728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 20 September 2017

    #Warta : PKI di ILC, dan Jokowi Hantam Bani Radikal dan Musuh Politik dengan Center of Gravity

    ILC alias Indonesia Lawyers Club secara tak berguna ngeributin soal PKI, dan menyedot perhatian. Tentang film (dan G 30 S/PKI) Jenderal  Gatot Nurmantyo ngomong apa? NU ngomong apa? Bayak orang gemes melihat langkah Presiden Jokowi. Sebelumnya juga rakyat gemes. Pun juga termasuk kisruh isu PKI sejak 2014. Padahal bagi Presiden Jokowi membahas isu dan ribut soal PKI itu hanya pekerjaan bagi orang yang kurang kerjaan!

    Pemahaman Jokowi tentang G 30 S/PKI

    Terkait ILC, patut disampaikan pemahaman terang-benderang Presiden Jokowi cukup hanya dalam empat paragraf berikut ini. Itulah sebabnya dia menyampaikan perlunya film baru terkait G 30 S PKI versi kekinian.

    Paragraf pertama. Kasus 212 dan turunannya berwujud demo nomor togel dianggap sebagai wujud kelambanan bersikap seorang presiden. Kekuatan mafia yang hampir dibinasakan dengan kasus Papa Minta saham pun seolah gagal dimanfaatkan. Juga strategi kader Gerindra dan musuh Jokowi seperti Prabowo dan Kivlan Zen mengusung isu PKI sebenarnya lebih gampang dihajar sejak awal.

    Paragraf kedua. Lalu isu PKI pun menggelinding bagai air bah, dan lagi-lagi dia dianggap kurang cepat. Yang terjadi bukan demikian. Jokowi paham bahwa terkait dengan G 30 S/PKI, tidak ada seorang pun baik yang hidup maupun yang mati, yang tahu kejadian yang sebenarnya kecuali eyang saya Presiden Soeharto dan tentu Bung Karno.

    Paragraf ketiga. Semua orang yang  yang membunuh, yang terbunuh, yang dipenjara, yang menumpas, yang ditumpas, dalam peristiwa Gestapu adalah para korban. Tak lebih. Peristiwa itu juga memertontonkan kehebatan masterminds sejarah strategi proxy warfare yang luar biasa, dengan pusatnya yang rapi asyik eyang saya Presiden Soeharto. Bahkan tokoh sehebat Bung Karno pun menjadi korban.

    Paragraf keempat. Hanya eyang saya Presiden Soeharto yang mengeruk keuntungan dari peristiwa G 30/S PKI berikut tragedi pembunuhan sekitar 1 juta nyawa melayang itu. Dan, semuanya gelap. Maka tidak salah ketika kebingungan itu juga melanda tidak hanya Jenderal Gatot terkait kebenaran film, ini film lho, bukan sejarah tentang G 30 S PKI, juga semua orang yang gagal paham. Karena memang tidak ada yang paham.)

    Center of Gravity di Mata Jokowi

    Kembali ke pokok bahasan. Strategi Jokowi menghantam Islam radikal, SBY, Prabowo, Rizieq, bahkan para pendukung Anies dan juga yang lainya. Dia memahami sesuatu dengan cara unik dan berbeda. Dia melihat dengan mata spiritual instink dan strategi politik-militer yang spesifik: memahami letak kelemahan atau titik ketidakseimbangan lawan. Center of gravity kawan dan lawan politik! Hebat.

    Center of gravity – baik yang tersimpan dalam memori pribadi maupun yang telah terusik dalam makna positif dan negatif – bisa  menjadi penentu kepribadian. Itu berlaku secara universal. Maka menjadi menarik dan berkembang terori tentang bangsa, negara dalam geostrategic, geopolitik, dan geoekonomi sebuah bangsa akan tampak pengaruh dari center of gravity-nya. Namun sifat center of gravity ini hanya bisa digali secara jeli. Maka berikut inilah center of gravity mereka.

    Tulisan ini akan turun menjadi dua bagian. Bagian pertama terkait dengan center of gravity sebagian musuh politik Islam radikal, Rizieq, SBY, Prabowo, dan beberapa orang lain. Mungkin menempatkan Rizieq dan Prabowo bahkan SBY dalam deretan musuh politik dianggap tidak tepat. Namun, dalam kalangan pemraktik spiritualisme, klenik, ngelmu, energi kasepuhan, alam, banyak yang mengikuti arahan Ki Sabdopanditoratu tanpa reserved. Gak percaya silakan ambil risiko sendiri. Wkwkwkw.

    Di bagian kedua tulisan ini akan ditampilkan strategi politik Jokowi yang terkait dengan politik dan militer yang  secara telak mengalahkan para  musuhnya. Ini terkait dengan peta persaingan politik keroyokan alias proxy warfare yang tengah berlangsung yang melibatkan orang dan musuh politik Jokowi dan gerombolan mereka – dengan penggerak dan pengerek di sekitaran mereka yang tidak dipahami publik.

    Tulisan bagian kedua menjawab fenomena proxy warfare yang dimainkan oleh mereka secara strategi militer dalam poltik makro. Dan, dia pun memahami dengan sepenuh instink politik bawaan yang memang unik. Ini penting. Siapa pun yang telah mengenyam pendidikan militer di Fort Leavenworth atau West Point akan paham terkait center of gravity dalam geostrategis dan geomiliter bangsa dan negara.

    Dalam menghadapi isu politik ini dia selalu memerhatikan fakta-fakta sejarah tokoh negarawan dan militer yang tidak banyak dipahami oleh publik kebanyakan. Ini perlu diungkap kulitnya agar masyarakat tenang dan bahagia.

