728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 17 September 2017

    #Warta : Sandiaga: Tidak ada Nama Asma Dewi di Tim Kampanye Anies – Sandi

    Sandiaga mengklaim nama Asma Dewi tidak menjadi bagian dari kampanye. Padahal kalau melihat sedikit fakta, Asma Dewi sering kali terlihat berfoto bareng dengan Sandiaga, Jelas dari fakta sementara ini Asma dewi bukanlah orang biasa yang bisa se-enak udel foto dengan Sandiaga, apalagi menjabat tangannya.

    Bahkan bisa dilihat pada foto terlampir, Asma Dewi memakai baju Jakarta Maju Bersama. 
    Foto-foto diatas bisa langsung dilihat asli dari gallerynya ibu Asma
    Dengan caption
    CHEK IN AT PINANG MAS. KEDIAMAN AHMAD DHANI 18 MARET
    Beragam foto yang terlampir dapat dilihat, ada bersama Fadli Zon, Ahmad Dhani dsb. Sudah ada teman penulis yang membahasnya dalam laman berikut https://seword .com/politik/parah-ahmad-dani-mendadak-tak-kenal-asma-dewi-mungkin-harus-lihat-fakta-ini/

    Pada poin pembahasan saya pada opini kali ini, saya akan ceritakan sebuah cerita lama untuk para pembaca yang mungkin ini hanya sebuah cocokologi peristiwa.
    Masih ingat Pilkada Jakarta lalu? Dimana muncul sebuah spanduk provokatif dengan tagline “Bayangkan, Jika kamu muslim lalu coblos kafir, pulang nyoblos meninggal ???”
    Lantas apa hubungannya Asma Dewi dengan poster berikut?

    Pada website milik Anies-Sandi yaitu http://jakartamajubersama .com/kumpulan-meme-dan-poster-hoax
    Mereka mengklaim kalau “Semua meme, poster dan spanduk yang ada di laman ini adalah hoax dan fitnah yang beredar di media sosial dan lapangan, berisi informasi tidak benar dan sama sekali bukan berasal dari tim kampanye resmi Anies-Sandi.”

    Pernyataan yang sama, sama persis dengan apa yang dikatakan Sandiaga terhadap Asma Dewi dalam video terlampir

    “Bukan berasal dari tim kampanye resmi Anies-Sandi”
    Hubungannya adalah, kalau mengingat Pilkada Jakarta, banyak beragam meme, poster dan juga spanduk, muncul dari postingan sebuah akun yang ngakunya mendukung Anies Sandi tapi dituduh sebagai Ahoker.

    Akun ini bernama Cang Haris, mengapa disebut Ahoker? Padahal klaimnya jelas mendukung Anies-Sandi? Karena akun Cang Haris ini kerap memposting beragam gambar yang 50% memenya tercatut di website http://jakartamajubersama .com/kumpulan-meme-dan-poster-hoax
    Seolah-olah mencounter Hoax, tapi sebenarnya sumber gambar tersebut cuma berasal dari 1 pihak akun twitter Cang Haris.

    Permainan terus dilanjutkan seolah-olah mereka mau cuci tangan main bersih yaitu dengan cara “melaporkan” pemilik akun twitter Cang Haris ke polisi. Namun sampai akhir Pilkada tiba Cang Haris masih sempat mencuitkan cuitan terakhirnya hingga akhirnya akun itu kini terhapus.
    Hoax disebarkan oleh satu pihak, dituduh Ahoker, kemudian di counter masuk ke website diatas. Permainannya cukup cantik bukan? Sama seperti kasus Asma Dewi kali ini.

    Dulu sering datang ke acara-acara kopdar, atau mungkin sebut saja acara itu adalah arisannya Ahmad Dani. Berkeliaran bebas ke acara 212, ke sidang Buni Yani, keliling masa Pilkada demi menyuarakan terpilihnya Anies-Sandi.

    Tapi begitu diciduk, begitu diketahui ada aliran dana sebesar 75 juga rupiah ke rekening Bendahara SARACEN, Langsung playing-victim as always.

    Kasus ini tentunya akan terulang kembali pada Pilgub Jabar 2018 mendatang, permainan SARA mulai kembali disebar.
    Dedi diatas adalah Dedi Mulyadi, Bukan Deddy Mizwar, coba bayangkan, Dedi Mulyadi yang muslim saja disebut musuh Islam, ada juga spanduk berikutnya bertuliskan tolak para calon pemimpin yang menggiring umat terhadap kemusyrikan dan kekufuran.

    Pilgub Jabar sebentar lagi dimulai, mereka sudah melancarkan serangan awal yang nantinya hal-hal seperti ini pasti juga tidak diakui dari timses atau relawan dari kubu opisisi. Mereka bermain cantik menggerakan ormas yang nanti kalau ormas ini diciduk tentunya tidak akan dianggap.

    Dedi Mulyadi dituduh sebagai pemimpin yang menggiring umat terhadap kemusryikan disebabkan oleh banyaknya patung di Purwakarta, namun hal ini sebenarnya adalah permainan politik belaka, karena warga Purwakartapun sebenarnya tidak mempermasalahkan, karena mereka tidak ada yang namanya menyembah patung atau jadi musyrik karenanya, dan patung tersebut hanya simbol objek wisata.
    Kalau kita lihat lagi sebuah gambar diatas, abaikan saja logo paling kanan itu, kita fokus pada captionnya saja. Disana disebut kalau Dedi Mulyadi atas Penistaan Agama Islam.. What!!
    Ahok diklaim menistakan agama islam, karena Ahok bukan muslim dan sembarangan mentafsirkan sebuah ayat, oleh karenanya Ahok diklaim sebagai penista agama Islam oleh golongan logo paling kanan itu.

    Sekarang Dedi Mulyadi juga diklaim sama? Padahal Dedi Mulyadi beragama islam, dia muslim. Tapi tetap diklaim menista agama? Tuh baca caption bawahnya lagi yang berwarna merah, menista agama karena klaim pemuja berhala.

    Karena tidak bisa diserang dari sisi “muslimnya” maka caption permasalahan terkesan dibuat-buat. Beginilah cara main mereka, yang nantinya kalau diciduk semua tidak akan diakui sebagai timses atau relawan, atau bahkan tidak dikenal, elo siapa!





    Penulis :   Bani   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Sandiaga: Tidak ada Nama Asma Dewi di Tim Kampanye Anies – Sandi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top