728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 28 September 2017

    #Warta : Rizieq dan Isu Kepulangannya yang Titik-Titik

    Sadar atau tidak, selama Rizieq tidak ada di tanah air, semuanya aman terkendali. Kalaupun ada beberapa isu yang digoreng oleh segelintir oknum berkepentingan untuk menghantam pemerintahan Jokowi, semua nya berakhir dengan damai. Hanya perang di dunia maya saja yang panasnya masih terasa. Tidak ada lagi demo dengan menggunakan angka cantik. Semua orang sadar, bekerja menafkahi keluarga lebih baik dari demo-demo yang tidak jelas untuk memperjuangkan apa.

    Kalau Indonesia sudah damai tanpa Rizieq, untuk apa lagi Rizieq pulang ke tanah air? Toh kalau memang niat untuk menyelesaikan kasus yang melibatkannya, kenapa tidak dari dulu saja? Niat baikkan memang harus disegerakan secepat mungkin. Makin cepat makin baik.

    Saya jadi ingat opening film Avatar : The Legend of Aang, di openingnya kan ada narasi  “Air, Api, Tanah dan Udara. Dahulu keempat negara hidup dengan damai, namun semua berubah saat negara api menyerang”. Jangan-jangan nanti kalau Rizieq pulang, akan ada video parody yang openingnya ada narasi “Dahulu negara Indonesia hidup dengan damai, namun semua berubah saat Rizieq pulang ke tanah air”.

    Kepulangan Rizieq memang menjadi teka-teki. Sudah beberapa kali isu kepulangan Rizieq di beritakan oleh media. Tapi sampai sekarang, Rizieq belum juga kelihatan batang hidungnya.

    Bagi penggemar Rizieq, kepulangan Rizieq memang sangat di nanti-nantikan. Mereka rindu saat bersama-sama turun ke jalan. Rizieq begitu garang saat orasi. Mereka butuh figure pemimpin yang seperti itu. Tanpa Rizieq, mereka seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Seperti macan yang tidak mempunyai taring.

    Tapi bagi masyarakat kebanyakan, kepulangan Rizieq akan menjadi barometer tersendiri untuk penegakan hukum di Indonesia. Mereka akan menunggu, apakah penegak hukum berani menindak seorang Rizieq? Atau kasus ini akan tenggelam sendiri di telan waktu. Kalau penegak hukum tidak berani menindak seorang Rizieq, benarlah ucapan yang sering mereka dengar bahwa hukum di Indonesia tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

    Rizieq sendiri tentu rindu pulang ke tanah air. Rindu di elu-elukan sama penggemarnya. Rindu saat memimpin aksi yang membuat namanya meroket setinggi langit. Hidup di luaran tidak selamanya enak. Pertama, biaya hidup yang besar. Apalagi kita tidak tahu apa usaha Rizieq yang menghasilkan disana. Kedua, hujan emas di negeri orang hujan batu di negeri sendiri. Betapa pun enaknya hidup di negeri orang tetap lebih enak lagi hidup di negeri sendiri. Negeri dengan segala problematika dan kegilaannya.

    ***

    Kalau Rizieq pulang ke tanah air, paling tidak ada 3 alasan yang masuk akal :

    Berani menghadapi proses hukum

    Cepat atau lambat, proses hukum terhadap kasus yang menimpa Rizieq pasti akan tetap dilakukan. Cara terbaik menyelesaikan masalah ini adalah menghadapinya dengan gagah berani. Seperti yang dilakukan oleh Ahok. Apalagi Rizieq dan pengikutnya menganggap kasus ini mengada-ngada. Ok, kalau memang kasus ini mengada-ngada dan penuh kejanggalan, buktikan dong di persidangan. Jangan cuma berkoar-koar di media.

    Lagian, selama di luar negeri, Rizieq pasti sudah belajar tentang apa itu keberanian. Masak tinggal di arab tapi nyalinya segitu-segitu doang. Harus ada perubahan. Itu baru mantap. Pulang ke tanah air dengan kepala tegak, hadapi proses hukum dengan gagah berani dan buktikan dalam persidangan bahwa dia tidak bersalah. Clear.

    Ada “kekuatan” yang memback up nya

    Sudah beberapa kali kita mendengar isu kepulangan Rizieq tapi sampai sekarang Rizieq nggak pulang-pulang. Apa Rizieq perlu “kekuatan” untuk memback up nya? Saya rasa tidak. Toh, saat Rizieq pulang semuanya akan biasa-biasa saja. Tidak ada yang mau mengapa-ngapain dia. Kan ada aparat hukum yang bisa menjaga nya agar tidak terjadi apa-apa. Santai saja.

    Tapi kalau Rizieq tetap khawatir dan hanya mau pulang jika ada jaminan, itu akan membuat isu yang tidak enak di masyarakat. Kalau nanti Rizieq pulang, masyarakat akan bertanya-tanya, siapa yang memback up nya? Nah, siapa yang bisa menjawabnya coba?

    Ada yang memerlukan “jasa” nya

    Terlepas dari polemik yang terjadi saat ini pada Rizieq, harus diakui bahwa dimasa lalu Rizieq pernah berhasil memimpin 7 juta orang. Itu prestasi yang sangat luar biasa. Nah, kalau tiba-tiba Rizieq pulang, bukan tidak mungkin ada yang membutuhkan “jasa” nya.

    Saat ini isu kebangkitan PKI tengah hangat-hangatnya dibicarakan, besok akan ada aksi 299. Kalau aksi besok ada peluang untuk segelintir oknum berkepentingan, bukan tidak mungkin Rizieq akan pulang untuk memimpin aksi yang lebih besar lagi.

    Biarlah Rizieq dan isu kepulangannya tetap menjadi titik-titik. Toh, mau pulang atau tidak terserah beliau saja. Yang penting kita fokus kerja…kerja…kerja…

    Bagi yang mau melakukan aksi, silahkan. Tapi tetap jaga keamanan dan keselamatan. Waspada sama orang yang ada disekeliling anda, bukan tidak mungkin akan ada bom yang meledak tiba-tiba. Kalau itu sampai kejadian, sampai kiamat pun anda tidak akan pernah tahu apa yang menjadi penyebab kematian anda.

    Begitulah kura-kura.



    Penulis   :    Muhammad Hatim    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Rizieq dan Isu Kepulangannya yang Titik-Titik Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top