuk membuka (wilayah). Saatnya para mujahidin dunia berdatangan, (wilayah) sudah terbuka,” kata pengurus DPP Front Pembela Islam (FPI) Ustad Jakfar Shidiq dalam Majelis Taqarrub Ilallah dan Temu Pembaca Suara Islam ke-33 di Masjid Baiturahman, Jl Sahardjo, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2013).

    Padahal, Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto melarang organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) mengirimkan anggotanya ke Myanmar, meski dengan niat membantu etnis Rohingya menghadapi pembantaian yang dilakukan militer negara itu.

    Tak hanya itu, Wiranto secara tegas mengatakan, FPI tak bisa sembarangan mengirimkan anggotanya, apalagi dipersenjatai dengan senjata tajam. Jika ada kejadian di Indonesia, malah yang teriak jangan intervensi, giliran negara lain malah ngotot intervensi.

    Apa mereka lupa jika semua itu ada aturannya. Tidak bisa satu kelompok masyarakat, liar ke sana ke mari tanpa ada satu aturan-aturan yang harus dipatuhi dari negeri ini. Oh, lupa ternyata mereka suka memang melanggar aturan dengan atas nama agama, menutup warung di bulan Ramhdan juga menjadi hobi yang unik, bahkan di jalanan modal kopiah bertuliskan FPI saja sudah cukup tak perlu pakai helem.

    Nah, kembali ke soal Tim Penncari Fakta PBB. Sebagaimana rilis kompas.com dimana  Ketua TPF PBB untuk Kasus Myanmar, Marzuki Darusman, berharap timnya bisa mulai bekerja dengan temuan lapangan dalam satu hingga dua minggu ini.

    “TPF ini sudah berada di wilayah Asia Tenggara. Kami masih belum bisa menyampaikan di mana, tapi tentunya kami menghadapi kenyataan bahwa tidak serta merta mudah bisa masuk ke Rakhine State,” kata Marzuki, seusai acara diskusi di bilangan Matraman, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

    Nah, Pak Marzuki coba saja ajak FPI untuk berdiskusi sebab mereka nampaknya punya jalur tersendiri siapa tau bapak bisa masuk ke sana dengan pasukan yang sudah di bekali tenaga dalam sampai tenaga luar itu.

    Ternyata lucu juga jika lihat sikap ini sebab Marzuki mengungkapkan, hambatan yang dihadapi TPF dalam memasuki wilayah Rakhine. Tetapi toh bisa ya ada FPI di Myanmar, apakah kalah kapasitas PBB sama FPI ya?

    Tim yang dipimpin oleh Marzuki sampai saat ini masih mengalami kendala. Nah, menurut Marzuki pendekatan hanya bisa dilakukan dengan membujuk Pemerintah Myanmar untuk bekerja sama dan memanfaatkan TPF sebagai media untuk menyampaikan kejadian terhadap etnis Rohingya berdasarkan versi pemerintah.

    Hal itu penting, karena jika tidak maka rekomendasi TPF kepada Dewan HAM PBB bisa tak bakal seimbang. Tim Pencari Fakta PBB untuk Myanmar, menyampaikan pihaknya memahami tak ada negara atau pemerintahan yang senang jika TPF yang khusus dibentuk untuk menyelidiki negara tersebut. Apalagi soal berkaitan jumlah pengungsi yang mengalir deras.

    Ternyata TFP PBB ini bekerja tak hanya di Rakhine, jangkauan geografis TPF juga mencakup wilayah Myanmar secara keseluruhan.  Sementara,  jangkauan periodisasi telah ditetapkan bahwa penelitian akan dilakukan pada sekurang-kurangnya 5 hingga 10 tahun terakhir agar dapat diperoleh gambaran pola dan kecenderungan kejadian.

    Beragkat dari hal tersebut maka harapan TPF juga sangat besar agar Pemerintah Myanmar bisa membuka diri untuk kerja sama hingga persolan dapat terselesaikan.

    Sebagaimana yang di ungkapkan oleh Marzuki dalam rilisnya di kompas.com bahwa  harapan mereka masih tinggi, agar satu bentuk kerja sama bisa dicapai walaupun tidak ideal tapi telah menunjukkan bahwa ada saat di mana Pemerintah Myanmar sudah melakukan peranannya yang memungkinkan TPF menyampaikan laporan sebaik-baiknya di Dewan HAM.



    Penulis :  Adira Andriani     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Tim Pencari Fakta PBB Sulit Masuk ke Rakhine, Eh!! Malah Beredar Hoax FPI Kirim Pasukan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top