728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 13 September 2017

    #Warta : Selamat Menunaikan Ibadah Umroh Jon Riah Ukur Ginting

    Jonru Ginting salah seorang  pegiat Medsos berpengaruh di Indonesia. Sebelum Buni Yani menggetarkan dunia dan seisinya Jonru telah memulai berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran melalui media sosial.

    Pada tahun 2014 Jonru mulai terkenal di kancah nasional. Orang Karo ini memposting status facebok dengan mengatakan orang tua presiden Jokowi tidak jelas. Namun pada waktu itu presiden tidak ambil pusing karena memiliki kesibukan yang luar biasa padat sehingga Jonru tidak dianggap penting  oleh presiden.

    Sebenarnya kalau Jonru normal, dia akan bersyukur karena telah menghina institusi negara (presiden) dan bisa dipidanakan. Namun, karena kerendahan hati presiden Jonru masih menghirup udara bebas hingga saat ini.

    Setelah menghina presiden beberapa kali Jonru memposting status di facebook berupa fitnah dan ujaran kebencian. Seperti mengatakan Indonesia sudah merdeka sejak tahun 1945 namun belum merdeka dari Cina. Hal ini diangap ujaran kebencian terhadap etnis Tionghoa di Indonesia. Di balik pesan tersebut tersimpan harapan agar masyarakat Indonesia menyerang atau mengusir etnis Tionghoa. Sehingga postingan ini bertujuan untuk membenturkan pribumi dan etnis Tionghoa di Indonesia.

    Jonru juga secara terang-terangan berani memfitnah NU. Tanpa pikir panjang apa lagi melakukan kajian Jonru mengatakan NU telah menerima uang 1,5 trilun dari pemerintah. Kita tahu sendiri bahwa NU adalah Ormas terbesar di Indonesia dan paling berpengaruh. Dalam setiap kabinet ada orang NU yang jadi menteri. NU juga memiliki organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang militansi anggotanya sudah teruji dan tidak bisa diragukan lagi. Sungguh Jonru adalah orang yang super nekad.

    Beruntung Banser bukan laskar. Kalau laskar sudah dipersekusi si Jonru. Entah sudah  jadi apa. Jangan-jangan sudah jadi tempoyak karena secara tidak langsung sudah merendahkan ulama-ulama NU yang sangat disegani masyarakat. Kita tahu sendiri Jokowi saja orang yang paling berkuasa di Indonesia sangat hormat kepada ulama-ulama NU.

    Setelah tidak diperkarakan Jonru bukannya tobat tapi tetap saja memposting konten yang tercelah dan tidak terpuji. Hingga pada acara ILC yang mana Jonru menjadi narasumber membahas mengenai Saracen, Jonru kena batunya. Pada waktu itu Jonru “diskakmat” oleh Akbar Faisal anggota DPR-RI Fraksi NasDem. Akbar yang masuk dalam tim inti pendukung Jokowi dan turut serta menyusun rencana kerja pemerintahan Jokowi-JK tahu betul luar dalam presiden. Sehingga dia tahu juga kalau Jonru telah menghina Presiden Jokowi.

    Dalam acara tersebut Akbar Faisal menanyakan kepada Jonru, apakah benar Jonru mengatakan orang tua presiden Jokowi tidak jelas? Jonru tidak bisa mengelak karena hampir semua pengguna facebook, baik haters maupun lovers Jonru tahu kalau Jonru memang memposting hal tersebut. Dari pada malu dan dibuli karena ketahuan bohong Jonru terpaksa mengakuinya di hadapan jutaan pendukung Jokowi yang sedang menonton acara tersebut.

    Namun begitu hebatnya Jonru. Mungkin karena sudah terbiasa melakukan perbuatan tercela, Jonru mengaku bahwa postingannya tersebut bukanlah penghinaan. Dengan ciri khasnya Jonru memotong Akbar Faisal yang sedang berbicara. Seperti biasa Jonru dengan suara serak-serak basah mengatakan aku tidak takut. Bukannya minta maaf.

    Tidak menunggu waktu lama tantangan tidak takut Jonru terjawab sudah. Kamis 31 Agustus 2017 Jonru dilaporkan oleh Muannas Al Adid ke Polda Metro Jaya. Menurut Muannas Jonru telah melakukan pelanggaran hukum karena menyebarkan kebencian atau hate speech melalui media sosial. Muannas juga berpendapat bahwa Jonru merupakan orang yang berbahaya bagi masyarakat karena berpotensi memecah belah umat. Kalau dibiarkan, Jonru akan terus mengadu domba dan meresahkan masyarakat, begitu kata Muannas.

    Setelah itu, tantangan tidak takut Jonru dijawab oleh Muhammad Zakir Rasyidin. Senin 04 September 2017 Jonru dilaporkan ke polisi oleh Zakir. Zakir berpendapat bahwa postingan Jonru berkonten provokasi dan berpotensi membangkitkan konflik SARA. Zakir juga mengatakan bahwa masyarakat Indonesia yang majemuk ingin hidup damai dan aman, sehingga provokasi yang dilakukan Jonru harus dihentikan.

    Setelah dilaporkan, Jonru memiliki pola yang sama dengan Rizieq Shihab Imam Besar FPI dan Egi Sudjana pengacara Rizieq. Setelah tertimpa masalah hukum umroh ke Arab. Padahal kita tahu bahwa umroh bertujuan untuk menenunaikan ibadah, namun disalahartikan. Kalau Rizieq jelas kabur, karena tidak ada orang yang umroh selama beliau hingga berbulan-bulan.

    Jonru juga akan meninggalkan tanah air untuk berangkat umroh. Menurut Jonru, dia dapat tawaran umroh gratis dari salah satu perusahaan penyedia jasa umroh. Beruntungnya Jonru. Disaat ribuan masyarakat gagal umroh karena ditipu First Travel, Jonru dapat tawaran melihat tanah suci Mekkah, mencium Hajar Aswad dan munum air Zamzam gratis. Dan kalau berkesempatan akan bertemu jamaah umroh terlama di dunia Dr. Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab, Lc., M.A., DPMSS.

    Selamat menjalankan ibadah umroh Jon Riah Ukur Ginting, semoga amal ibadahmu di terima Allah. Selesai umroh langsung pulang. Jangan kabur seperti ketua Ormas radikal. Hadapi polisi dan persidangan dengan jantan. Tirulah pahlawan Sosmed Buni Yani. Walaupun sempat emosi tapi selalu hadir dipersidangan.

    Sekian!



    Penulis :  Fery Padli     Sumber :    Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Selamat Menunaikan Ibadah Umroh Jon Riah Ukur Ginting Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top