728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 14 September 2017

    #Warta : Menolak Hoaks! Biasakan Membaca Komplit dan Memahami Penuh


    Tanpa sengaja sudut mata saya menangkap satu foto di Facebook, berupa screenshot artikel di sebuah media, postingan dari temannya teman saya. Cuma screenshot saja tanpa link ke sumber artikel.
    Dari judulnya, screenshot ini berhasil menggugah saya untuk membaca komentar singkat dari penulisnya sebagai kata pengantar untuk foto tersebut. Saya cukup kaget karena dari judulnya tersirat bahwa Jokowi seperti orang yang sedang kehausan kekuasaan, meminta para relawan untuk segera mulai berkampanye. Saya lebih kaget lagi membaca komentar-komentar yang muncul, dampak dari foto ini. Mereka sepertinya sangat menikmati suguhan screenshot tersebut tanpa mencoba mencari artikel sesungguhnya.

    Saya kok curiga, apa benar ada artikel seperti ini? Saya langsung teringat di awal-awal pencalonan Jokowi sebagai Presiden di tahun 2014, seingat saya, beliau tidak pernah meminta jabatan. Hanya saja, partai mengusungnya dan rakyat Indonesia mayoritas memilihnya.
     
    Dari segi judul, si Penulis tersebut juga berhasil ‘membujuk’ banyak pembaca lainnya sehingga akhirnya membuka dan membaca komentar yang dipostingkannya, bahkan memberikan respon yang cukup besar.

    Secara bisnis, itu mungkin dianggap wajar oleh beberapa pihak, karena mungkin Penulis tersebut ingin postingan yang dikirimkannya dapat dibaca oleh sebanyak-banyak pembaca. Namun jika interpretasi judul ternyata berbeda dengan isi, maka menurut pendapat saya, tentulah tidak etis. Sama saja dengan banyak artikel di media sembarangan, yang sering menawarkan judul bombastis, namun ternyata isinya minim makna.

    Saya kira, sebagai Penulis perlu memiliki rasa tanggung jawab secara etis kepada pembaca lain yang mungkin kecewa setelah meluangkan waktu untuk membaca karya kita, juga tanggung jawab secara etis kepada diri sendiri karena tulisan tidak sesuai dengan prinsip hati, dan terutama tanggung jawab penuh kepada Tuhan, yang sudah memberikan kemampuan dalam membuat karya tulisan namun ternyata digunakan tidak semestinya. Saya yakin semua tulisan kita juga pasti akan dimintai pertanggungan jawab kelak di hari akhir nanti. Hahaha, Anda merasa saya terlalu lebay? Saya kira tidak. Memang semua tindak-tanduk kita harus dipertanggungjawabkan. Bahkan saat hanya senyum tulus atau sekedar cemberut kepada orang lainpun, semua pasti ada ganjarannya.

    Kembali ke topik awal, setelah membaca potongan artikel yang berupa screenshot itu, sebagai seorang yang mengaku penulis di Seword, saya selalu dipesankan untuk menulis berdasarkan data, maka saya langsung searching di internet, apakah benar ada artikel seperti ini.

    Faktanya justru makin mengejutkan

    Di Kompas saya menemukan artikel dengan judul “Jokowi: Biar Projo yang Kampanye, Jangan Menteri”
    Di badan artikel jelas tertulis pandangan Jokowi tentang kampanye, sehingga saya menjadi sedikit tenang,
    “Jangan belum-belum sudah mau kampanye. Enggak usah kampanye-kampanye. Yang kampanye itu bagiannya Projo. Bener, enggak?” kata Jokowi saat memberikan pidato pengarahan terhadap para relawan Projo di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/9/2018).
    “Saya ngurusi kerja saja. Karena masih banyak hal yang belum kita selesaikan, terutama fokus kita kepada pembangunan infrastruktur,” ucap Jokowi.
    Di Kabaru saya menemukan artikel yang sama, dengan foto yang sama, penulis yang sama, namun dengan judul yang berbeda yaitu: “Jokowi Minta Relawan Mulai Kampanya untuk Pilples 2019.”
    Lalu diikuti dengan  dua alinea pembuka,  yang sepertinya sepele, namun saya kira sangat mengubah makna dari isi artikel.
    Jokowi minta relawan mulai kampanye untuk pilpres 2019. Presiden Joko Widodo meminta para relawannya untuk kampanye menjelang pemilihan presiden 2019 mendatang.
    Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan pidato pengarahan terhadap para relawan Pro Jokowi (Projo) di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/9/2018).
    Kalau sepintas, kedua artikel itu secara keseluruhan terlihat sama. Namun jika Anda adalah orang yang menuntut kebenaran tanpa penyelewangan makna, maka kedua artikel ini adalah hal yang sangat berberbeda dari segi makna.

    Pesan dari Artikel pertama adalah jelas, Jokowi tidak memusingkan mengenai kampanye pemilihan Presiden berikutnya. Beliau hanya hadir sebagai undangan para relawan. Bahkan saat diminta berpidato pun, beliau lebih mengutamakan menyalami para relawan dan berfoto bersama. Beliau melarang menteri-menterinya berkampanye.Semua menteri harus fokus bekerja, begitupun Jokowi sendiri. Kalaupun ada pihak yang ingin berkampanye, biarlah menjadi tugas para relawan saja.

    Namun, interpretasi yang berbeda dan bertolak belakang timbul dari artikel kedua, bahwa Jokowi adalah orang yang ingin kembali berkuasa di Pilpres berikutnya, sehingga dengan segera beliau minta para relawan untuk berkampanye. Dikesankan bahwa Jokowi sangat takut ketinggalan titik start untuk berkampanye.

    Silahkan pembaca menginterpretasikan kedua tulisan tersebut diatas, termasuk, silahkan juga menginterpretasikan tulisan saya ini. Semua kita berhak memberikan pandangan atas opini kita. Namun saya sarankan, jadilah penulis yang lurus, agar pembaca mendapat manfaat dari tulisan kita. Tidak perlu memutarbalikkan fakta, tidak boleh membiaskan makna, dan harus berdasarkan data. Pekerjaan menulis bukan pekerjaan abal-abal, sesungguhnya penulis pun diperhatikan Tuhan.


    Dan buat kita sebagai pembaca, cerdaslah dalam menanggapi berita, pastikan semua sumber dan kebenarannya, biasakan membaca sampai selesai, dan lakukan double cross check sebelum memberikan kesimpulan, karena masa depan kita adalah refleksi dari opini kita hari ini.





    Penulis :   Jaya Surbakti   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Menolak Hoaks! Biasakan Membaca Komplit dan Memahami Penuh Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top