728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 05 September 2017

    #Warta : Masifnya Hoax Seputar Rohingya, Bukti Pemerintah Bukan Pembuat Hoax

    Selamat Malam Batfans!

    Kalau kita search google dengan kata kunci hoax pemerintah maka akan keluar sebuah kalimat dari Rocky Gerung. “Pembuat hoax terbaik adalah penguasa,” katanya, kalimat tersebut begitu digemari oleh pihak sebelah sampai kerap dikutip. Tujuan mereka adalah mengalihkan telunjuk pembuat hoax yang mengarah ke hidung mereka menjadi ke pemerintah.

    Soal hoax dan ujaran kebencian memang sedang ramai belakangan ini. Meski masyarakat sudah tahu pihak mana yang selalu menyebar kebencian dan berita bohong, tapi yah yang namanya tukang bohong dengan mudah mereka pun mengalihkan tuduhan sebagai pembohong.

    Alasan Rocky Gerung mengatakan bahwa penguasa adalah pembuat hoax terbaik karena penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Intelijen, kata dia, pemerintah punya, begitupun data statistik dan media.

    Namun dari Pilpres 2014 hingga kasus Rohingya maka kita bisa melihat bahwa justru pembuat hoax bukan dari pemerintah. Contohnya penggunaan foto-foto yang bukan sebenarnya namun dikait-kaitkan dengan konflik Rohingya. Penyebaran berita-berita bohong melalui web blog yang tidak jelas. Bahkan mencatut nama sebuah majalah berita terkemuka dengan teknik photoshop.

    Seperti dibawah contohnya, menggunakan foto pada kejadian lain lalu diakui sebagai kasus Rohingya.

    Bahkan seorang mantan menteri pun tertipu sehingga dia secara tidak sengaja meng-endorse hoax tersebut. Semoga saja memang beliau tidak tahu bahwa foto tersebut adalah hoax.
    Contoh lain adalah yang mencatut nama Tempo

    Tempo dengan alamat blogspot, tentu ini palsu dan bohong.

    Masih banyak lagi foto-foto dan kabar-kabar hoax yang beredar, itu baru dari media sosial Facebook dan Twitter belum yang beredar melalui grup-grup chatting seperti whatsapp. Agendanya jelas, memojokkan pemerintah Jokowi. Jadi kita bisa lihat dengan jelas bahwa faktanya bukan pemerintah Jokowi yang saat ini memproduksi hoax bersifat kebencian dan sara.

    Begitu ada kesempatan menyerang pemerintah maka hoax dan ujaran kebencian bermunculan untuk menyerang pemerintah. Jadi siapa yang sesungguhnya memproduksi hoax model begini? Tentu pembaca Seword tahu jawabannya, itu karena Seword terus berupaya mewaraskan orang-orang.

    Lucunya ketika penulis-penulis Seword berusaha meng-counter hoax mereka malah balik menuduh seword sebagai media berita hoax. Lah berita sama opini saja mereka gak paham bedanya, lalu gimana mereka bisa membedakan antara hoax dan bukan? Mungkin bagi mereka hoax itu segala sesuatu yang bertentangan dengan keinginan mereka.

    Bukan masalah intelejen dan data statistik untuk memproduksi hoax dan kebencian, tapi cukup dengan akal busuk dan kedengkian. Akal busuk untuk memutar balikkan fakta, memelintir pernyataan atau menggunakan foto-foto tidak sesuai. Dan kedengkian untuk memakan semua berita kebencian yang diproduksi oleh akal busuk tadi.

    Ini bukan soal IQ, jika ini hanya soal IQ maka tidak akan ada Doktor atau Profesor atau mahasiswa dari tiga besar PTN terbaik se-Indonesia yang percaya hoax. Faktanya cukup banyak orang-orang pada kelompok tersebut yang percaya hoax. Bahkan selevel mantan menteri saja bisa menyebarkan foto hoax lalu minta maaf, apakah IQ beliau itu kurang tinggi? Mungkin Rocky Gerung bisa menjawab ini.

    Menurut OPINI saya, bukan IQ yang harus ditingkatkan tapi hilangkan kebencian dan terima kenyataan bahwa Jokowi adalah Presiden Republik Indonesia yang sah, Jokowi terpilih dengan suara terbanyak. Lalu buka mata, baca, tonton, berita-berita dari media yang jelas dan bisa diminta pertanggung-jawaban.

    Banyak kemajuan yang telah dicapai oleh pemerintahan Jokowi dalam tiga tahun pemerintahannya. Jokowi juga bukan anti Islam karena beliau sendiri juga seorang muslim yang taat bahkan beliau dekat dengan NU. Kekurangan pasti ada, Jokowi juga manusia tapi kritisi-lah dengan niat mulia, bukan sengaja untuk menjatuhkan. Dan tentunya dengan cara-cara yang baik serta kalau bisa berikan solusi.

    Hilangkan kebencian maka hoax akan menghilang dengan sendirinya.

    Kebencian yang ada dalam hati kita inilah yang dieksploitasi oleh sindikat-sindikat sejenis Saracen dan pendananya. Sindikat ini ada karena ada permintaan dari sang big boss dan ada kelompok masyarakat yang mudah dipengaruhi menggunakan isu kebencian. Ada Saracen dibalik masifnya hoax dan ujaran kebencian menjadi bukti bahwa penghasil hoax dari pihak pemerintah. Saracen juga menjadi bukti bahwa faktanya tidak dibutuhkan intelejen dan data statistik atau media untuk memproduksi hoax.

    Cukup 2.000 akun dan 800.000 akun lainnya serta tujuh juta hati yang dengki.
    Begitulah kelelawar




    Penulis :   Gusti Yusuf    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Masifnya Hoax Seputar Rohingya, Bukti Pemerintah Bukan Pembuat Hoax Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top