728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 26 September 2017

    #warta : Pekan Depan Sidang Vonis Buni Yani, Nasib Pahlawan Sosmed Kini Diujung Tanduk

    Kamis, 6 Oktober 2016 hari bersejarah bagi Buni Yani. Waktu itu Buni Yani memposting sesuatu hal yang mengubah sejarah perpolitikan di Indonesia. Begitu hebatnya Buni Yani, hanya dengan mengunggah video di facebook bisa mencetak sejarah, jadi terkenal dan jadi idola kaum bumi datar.

    Hanya Buni Yani yang mampu menjungkalkan sekaligus membuat gubernur masuk penjara dengan update status di facebook. Bandingkan dengan FPI misalnya, berkali-kali demo menolak Ahok jadi gubernur dan menerbitkan gubernur KW Fakhrurrozi Ishak. Namun perjuangan ini  sia-sia. Seperti kata presiden hanya melakukan perbuatan yang tidak produktif saja.

    Ahok tetap saja ngantor di balai kota DKI Jakarta melayani masyarakat DKI Jakarta. Bahkan gubernur tandingan saat ini tidak tahu kabarnya. Apakah ikut umroh bersama Rizieq atau ikut bela Buni Yani?

    Saat itu, tengah malam pukul 00.28 Buni Yani mengunggah potongan video pidato Ahok di pulau Seribu. Dalam pidatonya Ahok mengatakan masyarakat tidak perlu risau untuk tidak memilihnya. Karena, walaupun Ahok tidak terpilih lagi jadi  gubernur, Ahok masih akan menjabat hingga Oktober 2017. Sehingga masih bisa memantau proyek pengembangan ikan di pulau tersebut.

    Dalam pidatonya Ahok juga menyinggung surat Al-Maidah. Fotongan pidato inilah yang kemudian diunggah Buni Yani ke akun facebooknya.

    Agar postingannya lebih mantap dan terlihat cerdas, Buni Yani menambahkan komentar “PENISTAAN TERHADAP AGAMA?”, semuanya menggunakan huruf besar. Kemudian dibawah komentar tersebut ditambahi komentar “bapak-ibu [pemilih muslim]…. dibohongi surat Al-Maidah 51”…[dan]masuk neraka [juga bapak-ibu]dibodohi’. Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini”.

    Dari postingan ini kita dapa mengetahui kalau Buni Yani adalah orang yang mampu memprediksi masa depan. Sekelas mama Lauren saja yang merupakan peramal kondang kalah hebat dengan Buni Yani. Karena mama Lauren ramalannya ada yang salah. Beda dengan Buni Yani yang sekali meramal langsung terbukti. Mungkin Buni Yani terinspirasi dari Nabi Yusuf yang mampu meramalkan mimpi raja Qithfir.

    Ramalana Buni Yani bahwa akan terjadi sesuatu yang kurang baik, benar-benar terjadi. Mereka yang selama ini membenci Ahok, dirugikan dengan kebijakan Ahok, lawan politik Ahok dan yang ingin berkuasa menggantikan Ahok rame-rame bergabung membangun koalisi bersama menuntut agar Ahok dipenjarakan.

    Hal itu bertepatan pula dengan momentum Pilkada Jakarta. Habislahlah Ahok. Karena yang berusaha menjatuhkannya tidak hanya pembela agama tapi juga kelompok yang ingin berkuasa denegan menggunakan isu agama.

    Demo berjilid-jilid atas nama bela ulama, bela Alqur’an dan bela Islam pun dilakukan. Tidak hanya mereka yang biasa teriak-teriak takbir seperti FPI yang ikut demo, Tapi ada juga politikus yang selama ini berseberangan dengan Ahok seperti fahri hamzah, fadli zon, amien rais, ahmad dani dan lain-lain.

    Namun dari aksi terstruktur, sistematis dan masif membangun image Ahok sebagai penista agama ini yang paling mendapat panggung adalah FPI, ormas radikal pimpinan Rizieq Shihab. Karena dengan momentum ini FPI semakin terkenal. Semua stasiun TV memberitakannya. Rizieq yang orasi berapi-api menuntut agar Ahok dipenjara juga membuat nama FPI semakin bersinar. Kalau lihat Rizieq orasi saat demo beberapa waktu yang lalu, rasanya Rizieqlah yang tepat jadi Macan Asia, bukan Prabowo.

    Demo berjilid jilid memang berdampak positif bagi kubu Anies-Sandi sebagai Cagub/Cawagub lawan Ahok, yaitu mereka dapat memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Namun, dampak negatifnya juga tidak kalah banyak. Pada saat itu di Jakarta hampir saja terjadi chaos, karena begitu banyaknya masa yang berdemo ria. Contohnya saja ada pendemo yang menjarah tokoh Indomaret. Bersyukur pendemo yang tidak gagal fokus, sehingga banyak tokoh yang berhasil terselamatkan.

    Dengan tingginya tekanan masa, Ahok terpaksa dikorbankan. Awalnya ditetapkan tersangka oleh polisi. Ahok kemudian tidak mengajukan Praperadilan dan mengikuti proses persidangan. Saat proses persidangan FPI masih tetap saja demo. Begitu bernafsunya mereka menjegal Ahok. Mungkin menurut FPI pahala yang paling besar adalah demo. Sehingga demo saja kerjanya berhari-hari.

    Setelah lelah melalui beberapa kali persidangan akhirnya Ahok divonis dua tahun penjara. Tamatlah riwayat Ahok melayani warga DKI Jakarta, memarahi bawahannya yang tidak becus bekerja, adu mulut dengan anggota DPRD DKI dan segala banyolannya yang membuat dia dibenci sekaligus dicintai.

    Buni Yani dengan segala kesaktiannya ternyata ada pihak yang berani melaporkannya ke polisi. Pahlawan Sosmed dilaporkan oleh relawan Ahok atas pelanggaran UU ITE berupa penghasutan berkonten SARA. Akibatnya Buni Yani juga harus berurusan dengan hukum.

    Polda Metro Jaya kemudian menetapkan Buni Yani sebagai tersangka atas postingannya yang dianggap SARA. Buni Yani pun tidak terima ditersangkakan lalu mengajukan Praperadilan. Namun ada daya, gugatan Praperadilan Buni Yani ditolak hakim. Sehingga Buni Yani juga harus berjuang dipersidangan bersama pengacaranya Aldwin Rahadian.

    Saat ini nasib Buni Yani sedang  diujung tanduk. Selasa, 3 Oktober 2017 mendatang ketukan palu hakim akan menentukan nasib pahlawan Sosmed ke depannya. Apakah akan bebas atau jangan-jangan dihukum 6 tahun penjara? Sepertinya hal itu yang sedang dipikirkan Buni Yani saat ini dan tentunya menarik untuk disaksikan.

    Sekian!



    Penulis :   Fery Padli    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #warta : Pekan Depan Sidang Vonis Buni Yani, Nasib Pahlawan Sosmed Kini Diujung Tanduk Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top