728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 23 September 2017

    #Warta : Maling Saja Diam-diam Kalau Beraksi, PKI Katanya Mau Bangkit Tapi Kok Bikin Suasana Meriah Begini?

    Isu Rohingya beberapa waktu lalu, termasuk unik, masalah luar negeri dijadikan polemik di dalam negeri. Bingung saja sih. Berbagai hoax bermunculan seolah ingin bangsa ini ribut dan (mungkin) ada yang berharap chaos. Coba bayangkan, tetangga sebelah ribut, lalu Anda bawa isu tetangga ke rumah Anda sendiri, lalu Anda ikut ngamuk dan hancurkan barang-barang di rumah. Ini goblok atau sinting?

    Jokowi pun dijadikan sasaran. Saya akan perlihatkan polanya biar pembaca bisa tarik benang merahnya. Jokowi diam, mereka nyinyir dan tuding sana-sini padahal sebelumnya sudah pernah kirim bantuan dan dirikan rumah sakit serta sekolah. Jokowi utus menlu ke Myanmar untuk bahas penyelesaian masalah dan kirim bantuan kemanusiaan, itu pun dinyinyirin oleh mereka. Katanya bantuan kurang banyaklah, usaha kurang keraslah, tidak seriuslah, ah banyak kali ocehannya.

    Jokowi tidak kirim bantuan pasti dibilang tak punya perikemanusiaan, hanya duduk diam tanpa berbuat apa-apa. Saat sudah beri bantuan, ada pula orang yang bilang itu pencitraan, ada lagi yang bilang lebih baik bantuannya diberikan buat rakyat sendiri yang masih banyak yang butuh bantuan. Kembali lagi, kalau Jokowi tak melakukan ini (beri bantuan), nanti malah dituding buta dengan apa yang terjadi pada etnis Rohingya. Serba salah kan? Maunya gimana? Agresi militer ke Myanmar? Yang tidak-tidak saja.

    Nah, saat isu Rohingya reda, muncul isu baru kebangkitan PKI. Sejak Jokowi menjabat, isu ini sudah mencuat. Tapi di bulan ini, isu ini jadi polemik. Saya juga membaca pernyataan satu orang yang mengatakan isu ini muncul karena Jokowi kepala negara dari kalangan sipil. Kalau dipikir-pikir dan dilihat ke belakang sih ada benarnya juga.

    Coba pikir dengan baik, kalau seandainya PKI mau bangkit, apakah mungkin mereka bikin suasana heboh dan hingar bingar seolah akan ada event piala dunia atau piala Eropa? Malah bikin mereka makin gampang diberangus. Coba kita pakai analogi ini. Sering kita baca berita penelepon misterius memberitahu ada bom yang ditanam di tempat misalnya hotel, gedung atau tempat lainnya. Biasanya (setahu saya) itu tak ada setelah diperiksa.

    Coba deh pikirkan, kalau memang pelaku benar-benar ingin meledakkan gedung, apakah mungkin dia beritahu orang lain? Capek-capek beli bahan dan rakit bom, lalu telepon bikin ancaman, selanjutnya tim jihandak datang dan menonaktifkan bom tersebut. Bukankah itu namanya sia-sia saja? Memang ada kemungkinan bisa terjadi, makanya tetap harus jaga-jaga. Tapi ya itu, seringkali tidak terjadi.

    Justru kebanyakan bom meledak tanpa disangka-sangka tanpa diberitahu pelaku karena pelaku memang niatnya begitu kecuali diendus duluan oleh intelijen. Maling mau beraksi saja diam-diam, mana mungkin dengan gobloknya perlihatkan pada orang lain kalau mereka mau malingin barang orang. Mau ngerampok rumah orang, masuk dari pintu depan dan bilang ke pemilik rumah, “Halo, Pak. Aku mau ngerampok, lihat ya aku beraksi. Cepat panggil polisi atau warga biar aku digebuk.” Maling juga tidak segoblok itu. Koruptor saja korupsinya diam-diam, kalo terang-terangan mah gampang diciduk. Setuju tidak?

    Coba balik lagi, kalau PKI mau bangkit, mungkinkah mereka bikin suasana heboh begini atau kirim sinyal kebangkitan mereka kepada publik? Kok kayak seolah mau Grand Opening sehingga orang-orang harus tahu keberadaannya. Ngaco bukan? Saya hanya penasaran saja, jadi pembaca mohon bantu jawab. Saya kutip pernyataan menkumham, untuk apa bangkitkan hantu yang sudah mati? Jadi wajar tidak kalau isu ini seolah dijadikan komoditas politik? Ini tak bermaksud mendukung untuk lupa sejarah. Sejarah itu penting, dan juga harus tetap waspada soal isu ini, tapi sungguh tak elok kalau ada niat lain di balik ini semua.

    Saat isu ini dipanaskan, lagi-lagi yang disalahkan adalah Jokowi. Begini salah begitu salah. Akan ada serangan terhadap Jokowi tak peduli apa reaksi dan tindakan Jokowi. Seperti isu Rohingya, Jokowi seperti sudah di-set agar apa pun yang dia lakukan atau katakan harus disalahkan atau dinyinyirin, bila perlu dipojokkan dan dijadikan kambing hitam. Anda sudah lihat polanya?

    Untuk apa ini semua? Salah satu kemungkinannya adalah bikin nama Jokowi jelek. Ini sama seperti meracuni perlahan-lahan mulai dari sekarang, dan hari H nanti bakal tak berkutik lagi. Atau seperti tanam benih mulai sekarang buat dipanen nanti saat 2019.

    Ternyata kebelet mau berkuasa itu tak baik juga yah. Boleh sih asal caranya yang benar. Tapi fakta di lapangan, provokasi, hoax, isu-isu lain gencar digoreng. Rakyat sudah capek, dan mau hidup tenang. Masalahnya apakah mereka peduli? Apalagi kalau sudah haus kekuasaan, ah sudahlah.

    Bagaimana menurut Anda?


    Penulis :   Xhardy   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Maling Saja Diam-diam Kalau Beraksi, PKI Katanya Mau Bangkit Tapi Kok Bikin Suasana Meriah Begini? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top