728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 28 September 2017

    #Warta : Mengapa Penggalian Fakta Sejarah G30S/PKI Selalu Dihalang-halangi?

    Sebelum jauh menulis, saya hanya mau menegaskan dalam tulisan saya ini tidak ada maksud saya untuk membela PKI. Namun hanya mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di negeri kita tercinta ini. Saya masih tetap teguh pada pendapat saya, PKI ataupun Orde Baru (Orba) sama-sama bahaya laten. Bahaya laten yang membuat negeri ini kembali diperkosa oleh bangsa asing.


    Kejadian beberapa hari lalu di YLBH membuat saya bertanya-tanya. Mengapa setiap kali ada pihak yang mencoba mencari kebenaran atau apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 1965 selalu ada pihak yang seolah tidak terima? Segala macam intimidasi dilakukan untuk menghalangi mengungkapan fakta sejarah kejadian 1965.


    Memang sekalipun sejarah terungkap kita tidak akan pernah bisa membangkitkan lagi enam Perwira Tinggi dan Satu Perwira Pertama TNI yang kami sama-sama cintai. Kita juga tidak bisa mengembalikan lagi Sang Pemimpin Besar Revolusi, Bung Karno. Namun pengungkapan sejarah yang hilang ini saya rasa cukup penting, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjalanan sejarahnya.


    Kembali lagi pada pertanyaan saya sebelumnya, sering kegiatan diskusi untuk mengungkap sejarah 1965 berujung pada intimidasi dan presekusi yang dilakukan sejumlah orang. Setelah ditelusuri, ternyata diduga sejumlah tokoh yang sangat dekat dengan rezim Orba berada di balik aksi presekusi tersebut.


    Saya mau menegaskan kembali PKI adalah bahaya laten, kebangkitan PKI sama dengan membangkitkan kembali iblis atau setan. Sama halnya dengan membangkitkan kembali Orba. Bukan tanpa alasan saya berkata demikian, karena pemberontakan PKI pada 1948 hampir mengagalkan perjalanan revolusi kita yang masih sangat muda.


    Namun apakah mencari kebenaran sejarah 1965 sama dengan membangkitkan PKI? Saya kira ini sebuah hal yang keliru. Pencarian kebenaran sejarah ini bertujuan agar kita tahu, apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 1965. Dan dari situ kita bisa belajar agar kelak kejadian seperti demikian tidak terjadi lagi di kemudian hari.


    Jika melihat siapa di balik aksi presekusi dan menghalang-halangi pencarian fakta sejarah 1965, saya menjadi semakin yakin bahwa pemimpin rezim Orba terlibat dalam peristiwa itu. Beberapa fakta sejarah mulai terungkap, tokoh di balik layer 1965 satu persatu mulai terungkap. Namun selama tidak ada mimbar kebebasan akademik untuk mencari fakta sejarah, semua akan samar-samar.


    Teringat di awal 2017 saya berbincang dengan seorang bapak yang kebetulan saya temui di salah satu bandara internasional, beliau cukup memahami peristiwa 1965. Pemahaman ini didapat beliau bukan karena mengalami, tetapi karena membaca dari berbagai buku rujukan dari dalam dan luar negeri.


    Beliau menuturkan kepada saya mengenai beberapa temuan sejarah peristiwa 1965 yang selama ini diteliti oleh para ahli. Beberapa ahli menemukan dugaan kuat adanya keterlibatan asing dalam hal ini Amerika Serikat (AS) dan China dalam peristiwa itu. Namun bukti-bukti merujuk adanya perselingkuhan antara PKI, Orba dan AS. Namun untuk mengetahui lebih pastinya silahkan dilakukan penelitian lebih mendalam.


    Bapak tersebut menceritakan kepada saya, ternyata keterlibatan CIA agensi intelegen milik AS sangat tercium dalam scenario 1965. Tujuannya mengulingkan Bung Karno dan mengambil alih kekayaan Indonesia. CIA mempunyai dua operator di Indonesia yang dekat dengan Kolonel Swarto. Kolonel Swarto ini merupakan penasihat dari Mayjen. Soeharto (Pak Harto). Namun bapak itu tak menjelaskan lebih lanjut mengenai scenario di balik 1965, karena untuk mengambil kesimpulan penelitian ini masih sangat mentah.


    Dari cerita yang diutarakan beliau, saya seakan sadar. Mengapa begitu banyak pihak dari pengagum Orba yang enggan pencarian fakta sejarah dilakukan. Pembunuhan perwira yang keji dalam peristiwa G30S/PKI itu harus dicari kebenarannya. Bukan untuk membela apalagi membangkitkan PKI, tetapi sejarah bisa dijadikan pelajaran bagi suatu bangsa untuk melangkah.


    Seperti dalam sebuah kegiatan, tragedy 1 Oktober 1965 dini hari juga setidaknya memiliki stering comite dan operasional comite. Apakah kedua hal tersebut diambil alih PKI? Atau seperti sejarah yang selama ini beredar PKI adalah otak dan Tjakra Birawa adalah eksekutor? Atau jangan-jangan PKI dan Tjakra Birawa sama-sama eksekutor? Lalu siapa yang menjadi otak atau stearing comite dalam peristiwa yang merebut nyawa para Pahlawan Revolusi yang kita cintai.





    Penulis   :    Asto Notonegoro   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Mengapa Penggalian Fakta Sejarah G30S/PKI Selalu Dihalang-halangi? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top