728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 29 September 2017

    #Warta : Ngeri-ngeri Sedap, KPK Sebut Banyak Anggota DPR yang Akan Jadi Tersangka e-KTP

    Pasca terbongkarnya kolaborasi kejahatan antara oknum di DPR, swasta dan Kemendagri, KPK terus berupaya melakukan pengembangan.  Usaha yang dilakukan tidak sia-sia. Beberapa nama yang terduga terlibat dalam permainan kotor proyek e-KTP berhasil diungkap. Tercatat ada puluhan anggota dewan yang terhormat menerima aliran uang haram tersebut. Selain itu mendudukkan Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto dan Dirjen Dukcapil Irman ke kursi pesakitan

    Menurut dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor di Jakarta, Kamis (9/3/2017), pembahasan proyek e-KTP telah dimulai sejak tahun 2010 (pembahasan RAPBN TA 2011). Diantaranya yang dibahas mengenai anggaran pengadaan e-KTP.

    Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang dan berlika-liku penuh dengan intrik, diputuskanlah jumlah anggaran sebesar 5,9 triliun rupiah.

    Andi Agustinus yang lebih dikenal dengan Andi Narogong ditunjuk sebagai pelaksana proyek. Sebelumnya Andi Naranggong beberapa kali terlibat pertemuan dengan beberapa anggota DPR. Dari diskusi ini disepakatilah 51% anggaran untuk proyek e-KTP dan 49% untuk dibagikan ke Kemendagri, sejumlah anggota DPR dan pelaksana proyek.

    Hasil penyelidikan KPK Irman terbukti mendapat uang haram dari proyek e-KTP sebesar 2.371.250.000 rupiah, 877.700 dollar AS, dan 6.000 dollar Singapura. Sedangkan Sugiharto mendapatkan bagian 3.473.830 dollar AS.

    Untuk Kemendagri dan anggota DPR, masing-masing mendapatkan jatah yang jumlahnya berbeda. Berikut rinciannya; Gamawan Fauzi (Mendagri saat itu) 4,5 juta dollar AS dan 50 juta rupiah, Diah Anggraini 2,7 juta dollar AS dan 22,5 juta rupiah, Drajat Wisnu ketua Pansel pengadaan e-KTP 615 ribu dollar AS dan 25 juta rupiah, anggota lelang yang berjumlah 6 orang masing-masing 50.000 dollar AS, Husni Fahmi 150 ribu dollar AS dan 30 juta rupiah, Anas Urbaningrum (ketua Partai Demokrat saat itu) 5,5 juta dollar AS, Melcias Marchus Mekereng ketua Banggar DPR saat itu 1,4 juta dollar AS, Olly Dondokambey 1,2 juta dollar AS.

    Kemudian, Tamsil Linrung kader PKS memperoleh fee sebesar 700 ribu dollar AS, Mirwan Amir 1,2 juta dollar AS,  Arif Wibowo 108 ribu dollar AS, Charuman Harapam 584 ribu dollar AS dan 26 miliar rupiah, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah saat ini 520 ribu dollar AS, Agung Gunanjar ketua Pansus Hak Angket KPK yang terus berupaya melemahkan KPK mendapatkan sejumlah 1,047 juta AS, Mustokoweni 408 ribu dollar AS.

    Dilanjutkan dengan Ignatius Mulyono 258 ribu dollar AS, Taufik Effendi 103 ribu dollar AS, Teguh Juwarno 167 ribu dollar AS, Miryam S. Haryani 23 ribu dollar  AS, Rindoko 37 ribu dollar AS, Nu’man Abdul Hakim 37 ribu dollar AS, Abdul Hakim Haramain 37 ribu dollar AS, Djamal Aziz 37 ribu dollar AS, Jazuli Juwani 37 ribu dollar AS.

    Dilanjutkan dengan Markus Nari sejumlah 13 ribu dollar AS dan 4 miliar rupiah, Yasonna Laoly Menkum HAM saat ini 84 ribu dollar AS, Khatibul Umam Wiranu 400 ribu dollar AS, M. Jafar Hafsah 100 ribu dollar AS, Ade Komarudin mantan ketua DPR 100 ribu dollar AS dan Direksi PT Len (Abrahan Mose, Agus Iswanto, Andra Yastriansah dan Darman Mappangara) masing-masing memperoleh 1 miliar rupiah.

    Ada juga mantan ketua DPR Marzuki Ali 20 miliar rupiah, Johannes Marliem (saksi kunci e-KTP yang tewas bunuh diri) 14.880 ribu dollar AS dan 25.242.546.892 rupiah, 37 orang anggota komisi dua masing masing sekitar 13-18 ribu dollar AS, anggota tim Fatmawati (Bobby, Andi Noor, Wahyu Setyo, Eko Purwoko, Dudi, Kurniawan dan Beni Akhir) masing-masing 60 juta dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Mengenai banyaknya nama yang menikmati duit haram ini tentu KPK tidak akan tinggal diam. KPK terus berupaya melakukan pengembangan dan mencari alat bukti. Usaha ini juga telah menunjukkan titik terang.

    Apa yang dilakukan KPK dalam membebaskan Indonesia dari korupsi telah membuahkan hasil. Bapak korupsi Indonesia Setya Novanto telah ditetapkan tersangka oleh KPK. Namun sayangnya, Setnov sedang sakit keras, fungsi jantungya rusak hingga 80%, sehingga terganjal untuk dilakukan pemeriksaan.

    Ke depan, KPK akan terus mengejar pelaku korupsi e-KTP. KPK juga tidak akan gentar sedikitpun menghadapi anggota dewan yang terhormat yang maling uang rakyat. Ketuanya saja sudah diarahkan ke kursi pesakitan apalagi kroco-kroconya.

    Namun, disaat KPK bertempur habis-habisan melawan korupsi di Indonesia, anggota DPR yang suka maling uang rakyat ini tidak akan tinggal diam. Walaupun penjahat, mereka juga tidak ingin masuk penjara. Anggota dewan juga banyak yang licik dan akan melakukan segala cara untuk membebaskan diri dari jeratan KPK. Sepertinya pertarungan ilmu putih melawan ilmu hitam akan semakin seru.

    Sekian!



    Penulis  :   Fery Padli   Sumber :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ngeri-ngeri Sedap, KPK Sebut Banyak Anggota DPR yang Akan Jadi Tersangka e-KTP Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top