728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 27 September 2017

    #Warta : Papa Setnov Sakit Keras Saat Hendak Diperiksa, KPK Wait and See

    Beberapa hari ini terasa ada yang kurang di Kompleks Parlemen. Setya Novanto, ketua DPR-RI tidak bisa hadir untuk menjalankan tugas di senayan. Padahal ada banyak tugas yang menunggunya. Menurut kabar berita Papa Setnov sedang sakit keras, sehingga harus meninggalkan tugasnya sebagai wakil rakyat.

    Setnov diketahui sakit setelah ditetapkan tersangka oleh KPK. Awalnya ketua Partai Golkar tersebut terlihat sehat walafiat tidak kurang satu apapun. Namun semenjak berganti status, maksudnya bukan dari menikah jadi duda, tapi dari politikus menjadi tersangka, penyakit mulai berdatangan menghampiri tubuh Setnov.

    Setnov saat ini sebenarnya tidak hanya bertugas menjalankan amanat rakyat yang diembannya tapi juga sedang menjalani pemeriksaan oleh KPK atas kasus korupsi proyek e-KTP. Namun sakit Setnov sangat parah sehingga tidak memungkinkan untuknya bertugas dan mempertanggungjawabkan perbuatannya mencuri uang rakyat miliaran rupiah.

    Menurut Nurul Arifin, yang merupakan Ketua Bidang media dan Penggalangan Opini Partai Golkar bahwa sebagian besar fungsi jantung Setnov terganggu. Bahkan menurut pemeran film “Hati yang Perawan” tersebut bahwa fungsi jantung Setnov tersumbat hingga 80%. Bersyukur masih ada 20% yang tersisa, kalau 100%, tidak bisa dibayangkan kesedihan rakyat yang mengantar Setnov ke parlemen.

    Dari penyakit yang diterita Setnov ini dapat kita ketahui bahwa yang dapat merusak fungsi jantung tidak hanya merokok, seperti peringatan yang tertera di setiap bungkus rokok. Tapi juga korupsi yang dapat merusak fungsi jantung hingga 80%.

    Jantung memiliki peran yang vital terhadap tubuh manusia. Sehingga penting bagi Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, Yayasan Jantung Indonesia dan Ikatan Perawat Indonesia untuk menghimbau kepada masyarakat agar tidak korupsi karena dapat mengganggu kesehatan jantung.

    Kasus mendadak sakit setelah ketahuan korupsi sebenarnya bukan papa Setnov yang pertama. Sebelumnya ada politikus parta Demokrat Sutan Bahtoegana yang tiba-tiba sakit saat proses persidangan atas kasus korupsi yang menimpanya. Akibatnya hakim terpaksa menunda persidangan tersebut.

    Sutan Bahtoegana ditetapkant tersangka atas kasus menerima grativikasi pembahasan APBN di Kementerian ESDM era Jero Wacik yang juga tersangka korupsi. Bahtoegana kemudian dijerat UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

    Namun, saat mendekam dibalik jeruji besi Bahtoegana benar-benar sakit. Dia divonis menderita kanker hati. Penyakit ini tidak main-main, karena beberapa kali sutan harus pindah rumah sakit, yakni RS. Hermina Bandung, RS. Medistra Jakarta dan terakhir RS. BMC Bogor. Di rumah sakit BMC ini Sutan Bahtoegana menghembuskan napas terakhir pada tanggal 19 November 2016.

    Persis dengan Bahtoegana, Setnov juga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Setnov dirawat di  RS. Premier Jakarta. Menurut kakak kandung Setnov, Setyo Lelono, Setnov telah dua kali menjalani operasi. Operasi pertama yaitu kateterisasi jantung, untuk mengembalikan fungsi jantunya yang terganggun 80%. Namun, setelah operasi Setnov mengeluh sering muntah, kembung dan pusing kepala.

    Foto Setnov yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit beredar di dunia maya. Terlihat dalam foto, Setnov didampingi istrinya sambil tersenyum. Di wajah Setnov terpasang alat bantu pernapasan. Setnov diimpus dengan disisi kanannya terlihat ada monitor. Dalam foto juga terliha Setnov memejamkan mata, sepertinya sedang terlelap tidur dan bermimpi indah.

    Sakit Setnov yang bertepatan dengan pemeriksaannya sebagai tersangka menjadi hambatan tersendiri bagi KPK karena terpaksa menunda pemeriksaan Setnov. Menurut wakil ketua KPK Saut Sitomorang, pemerikasaan Setnov belum dilakukan karena keadaan yang tidak memungkinkan. Saut juga menambahkan KPK masih percaya kalau Setnov benar-benar sakit.

    Akan tetapi, supaya Setnov tetap bertanggung jawab atas berbuatannya yang menilep uang rakyat, tentu KPK tidak kekurangan akal. KPK yang berpengalaman bertahun-tahun menangani kasus korupsi di Indonesia sangat paham strategi koruptor lari dari tanggung jawab dan cara menanganinya.

    Dibalik alasan Setnov sakit akan diambil dissenting opinion oleh KPK. Selain itu, dokter KPK juga menjalin komunikasi dengan dokter yang merawat Setnov, sehingga kalau Setnov benar-benar sakit KPK tidak akan bertindak seweneng-weneng. Seandainya Setnov ternyata berbohong untuk menghindari pemeriksaan, juga lambat laun akan ketahuan oleh KPK dan masyarakat Indonesia. So…. Berani jujur itu baik.



    Penulis Fery Padli    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Papa Setnov Sakit Keras Saat Hendak Diperiksa, KPK Wait and See Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top