    Jokowi  dan Center of Spiritual Gravity

    Presiden Jokowi sangat  memahami strategi dan memiliki kelengkapan informasi yang kebanyakan orang tidak akan paham. Bahkan untuk hal dan perkara yang kecil pun dia memiliki alasan yang cukup sahih. Salah satu yang luar biasa adalah center of spiritual gravity – pusat keseimbangan energi spiritual.

    Contohnya, dia memilih tinggal di Bogor. Keputusan itu menghentak banyak orang di seantero Tanah Sunda. Kenapa? Pilihan itu adalah jaminan kelanggengan kekuasaan 2 periode. Penyebabnya adalah Bogor adalah pusat gravitasi ilmu, energi, dan kekuatan. Namun, konsekuensinya pun demikian berat: perlawanan semua elemen yang energi dan sumber daya mereka – dalam konteks spiritual dan umum – terkuras oleh Jokowi. Kisah ini pun berawal dari kejatuhan Bung Karno di Bogor.

    Kejatuhaan Bung Karno pun disebabkan oleh kemampuan eyang saya Letkol Soeharto membalikkan energi Istana Bogor dengan gerombolan ‘penyelaras energi’ yang dibawa ke Istana Bogor selama sepekan sebelum peristiwa 11 Maret 1966.

    Peristiwa pemindahan paksa Bung Karno dari Jakarta dengan helikopter ke Istana Bogor pun bagian dari rancangan penyekapan pemusaatan energi di satu tempat. Dengan demikian, penyerangan menjadi lebih efektif. Mendekati pusat energi yang besar dan tidak terpencar.

    Eyang saya Presiden Soeharto diwanti-wanti untuk tidak tidur dan menginap di Istana Bogor. Dan dia melakukannya dengan baik selama 32 tahun. Hal ini terkait dengan serangan gerombolan energi negatif yang ditiupkan pada sepekan tersebut di tahun 1966. Kekuatan energi yang banyak orang tidak percaya ini sungguh menarik.

    Titik Kekuatan Energi di Sekitaran dan Istana Bogor

    Istana Bogor adalah titik pusat bangunan dan kuno situs kerajaan Sunda Kuno. Pemilihan membangun di tempat itu oleh Belanda sebenarnya bertujuan menyingkirkan tahayul dan supertisi lama. Malah yang terjadi pembangunan Istana itu melanggengkan energi kasepuhan dan Sunda Kuno yang hebat sampai saat ini. Kerajaan Tarumanagara, Sunda Kuno,

    Terkait dengan kekuatan itu, maka SBY adalah sosok yang mendekat dengan kekuatan spiritual hebat. Dekat dengan Bogor. Hasilnya? SBY menang dua kali melawan Megawati yang tidak lebih dekat dengan center of spiritual gravity.

    Fakta selanjutnya adalah Prabowo hampir menang melawan Jokowi, bahkan di Jawa Barat menang mutlak. Kenapa? Prabowo tinggal di Hambalang Bogor, yang mendekati center of spiritual gravity. Hanya karena laku kejujuran pribadi Jokowi yang mampu menghantam pengaruh besar center of spiritual energy yang sudah membentengi Prabowo. Itulah sebabnya Amien Rais dan pendukung Prabowo telah 100% yakin junjungannya menang.

    Akibat dari penguasaan center of spiritual gravity oleh Jokowi, maka seluruh kalangan spiritualis pun kelimpungan dibuatnya. Bahkan manusia yang sok mengaku sebagai orang pintar, atau pun paranormal, seperti Ki Gendeng saja terjengkang dan gerah. Seluruh energi positif terkait center  of spiritual gravity telah diambil Jokowi.

    Di kalangan tetua dan para ‘ngelmu’, dan tokoh masyarakat Sunda, telah terbangun sikap skeptis tentang dukungan kepada Prabowo yang mereka katakan tidak bermanfaat sama sekali. Kenapa? Energi dan ilmu kasepuhan Tanah Sunda telah direngkuh oleh Jokowi. Dan, Sunda adalah atasan dan lebih tua dari Tanah Jawa sana.

    Bahkan saking hebatnya, Pu’un dari kalangan Badui mendengar dengan jelas akan kehadiran Jokowi dalam kancah kekuasaan di Nusantara. Untuk itu secara tak segan mereka mendekatinya sebagai pemimpin yang mereka akui dan cintai.

    Yang paling fenomenal adalah untuk kali pertama bangsa Badui – yang memiliki energi besar karena mendiami wilayah pegunungan energi abadi sumber emas pegunangan – memberikan energi kepada Presiden Jokowi menjadi pemimpin Nusantara pertama setelah Prabu Siliwangi. Energi ini tidak pernah diberikan kepada penguasa mana pun di Banten. Tidak juga penguasa kolonial.

    Jadi langkah Jokowi tinggal di Bogor memiliki dampak politik yang luar biasa di dalam dunia spiritual. Yang tidak percaya silakan karena faktanya memang demikian. Misteri dan spiritualitas adalah kenyataan. Itu menjadi senjata energi spiritual yang tak akan bisa dikalahkan oleh musuh politiknya. Hal yang tidak banyak orang paham. (Dalam bagian kedua akan menguliti center of gravity musuh politik dalam strategi militer dan perang proxy.) Demikian Ki Sabdopanditoratu. Salam bahagia ala saya.


    Penulis :   Ninoy Karundeng    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : PKI di ILC, dan Jokowi Hantam Bani Radikal dan Musuh Politik dengan Center of Gravity Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top