728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 04 September 2017

    #Warta : Sebar Hoax Rohingya, Wakil Rakyat Kalap dan Kehabisan Akal Jatuhkan Jokowi?

    Tak ayal foto yang disebar oleh Tifatul Sembiring menjadi viral karena kadar hoax yang sangat tinggi. Secara gambar, memang tidak ada sedikitpun yang diedit. Namun secara kronologis waktu, orang ini menyebarkan gambar yang tidak sesuai dengan judul yang ada.

    Manusia memang tidak pernah puas jika hasrat mereka tidak terpenuhi. Orang-orang semacam Tifatul, adalah contohnya. Dedengkot PKS ini malah menyebarkan berita hoax yang benar-benar akan memicu konflik horizontal. Foto yang diunggah di twitter-nya adalah foto pembantaian di Thailand pada tahun 2004.

    Calon gubernur Sumatera Utara ini malah mengirimkan foto yang sama, dengan judul yang sudah diedit. Judul gambar tersebut adalah ‘Continuity of Massacre of Muslims of Burma by Buddhist. More than 1000 killed yesterday.’
    Orang sekelas mantan menteri komunikasi dan informatika era SBY ini bisa-bisanya tidak menyaring cuitannya. Memang ia sudah menghapus foto ini, namun lagi-lagi ngeles dengan mengatakan hal yang menurut saya murahan.
    “Ok saya hapus 1 foto itu, walaupun saya dikirimi puluhan foto2 sadis, termasuk korban anak2 Rohingya yg dibunuh…”
    Ngeles level murahan yang dicuitkan oleh Tifatul Sembiring ini merupakan salah satu bentuk ucapan yang tidak pantas. Mengapa? Karena bukannya mengaku salah dan minta ampun kepada Tuhan, ia malah mencari-cari alasan. Silakan kirim gambar foto-foto sadis yang dimaksud di twitter, silakan dibuat blur, dan jangan sampai hoax lagi.
    Manusia ini wakil rakyat atau wakil haters sih? Bisa-bisanya orang sekelas Tifatul menyebarkan konten hoax tersebut. Bukannya ia menangisi dan membantu warga Rohingya, ia malah membuat keruh permasalahan yang ada. Tidak berlebihan jika kita berkesimpulan bahwa hati orang ini sudah benar-benar tipis dan mulai anarkis.

    Beberapa kali kita melihat para wakil rakyat, sebut saja Tifatul, Fahri, dan Fadli, melakukan nyinyir level dewa kepada pemerintahan Joko Widodo. Orang-orang seperti ini sebenarnya tidak pantas jadi wakil rakyat, hanya saja sistem negara ini yang kurang memberikan kekuasaan bagi rakyat, sehingga partai lah yang menguasai DPR dan MPR.

    Partai-partai seperti PKS, Gerindra, Demokrat, dan PAN memiliki kekuatan yang cukup besar di lembaga Legislatif negara ini. Ya semoga saja ada revolusi mental di DPR dan MPR pada tahun 2019 kelak. Memang kita harus banyak-banyak berdoa untuk Indonesia.

    Potensi pecahnya konflik horizontal memang tidak bisa dihindarkan dan kita harus berjaga-jaga. Ada saja orang-orang yang bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Apalagi kita tahu bahwa ada candi Borobudur yang dikenal sebagai candi umat Buddhist di Indonesia.
    Ketakutan bang?
    Orang-orang yang berbaiat kepada ajaran agama garis keras, sangat dikenal tidak suka dengan patung dan cenderung anarkis jika melihat patung. Bahkan patung Kwan Kong di Tuban saja harus ditutup, karena dikatakan melemahkan iman.

    Bagaimana jika kita bandingkan dengan orang-orang nonmuslim yang sehari lima kali mendengar suara adzan? Orang nonmuslim tidak protes dengan speaker tersebut, mengapa kalian harus protes dengan patung yang diam tersebut? Lemah sekali kalian.

    Bukannya membantu Rohingya, banyak orang-orang, khususnya para pembenci Jokowi malah menggunakan isu ini untuk menjatuhkan Jokowi. Mungkin orang-orang semacam ini sudah kehabisan akal untuk menghancurkan Jokowi dari Indonesia. Maka isu dari luar negeri pun digunakan untuk hancurkan Jokowi. Serangan desperate yang membabi buta ini menunjukkan bahwa orang-orang ini seperti hewan liar yang ingin lepas dari kerangkeng. Semoga saja mereka bukan ‘Saracen-saracen baru’ yang dimaksud.

    Setelah Tifatul sebar foto hoax, Fadli Zon pun menyebarkan twit hoax. Ia mengatakan bahwa rezim ini kelihatan tak peduli Rohingnya. Padahal menlu Retno sudah mengklaim bahwa Indonesia sudah membantu banyak terhadap suku Rohingya yang ada di Myanmar ini.

    Kabarnya Fadli Zon sedang berada di Arab bersama Eggi dan Rizieq. Pantas saja dia berani mencuitkan pesan hoax, karena ia tahu bahwa Arab adalah tempat yang aman bagi para manusia yang ‘siap’ dipanggil polisi. Apakah benar bahwa negara Arab adalah ‘blind spot’ bagi pihak kepolisian RI untuk mengusut tuntas manusia-manusia ini?
    Indonesia butuh perubahan, jangan sampai kebinekaan yang dijalankan di Indonesia harus rusak karena keberadaan orang-orang yang dianggap wakil rakyat. Kekuasaan mereka cukup besar untuk memengaruhi massa. Mereka memiliki corong mulut yang cukup besar. Mereka berpengaruh di Indonesia. Jabatan mereka cukup penting.

    Akhir kata, saya percaya bahwa kelak Tuhan akan membukakan tabir-tabir kepicikan orang-orang penting ini. Saya teringat kalimat yang timeless diucapkan oleh Ahok bahwa ‘Gusti ora Sare’. Semoga saja Tuhan membuka sekali lagi tabir-tabir yang tersembunyi, seperti bagaimana apa yang sudah dilakukan sebelum-sebelumnya dalam kasus penangkapan Rizieq, Eggi Sudjana, First Travel, dan.. Ah sebut saja apapun itu, mereka tak lebih dari benalu.

    Betul kan yang saya katakan?





    Penulis :  Hysebastian    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Sebar Hoax Rohingya, Wakil Rakyat Kalap dan Kehabisan Akal Jatuhkan Jokowi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top