728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 04 September 2017

    #Warta : Puji Tuhan Alhamdulilah, Patrialis Akbar Divonis 8 Tahun Penjara

    Gusti ora sare, Tuhan tidak tinggal diam, Murka-Nya menyala-nyala terhadap orang-orang fasik nan munafik yang menzalimi umat-Nya yang tidak bersalah. Satu  per satu musuh bebuyutan Ahok ambruk, terjungkal tidak berdaya, terkaing-kaing meratapi nasib mereka dengan kertak gigi yang tak tertahankan.

    Salah satu pembeci Ahok kelas akut yaitu Patrialis Akbar, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi yang suci itu, akhirnya hari ini divonis penjara 8 tahun. Silahkan menikmati jeruji besi yang dingin, pengab, bau pesing dan bau hawa pup selama 8 tahun lamanya.

    Hukuman 8 tahun penjara itu adalah hadiah yang pantas dan terindah buat si beliau ini yang begitu menggebu-gebu membenci Ahok sampai ke ubun-ubun. Mulai dari menyerukan umat Islam agar jangan pilih Ahok yang kafir itu sampai menggunakan istilah Ahok untuk menyebut nama penyuapnya, semuanya akibat akar kebencian dan akar kepahitan yang tidak mendasar kepada Ahok.

    Entah apa yang telah diperbuat Ahok terhadap orang ini sampai sebegitu bencinya dia sama Ahok. Dia bilang dia sangat prihatin sekali umat Islam akhirnya tercerai berai hanya kaeena Ahok.

    Si beliau ini juga bilang bahwa dalam sejarah solidaritas umat Islam tidak boleh sampai mengalahkan akidah. Si pemegang kunci gerbang kerajaan sorga ini ingin umat Islam se-DKI Jakarta kembali kepada Alquran dan Hadist.

    “Ketika putusan berada di tangan non-Muslim, maka umat Islam yang selalu dirugikan,” begitu kata Patrialis Akbar si koruptor ini.

    Padahal realitanya dia justru disuap oleh orang Kristen yang parahnya lagi adalah seorang Pendeta. Jika si Patrialis Akbar ini konsisten dengan koar-koarnya selama ini yang menyerang Ahok yang non-Muslim, harusnya dia menolak mentah-mentah suap dari Basuki Hariman, karena Basuki Hariman itu non-Muslim yang beragam Kristen, Pendeta pula.

    Namun faktanya, Patrialis Akbar justru kerjasama dengan Basuki Hariman. Kerjasama itu bukan untuk menjadi garam dan terang bagi bangsa Indonesia, namun justru berpotensi menghancurkan negara ini dengan kongkalingkong soal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Semua itu tentu saja dia lakukan demi kepuasan duniawi dirinya.

    Sesuai dengan pernyataannya yang bilang bahwa ketika putusan berada di tangan non-Muslim, maka umat Islam yang selalu dirugikan. Ucapannya itu benar adanya dan kena ke dirinya, buktinya dia ketiban sial dan dirugikan masuk bui 8 tahun lamanya karena menerima keputusan dari tangan non-Muslim, yaitu si penyuapnya Basuki Hariman itu.

    Hakim Mahkamah Konstitusi yang sering berdakwah sebagai topeng kemunafikannya ini diciduk penyidik KPK saat asyik bermasyuk ria berbelanja di Mall Grand Indonesia bersama dengan cem-cemannya bernama Anggita yang bening nan cantik jelita itu.

    Barang busuk sekalipun disimpan rapat-rapat suatu saat akan tercium juga baunya. Kedok busuknya Patrialis Akbar yang menerima suap terkait permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah perbuatan keji karena tidak mendukung program pemerintah dalam hal memberantas korupsi dan juga menciderai lembaga Mahkamah Konstitusi.

    Akhirnya kena batunya juga orang munafik ini. Hari ini dia divonis 8 tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 12 huruf c jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

    Patrialis juga diwajibkan membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Harusnya dia bersyukur keputusan Hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK yang menuntutnya 12,5 tahun penjara membayar denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

    Padahal sebelumnya si Patrialis Akbar ini ngotot tidak mau mengakui perbuatan tidak terpujinya itu menerima suap dari pengusaha impor daging Basuki Hariman. Ia berupaya meyakinkan kepada dunia bahwa tuduhan menerima suap adalah hal yang tidak benar. Dia juga playing victim bahwa dia dizalimi semena-mena. Dia bahkan berani jualan agama dengan menuding pemerintah, dalam hal ini KPK, menzalimi dirinya sebagai umat Islam.

    “Saya diduga ditangkap tangan, terima uang yang sampai hari ini Alhamdulillah tidak bisa dibuktikan. Saya heran, kasus yang dianggap besar dan membuat Republik ini gentar bahwa saya menerima uang, tapi sampai sekarang tidak pernah dibuktikan,” ujar Patrialis Akbar dengan sangat lantang.

    Namanya juga maling mana ada yang ngaku. Kalau maling ngaku, maka penjara penuh dong. Setelah ditelusuri ternyata uang hasil japremnya itu akan dia gunakan untuk membeli Apartemen di Casa Grande Residence, Tower Chianti, Lantai 41 unit 11 tipe 2BRD buat cem-cemannya si Anggita itu.

    Anggita akhirnya mengaku. Anggita juga bilang bahwa ia pernah dibelikan pakaian dan mobil oleh Patrialis Akbar dan sering diberikan uang oleh Patrialis Akbar. Ya beginilah akibatnya gara-gara salah mengurusi Undang-undang impor daging, akhirnya nyasar ke daging Anggita.

    Sungguh sial nasibmu, om Ustadz. Delapan tahun meringkuk dalam penjara itu bukan waktu yang singkat. Makan tidur, pipis dan pup berdampingan dengan kloset, no springbed, no AC, no Anggita, hanya berteman dengan nyamuk-nyamuk yang nakal dan kecoak-kecoak yang merayap disela-sela kloset dalam kamar penjara, begitulah kura-kura.




    Puisi Penulis :    Argo     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Puji Tuhan Alhamdulilah, Patrialis Akbar Divonis 8 Tahun Penjara Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top