728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 20 September 2017

    #Warta : Termakan isu Hoax: Teriak Anti-PKI, Tapi Kok Situ Anarkis

    Minggu malam ini kemarin, Kantor Yayasan Lembaga Hukum Indonesia tampak mencekam, gerbang kantor YLBHI dikunci rapat dan dijaga oleh puluhan aparat kepolisian. Kantor YLBHI nampak gelap. Lampu-lampu dimatikan. Hanya beberapa orang saja yang duduk-duduk di tangga menuju pintu masuk yamg tertutup rapat.

    Dalam rilis kompas.com bahwa kejadian bermula sejak pukul 21.30 WIB, puluhan massa yang mengklaim dari kelompok anti-komunis menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu, Menteng, Jakarta Pusat. Peserta aksi tersebut mulai  memdati dua gerbang YLBHI yang berada di sebelah timur dan selatan.

    Salah seorang juru bicara dari massa yang berdemonstrasi meminta perwakilan masuk ke dalan kantor YLBHI. Awalnya puluhan massa itu mendatangi kantor YLBHI sekitar pukul 21.30 WIB tanpa membawa spanduk atau pun atribut aksi lainya. Mereka hanya sekadar berorasi, meminta pihak YLBHI menghentikan acara diskusi.

    Bagi peserta aksi,  diskusi tersebut membicarakan soal kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Sehingga tak heran jika “Ganyang PKI! Ganyang PKI,” teriakan massa aksi dalam setiap orasinya.

    Disisi lain, Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur menuturkan bahwa pihaknya memang menyelenggarakan acara diskusi sejak sore tadi. Tetapi ia menepis anggapan bahwa diskusi mereka tak ada hubunganya dengan PKI. Justru diskusi yang di gelar oleh YLBHI membahas soal darurat demokrasi dan tidak terkait PKI. Diskusi tersebut, kata Isnur, juga mengundang seniman, budayawan dan akdemisi.

    “Hari ini ada penampilan seni dari seniman dan budayawan. Mengangkat isu darurat demokrasi. Seringkali kami dituduh fasilitasi acara PKI, itu sama sekali enggak benar,” ujar dia. kata Isnur dalam rilis kompas.com

    Peserta aksi tidak membubarkan diri hingga pukul 22.00 WIB, demonstran masih mengepung kantor YLBHI. Sementara, puluhan aparat kepolisian dari sudah berjaga di sekeliling kantor YLBHI. Mereka membawa tongkat, perisai dan helm pengaman. Ada juga personel membawa pelontar gas air mata. Akibat aksi tersebut, lalu lintas di ruas Jalan Diponegoro macet total.

    Mirisnya, lebih dari 100 orang peserta diskusi dan pagelaran seni #DaruratDemokrasi tertahan di dalam kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ( YLBHI) terdiri dari mahasiswa, aktivis, akademisi dan beberapa orang lanjut usia.

    Mereka tertahan dan tidak bisa pulang, lantaran puluhan massa yang mengklaim dari kelompok anti-komunis menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor YLBHI sejak pukul 21.30 WIB.

    “Masih ada sekitar 100 orang di dalam gedung. Tadi sore mereka yang datang ke YLBHI untuk menonton pagelaran seni dan diskusi,” ujar Direktur YLBHI Asfinawati saat dihubungi kompas.com

    Aksi yang berlanjut hingga larut malam ini kemudian mengakibatkan bentrokan antara aparat keamanan dengan massa yang mengepung kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, menyebabkan kendaraan umum dan kendaraan milik aparat rusak.

    Bentrokan pecah pada skitar  pukul 01.21 WIB dini hari Senin (18/9/2017), Sebuah mobil Nissan Juke putih bernomor polisi B 28 WTW yang diduga milik warga, dirusak massa. Kaca depan mobil tersebut pecah.

    Posisi mobil tersebut dalam keadaan diparkir di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo hal ini menandakan bentrokan melebar. Meski kerusuhan itu telah berakhir, tidak terlihat pemilik kendaraan tersebut.

    Aparat kepolisian di depan RSCM berhasil memukul mundur massa ke arah Salemba dengan tembakan gas air mata. Aksi polisi itu sempat dibalas lemparan batu oleh massa. Sekitar dua sampai tiga unit kendaraan roda dua juga terlihat jatuh dan rusak di bagian badan kendaraan.

    Tak sampai disitu, kendaraan aparat juga menjadi sasaran peserta aksi tepatnya di sebuah halte yang tak jauh di seberang YLBHI tiga unit sepeda motor milik Sabhara dirusak massa. Motor polisi itu dalam posisi tergeletak jatuh dan rusak di sejumlah sisi.

    Bau bensin yang tumpah tercium di sekitar motor aparat yang dirusak massa. Bahkan , Jalan Diponegoro juga menjadi penuh dengan puing batu dan sedikit bekas pecahan botol. Sekitar pukul 02.30 WIB betrokan mereda. Massa dapat dipukul mundur aparat  dan  sejumlah peserta aski berhasil ditangkap.

    Padahal, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto telah menegaskan bahwa tidak ada kegiatan terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagaimana tuduhan peserta aksi anti komunis tersebut.

    Hal tersebut dia ucapkan di depan massa aksi anti-komunis yang mengepung kantor YLBHI.

    “Tidak ada kegiatan yang menyangkut PKI dan kegiatan itu juga sudah berakhir. Saya sudah mengecek kondisi di dalam,” ujar Suyudi.

    Suyudi masuk ke area gedungYLBHI untuk memeriksa kondisi di dalam. Setelah itu, Kapolres dan Dandim keluar dan meminta massa aksi membubarkan diri setelah dia memberikan pernyataan.

    Sementara, peserta aksi terus berteriak dan memaksa untuk masuk ke dalam gedung YLBHI. Menurut Suyudi, sejumlah pihak di dalam YLBHI sebenarnya sudah menyudahi kegiatan pukul 22.00. Namun, karena massa datang, mereka akhirnya tertahan.

    Idham Azis selaku Kapolda Metro Jaya menduga massa termakan kabar hoax di media sosial. “Ya, itu tadi isu yang berkembang, kadang-kadang di medsos Hoax. Itu yang sehingga dijabarkan oleh orang-orang yang hanya menerima informasi sepihak. Tidak tahu, berkumpul, kemudian berusaha untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis,” katanya.

    Nah, Teman-teman bisa menilai sendiri siapa yang komunis dalam kaca mata kasar, yang berteriak komunis malah menggunakan cara-cara yang tidak bisa di toleransi oleh akal sehat kita.



    Penulis :   Adira Andriani    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Termakan isu Hoax: Teriak Anti-PKI, Tapi Kok Situ Anarkis Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top