728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 17 September 2017

    #Warta : Surat Cinta Dari DPR Ke KPK : Mohon Tunda Kasus Setya Novanto, Kalau Tidak

    Hm….. KPK mulai mengusut kasus E-KTP lalu tiba-tiba Novel Baswedan disiram air keras. Hm….. pengusutan kasus penyiraman air keras secepat bemo yang rodanya hilang satu. Hm…… Novel Baswedan malah dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hm….. Ketua KPK Agus Rahardjo dilaporkan juga karena dituduh terlibat kasus E-KTP.

    Penulis bukanlah orang dengan IQ 200. Penulis juga bukan pakar-pakar seperti di TV ataupun pakar dadakan yang selalu muncul seperti jamur. Tapi semua ‘kebetulan-kebetulan’ ini  sangatlah mencurigakan. Lebih mungkin ditemukan gula rasa asin dibandingkan bahwa semua hal tersebut tidak berhubungan.

    Nah, tiba-tiba ada surat cinta yang sungguh mesra yang dikirim oleh pimpinan DPR ke KPK. Surat tersebut meminta agar penyidikan Setya Novanto ditunda lebih dulu. Permintaan itu disampaikan melalui surat tertulis kepada KPK. Surat dikirimkan oleh Kepala Biro Pimpinan Sekretariat Jenderal DPR Hani Tahapsari di Gedung KPK Jakarta

    “Sebagai bahan pertimbangan, agar KPK menghormati proses praperadilan seperti yang diajukan Komjen Budi Gunawan pada bulan Januari 2015,” ujar Hani Tahapsari.

    Dalam surat tersebut, pimpinan DPR menilai praperadilan adalah hal yang lumrah dalam proses penegakan hukum. Pimpinan DPR meminta KPK mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum praperadilan yang sedang berlangsung.

    Betul!!! Asas praduga tak bersalah hingga kiamat! Ada bukti rekaman ‘papa minta saham’ yang jelas dan terang benderang, dimana tukang becak sekalipun bisa tahu bahwa rekaman itu asli dan menunjukkan bahwa Setya dengan sangat berani mencatut nama presiden demi kepentingan sendiri itu merupakan tindakan yang tidak bersalah!!!

    Mana bersalah Setya Novanto. Toh akhirnya jadi pimpinan DPR lagi dengan alasan….. Hm…. alasannya apa ya? Ya sudah, anggap saja Setnov kembali jadi pimpinan DPR dengan alasan namanya memiliki kata Setya. Ga usah pikir panjang-panjang! Nanti stress sendiri lho.

    Kembali ke masalah surat. Anda tahu arti kata intervensi? Anda tahu siapa ya paling sering teriak agar Jokowi tidak intervensi ini itu? Nah, apakah anda tahu siapa yang sekarang dengan lancangnya mengintervensi KPK?

    Surat DPR ke KPK ini bisa saja merupakan ancaman. Kita tahu sendiri upaya pelemahan KPK sedang sangat gencar dikumandangkan. Pansus Hak Angket KPK berusaha mencari setiap sudut dan setiap celah untuk membubarkan KPK.

    Bisa saja KPK nanti diminta dibubarkan karena muka ketua KPK kurang ganteng. Katanya wibawa Indonesia akan runtuh karena lembaga anti korupsinya tidak tampan. Atau KPK diminta dibubarkan karena terlalu bagus menghilangkan korupsi. Kan korupsi itu oli pembangunan?

    Sang idola dan jubir tidak resmi DPR sang Fadli Zon juga menandatangani surat DPR ke KPK tersebut. Ia mengaku hanya meneruskan aspirasi Novanto selaku Pimpinan DPR kepada KPK.

    “Ya meneruskan aspirasi saja. Jadi permintaan Novanto. Kalau meneruskan aspirasi itu sesuai undang-undang, itu biasa saja,” ujar Fadli

    Betul! Hal itu biasa-biasa saja. Ada anggota DPR Fraksi Independen juga biasa-biasa saja. Ada Pimpinan DPR yang berani mencatut nama Presiden juga biasa-biasa saja. Yang tidak normal itu malah KPK dan pemimpin bersih! Masak mata pencaharian orang diganggu? Dosa lho!

    Lucunya adalah ada Wakil Ketua DPR yang tidak mengetahui keberadaan  surat ini. Agus Hermanto mengaku tak mengetahui adanya surat Pimpinan DPR kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta penundaan proses hukum terhadap Ketua DPR Setya Novanto.

    “Suratnya itu belum pernah lihat, dan saya belum tahu untuk itu nanti, ini hari kan juga kami ketemu dengan seluruhnya. Saya akan cari tahu kalau memang kabarnya seperti itu. Saya tentunya setelah tahu secara persis akan saya sampaikan kepada media,” kata Agus

    Bagus! Semakin lama semakin aneh surat cinta ini. Sudah tidak patut, termasuk intervensi, malah tidak juga diketahui oleh semua pimpinan di DPR.

    Begini ya, surat ini bisa saja diartikan sebagai surat gencatan senjata. KPK sudah diserang secara bertubi-tubi dari berbagai sisi. Kalau KPK mau ‘merelakan’ sebagian dari kasus menguap, maka bisa saja KPK ‘dimaafkan’.

    Memang betul para koruptor ini sudah terstruktur, sistematis dan massif. Kali ini asli penulis berharap agar Jokowi mau intervensi dan menampar setiap orang yang sedang menjegal KPK. Ada BIN yang bisa diminta Jokowi untuk mencari dosa lama para koruptor.

    Semoga saja Jokowi sedang melakukan operasi senyap. Kita sangat berharap agar orang-orang seperti ini segera ditindak. Jangan sampai KPK terus diserang. Jokowi perlu segera membeking KPK!




    Penulis :   evan kurniawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Surat Cinta Dari DPR Ke KPK : Mohon Tunda Kasus Setya Novanto, Kalau Tidak Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top