728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 05 September 2017

    #Warta : Tersangka pembakaran SD di Palangkaraya Legislator Gerindra, Apa Salah Sekolah Om?

    Sejak isu perpindahan ibukota Negara RI dari Jakarta ke pulau Kalimantan, banyak terjadi pro dan kontra. Masyarakat banyak yang mendukung dari segi pembangunan nasional, tetapi banyak juga yang tidak mendukung. Berbagai alasan menjadi perdebatan yang cukup panjang, baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat awam.

    Sampai-sampai ada anggapan wacana ini menjadi isu yang sengaja dihembuskan oleh pemerintahan Joko Widodo. Salah satu tujuannya untuk mengalihkan isu hutang Negara yang bengkak. Wah sangat tidak elegan sekali pandangan tersebut.

    Memang hingga saat ini banyak pandangan yang mengatakan, bahwa pembangunan infrastuktur dan manusia Indonesia masih sangat terasa di pulau Jawa dan sebagian pulau Sumatera. Tetapi melihat kinerja pemerintahan Joko Widodo dalam 3 tahun pemerintahan, sudah menunjukkan efek kejut bagi masyarakat Indonesia.

    Pembangunan infrastuktur hampir di seluruh wilayah Indonesia dapat dirasakan. Contohnya pemba ngunan Trans Papua yang hingga saat ini masih berlangsung. Pembanguan dan percepatan jalan tol di berbagai daerah di pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Pembangunan mental masyarakat Indonesia juga sedang diperbaharui. KIP dan KIS merupakan program yang telah kelihatan dampaknya bagi masyarakat.

    Hingga saat ini tuntutan kesempurnaan pembangunan di Indonesia dari masyarakat memang menjadi tantangan yang harus segera di jawab oleh pemerintahan Joko Widodo. Pembangunan infrastuktur tidak langsung menjawab akan semakin menunrunnya tingkat kemiskinan di Indonesia.

    Sejak wacana pemindahan ibukota Negara disampaikan ke publik. Otomatis hampir semua perhatian masyarakat yang mengikuti tren pemerintahan Joko Widodo melihat ke pulau Kalimantan. Mengapa pulau Kalimantan yang menjadi tujuan pemindahan ibukota Negara?

    Dana yang sangat besar akan dibutuhkan dari proses sampai tujuan akhir. Dengan kondisi keuangan Negara yang dipertanyakan oleh banyak pengamat ekonomi, sudah dibantah dengan tegas oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, wacana ini tetap berjalan.

    Sejalan dengan wacana pemindahan ibukota Negara, muncul berita yang tidak enak didengar, dibaca, dan ditonton baik dimedia massa maupun media elektronik. Pembakaran beberapa sekolah terjadi dalam beberapa hari di Palangkaraya.

    Ada 7 Sekolah Dasar yang menjadi korban. Tempat biasa bagi anak-anak sekolah menimba, mencari dan mendapatkan ilmu dari guru, tinggal kenangan. Begitu juga dengan kenangan anak-anak di dalam ruangan juga ikut terbakar. Mengapa banguanan sekolah yang menjadi target pembakaran. Idealnya sekolah adalah sarana untuk memberantas kebodohan manusia.

    Pihak kepolisian telah memberikan penerangan kepada masyarakat dan telah mendapatkan 4 orang tersangka pembakaran. Dalam pengembangan kasus tersebut polisi memberikan keterangan yang membuat masyarakat Palangakara dan Indonesia keheranan.

    Salah satu pernyataan dari Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Pambudi Rahayu mengatakan “Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ada dua orang yakni YB (Yansen), dan AG”. Yansen Binti adalah seorang politikus Partai Gerakan Indonesia Raya  (Gerindra), yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kalteng. Sementara AG adalah sopir pribadi Yansen.

    Langkah yang berani dan tegas telah dilakukan oleh pihak kepolisian. Beberapa pertanyaan masyarakat dijawab dengan cepat dan tangkas. Apresiasi yang tinggi wajib diberikan kepada pihak kepolisian yang telah berhasil mengakap pelaku pembakaran dan juga otak dibalik pembakaran tersebut.

    Menjadi perhatian bersama adalah otak di balik pembakaran gedung sekolah. Apa yang menjadi motif otak yang memerintahkan pelaku melakukan pembakaran? Apakah ada motif politik dibaliknya? Atau hanya sekedar memberikan efek negatif bahwa daerah Palangkaraya adalah daerah yang tidak mendukung dan kondusif dijadikan sebagai salah satu tujuan pengganti ibukota Negara RI?

    Karena saat ini Yansen Binti merupakan salah seorang politikus yang duduk sebagai anggota DPRD Kalteng. Nuansa politik akan tercium dari apa yang telah dilakukan. Partai yang membawa namanya juga akan menjadi sorotan tajam masyarakat. Sehingga bagaikan segelas air kotor yang disiramkan kepada partai yang menaunginya.

    Apapun alasan di balik pembakaran yang dilakukan terhadap beberapa Sekolah Dasar di Palangkaraya. Kita patut menuntut dan mengharapkan hukuman yang setimpal diberikan kepada pelaku dan juga otaknya. Sehingga kedamaian dan keharmonisan di bumi Indonesia bisa terjaga. Kerinduan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dengan tenang dan nyaman bisa terjadi kembali.



    Begitulah dulu ya….



    Penulis :   Juleo Simanjuntak   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Tersangka pembakaran SD di Palangkaraya Legislator Gerindra, Apa Salah Sekolah Om? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top