728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 26 September 2017

    #Warta : Tercyduk! Ketua FPI Aceh Rangkap PNS Akibat Perusakan dan Persekusi di Kafe!

    Entah apa yang dipikirkan oleh manusia ini, orang yang merupakan ketua FPI Aceh, Neldi Isnayanto malah tercyduk karena diduga merusak and menganiaya orang ketika penertiban Kafe Ratu di Desa Pasar Aceh Meulaboh pada hari Sabtu malam minggu lalu.

    Ternyata ia juga merupakan pegawai negeri sipil (PNS) Aceh yang juga digaji dari uang negara, pajak yang dibayarkan, dan pemerintah Joko Widodo. Selama ini, Neldi Isnayanto, ketua FPI Nagan Raya Aceh ini berkantor di Kantor Camat Beutong Banggalang.

    Ia ditetapkan sebagai tersangka di kantor polisi Aceh Barat, dengan Kapolres Acehb Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho. Dua orang tersangka ditetapkan, yakni Neldi dan seorang simpatisan FPI Aceh Barat, yakni M Riski. Orang-orang semacam yang haus kekuasaan harus diciduk polisi agar mereka benar-benar belajar bagaimana harus bersikap, dan tidak anarkis.

    Kelompok radikal ini berurusan dengan polisi karena Neldi diduga menjadi otak penyerangan kafe. Kasus ini bermula ketika ada 10 laskar FPI Aceh Barat dan laskar FPI Nagan Raya mendatangi café dan memaksa tutup, lantaran sudah larut malam. Keributan pun tak terhindarkan dan pemilik café melaporkan penyerangan ini kepada pihak kepolisian.

    Aksi main hakim sendiri maupun aksi sok-sokan jadi hakim jalanan memang sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh anggota FPI, di manapun mereka berada. Ormas intoleran ini merasa mendapatkan angin, karena mereka ada di tempat yang mayoritas ‘dianggap’ mendukung mereka, hanya karena seiman. Namun ternyata setelah saya mempelajari lebih dalam lagi mengenai situasi sosial dan politik, FPI sebenarnya hanyalah sekelompok minoritas, di tengah mayoritas agama Islam yang rahmatan lil alamin.

    Menjadi pertanyaan kita bersama, mengapa ormas radikal ini jadi terkenal? Sederhana, mereka memiliki junjungan yang sangat vokal dan frontal dalam bersuara. Akhirnya mulut junjungan yang penuh sumpah serapah dengan menghina agama lain, kebudayaan Sunda, dan kebudayaan Bali, harus dibungkam mutlak oleh pihak kepolisian.

    Kasus yang menjerat habibente (bukan habibana) Rizieq Shihab, terpaksa membuat dirinya kabur, dengan dalih ingin menjadi seperti pangeran Diponegoro. Ini adalah kelucuan yang sangat menjijikkan.

    Urusan lendir dihubung-hubungkan dengan urusan pahlawan Indonesia. Ini adalah penistaan pahlawan. Kocak sekali manusia ini. Mengapa orang ini sangat lucu? Sederhana, karena ia memilih untuk kabur, dan malah semakin rusak namanya di mata publik. Rusaknya citra manusia ini di mata publik, rasanya semakin membuat para laskar mengidolakannya.

    Mengapa? Sempat saya mendengar salah seorang teman saya yang merupakan simpatisan FPI, mengatakan hal yang paling menggelikan. Apa yang ia katakan? Begini, ia menjelaskan semakin orang dibenci, semakin orang ditolak, semakin membuktikan bahwa semakin benar orang itu, salah satunya Rizieq.

    Loh? Logika macam apa ini? Hahaha. Ini adalah logika kaum bumi datar. Ya sudah lah, meskipun demikian, saya tetap berteman dengannya, dan saya masih berharap, ia dapat menemukan jalan yang lebih baik, ketimbang menjadi eksklusif dan makin menggandrungi junjungannya yang bermasalah dengan lendir.

    Indonesia sebenarnya sedang dalam fase perubahan. Setelah melalui era Orde Baru, Reformasi, kini kita masuk ke era Revolusi Mental. Mental yang direvolusi harus menjadi sebuah visi kita bersama, sebagai warga negara Indonesia yang baik. Di dalam ajaran PKn pun kita belajar bagaimana harus menjadi manusia yang toleran, bukan intoleran, apalagi ontaleran seperti para laskar kelojotan tersebut.

    Indonesia yang merupakan negara beragama, tidak boleh menjadi negara seagama, karena itu bertentangan dengan prinsip Pancasila. Sekarang para laskar mulai berkoar-koar ingin kembali kepada Pancasila, bukan PKI. Lagi-lagi isu lama dibangkitkan, untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah. Ini adalah sebuah kegagalan berpikir tingkat tinggi.

    Sebenarnya jidat hitam itu tidak masalah, asal berbanding lurus dengan ketakwaan beragama. Saya memiliki teman yang berjidat hitam, namun memiliki hati yang bersih sebagai umat muslim. Indonesia indah jika orang-orang yang taat beragama, menjadi bunga untuk menyejukkan dunia ini, ketimbang jadi bunga api untuk membakar dan membuat keributan belaka.

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis :   hysebastian   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Tercyduk! Ketua FPI Aceh Rangkap PNS Akibat Perusakan dan Persekusi di Kafe! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top