728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 18 September 2017

    #Warta : Prabowo dan Amin Rais, Klan Orde Baru yang Kembali Merusuh?

    Prabowo mengatakan, bahwa bantuan pemerintahan Jokowi kepada Rohingya merupakan pencitraan saja. Menurutku, tidak ada yang salah dengan pernyataan mereka berdua, karena mereka Cuma mengada-ngada tanpa bukti.

    Menurut saya juga, tidaklah penting bantuan yang diberikan untuk Rohingya tersebut berupa pencitraan atau bukan. Yang paling terpenting adalah, kita membantu, bukan hanya ngomong doang, bukan hanya demo doang. Karena gak akan berpengaruh apa-apa untuk warga Rohingnya.

    Jika orang melakukan pencitraan dengan berlomba-lomba melakukan aksi nyata membantu sesama, saya sangat setuju hal tersebut dijadikan kebiasaan. Terkait itu pahala kebaikannya diterima oleh yang maha kuasa atau tidak, itu biarlah menjadi urusan yang maha kuasa.

    Bisa kita bayangkan, jika semua orang melakukan pencitraan seperti yang dilakukan Jokowi, pasti dunia menjadi lebih baik. Setiap ada permasalahan, meskipun demi pencitraan, orang-orang berlomba-lomba untuk membantu. Lama-lama, orang susah habis karena lomba pencitraan.

    Jika dibandingkan dengan orang yang merasa suci dan benar tetapi kerjaannya cuma ngomong di mimbar, di podium tanpa aksi nyata, pencitraan dengan aksi nyata menurut saya lebih berguna bagi kehidupan ketimbang mereka.

    Mengenang prabowo

    Karena Prabowo mengandai-andai dengan mengatakan apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi pencitraan, sekarang giliran kita yang ikut berandai-andai tentang masa lalu Prabowo.

    Siapa yang tidak kenal Prabowo, menantu dari Soeharto. Menurut rumor yang beredar, dia dipecat secara tidak hormat. Seseorang yang dipecat secara tidak hormat dalam militer, sudah pasti memiliki masalah yang besar.

    Selain itu, menurut rumor yang beredar pula, Prabowo banyak tersandung masalah HAM saat masih di militer.

    Pada zaman dahulu, siapa sih yang dapat menyenggol keluarga cendana? Jangankan prabowo yang Jendral, Tommy Soeharto yang bukan Jenderal saja tidak ada yang berani menyentuh. Bahkan terakhir kali Tommy dengan entengnya membunuh hakim.

    Saya tidak perlu panjang lebar menjelaskan masa lalu Prabowo, sudah banyak berita hingga artikel yang berceceran mengenai hal tersebut.

    Mengenang Amien Rais

    Sama seperti Prabowo, Amien Rais juga memberi pernyataan mengandai-andai, bahwa apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi membantu Rohingya cuma pencitraan, sekarang giliran kita mengenang masa lalu dia dan ikut berandai-andai.

    Menurut rumor yang beredar, untuk dapat menduduki kursi pimpinan Ketua Umum Muhamadiyah, Amien Rais dibantu oleh Soeharto. Jadi tidak heran jika pada saat pemilihan Presiden, Amien Rais berteriak paling keras supaya Soeharto dilantik lagi menjadi Presiden.

    Meskipun begitu, Amien Rais bukanlah orang bodoh. Krisis ekonomi yang melanda Asia dan Indonesia juga ikut terkena dampaknya, akan menggoyang pemerintahaan Soeharto, itu sudah terbaca olehnya. Kediktatoran orde baru juga ikut berperan serta menambah kemuakan berbagai kalangan, sehingga Reformasi meruntuhkan masa Orde Baru tersebut. Melihat peluang itu, giliran Amien Rais yang berteriak paling kencang mengenai Reformasi, sehingga ada yang menyematkan nama bapak reformasi untuk dirinya. Jika zaman orde baru sudah seperti saat ini, jejak digital pasti mempermalukan Amien Rais.

    Kaum nasionalis yang digawangi oleh Megawati serta kaum agama yang digawangi oleh Gusdur, itulah yang berperan penting dalam meruntuhkan orde baru. Lainnya, para pengusaha dan kalangan militer juga sudah muak, sehingga ikut bahu membahu menelurkan reformasi.

    Kuatnya pengaruh Gusdur dan Megawati akhirnya membuat mereka berduet menjadi Presiden dan Wakil Presiden walaupun sebentar, akibat masih banyaknya sisa-sisa orde baru yang masih menjamur dan membuat kisruh. Contohnya siapa? Para pembaca seword tentu bisa menebak sendiri.

    Metode orde baru

    Jika ada yang bilang enak zaman orde baru, saya hanya bisa tertawa. Memang ada hal yang baik dari orde baru yang harus kita akui, tetapi buruknya juga harus kita sadari. Salah satunya adalah pemerintahan yang otoriter, Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) menggerogoti bangasa dari dalam. Hutang luar negeri digali hanya untuk dibakar dan dikorupsi pada zaman itu, sehingga gampang terkena dampak krismon karena pondasi ekonomi yang keropos.

    Zaman dahulu, KKN merajalela dan tidak tersentuh hukum, lantaran banyak pihak yang bermain. Yang penting punya kuasa, KKN dapat dilakukan dengan santai. Berbeda ketika KPK dibentuk di masa Presiden Megawati, perasaan was-was sudah mulai menghantui jika ingin melakukan tindak korupsi. Jadi jika ada yang menginginkan KPK dibubarkan, berarti pemikiran dan budayanya masih peninggalan orde baru.



    Penulis  : Cak Anton     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Prabowo dan Amin Rais, Klan Orde Baru yang Kembali Merusuh? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top