728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 22 September 2017

    #Warta : Lucunya Fahri Hamzah Ketika “Terpukul”, “Termakan”, dan “Tertangkap”

    Katanya manusia itu kalau terdesak maka ia jadi kreatif dan termotivasi kemudian muncul lah ide-ide keren atau semangat baru untuk keluar dari situasi itu. Contohnya banyak mahasiswa yang terancam drop out karena kelamaan kuliahnya namun di saat-saat akhir ternyata berhasil lulus karena termotivasi. Namun ada juga yang terdesak tapi malah jadi lucu, nah kalau ini Fahri Hamzah contohnya.

    Ditengah-tengah ramainya soal PKI, ada perdebatan sengit antara Fahri Hamzah dan Mahfud MD. Perdebatan yang mempersoalkan sah atau tidaknya operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK. Fahri Hamzah ngotot bahwa OTT yang dilakukan oleh KPK tidak sah sementara Mahfud MD mengatakan sebaliknya, bahwa ada dasar hukum dari OTT tersebut.

    Sebenarnya saya malas mengikuti perdebatan mereka berdua, pertama saya bukan ahli hukum. Kedua saat melihat siapa yang debat dan bidang apa yang diperdebatkan saya merasa ini seperti mahasiswa yang jarang kuliah namun sok-sok’an mendebat seorang Profesor. Seperti preman jalanan menantang Connor McGregor berkelahi.

    Mari kita simak dulu awal perdebatan antara preman DPR ini dengan Guru Besar Fakultas Hukum.

        Guru Besar FH UII Yogya itu menjelaskan, di awal perdebatan, Fahri mempersoalkan masalah dasar hukum OTT yang biasa digunakan KPK.

        “Dimana itu diatur di dalam hukum? Kok KPK RI melakukannya?” tutur Mahfud menirukan pertanyaan Fahri.

        Kemudian, Ketua Presidium KAHMI itu menjabarkan ketentuan dan definisi tangkap tangan, diatur dengan jelas di dalam pasal 1 butir 19 KUHAP. Itu yang kemudian menjadi dasar bagi KPK melakukan OTT.

        “Mungkin kaget, lalu Pak Fahri mendebat bahwa di KUHAP itu yang ada tangkap tangan, bukan operasi tangkap tangan. Jadi tidak ada kata ‘operasi’,” terang Mahfud.

        Jawaban Fahri ini justru membuat Mahfud kaget. Pasalnya, yang dipersoalkan Fahri adalah istilah operasi yang tidak termaktub dalam KUHP. Sehingga bagi Fahri, OTT berbeda dengan tangkap tangan.

        “Saya kaget. Kok yang disoalkan istilah operasi? Bukankah yang penting unsur-unsurnya? Istilah operasi kan bisa diganti melakukan atau melaksanakan?” kata Mahfud.

        https://www.jawapos.com/read/2017/09/21/158414/mahfud-md-saya-malas-debat-kusir-dengan-fahri-hamzah

    Nah dari penjelasan diatas jelas sekali bahwa Fahri Hamzah tidak bisa membedakan bahasa hukum dengan bahasa sehari-hari. Di KUHAP tertulis tangkap tangan sementara yang dibahas adalah operasi tangkap tangan.

    Padahal yang menuliskan operasi tangkap tangan itu kebanyakan ya para media berita untuk bisa dikonsumsi oleh pulik. Disini sebenarnya Fahri Hamzah sudah lucu, tapi saat itu saya belum tertarik akan perdebatan mereka.

    Sepertinya pedebatan kedua tokoh ini makin menghangat, sampai-sampai Mahfud MD harus membuat serangkaian cuitan tentan OTT hingga 18 cuitan dan sebuah cuitan yang membuat Fahri Hamzah baper.

    Kenapa Fahri Hamzah jadi baper yah? Padahal maksud Mahfud MD adalah sebuah artikel di detik.com.

    Namun yang membuat saya tertarik adalah tanggapan Fahri Hamzah pada point nomor 4 dan 5 yang dicuitkan oleh Mahfud MD.

    Cuitan tersebut kemudian ditanggapi oleh Fahri Hamzah dengan







    Asli saya tergelak membaca pernyataan Fahri Hamzah sampai akhirnya tertarik untuk menuliskan artikel ini. Duh ini anggota DPR siapa sih yang pilih, lucu bener.

    Kita mungkin bukan ahli hukum tapi kita semua tahu bahwa tidak bisa mempersoalkan awalan “ter” pada kalimat “tertangkap” lalu menyamakan dengan awalan “ter” pada kalimat “terpukul”.

    Mungkin Fahri Hamzah bermaksud mengatakan bahwa terpukul dan termakan itu tidak sengaja. Jadi tertangkap tangan adalah ditangkap dengan tidak sengaja.

    Padahal tidak semua awalan “ter” berarti tidak sengaja, coba baca tulisan saya ini, ada banyak awalan “ter” yang saya gunakan dan artinya bukan tidak sengaja. Penjelasan yang lebih lengkap bisa kita lihat dari kamus besar bahasa Indonesia di https://kbbi.web.id/tangkap

    tangkap/tang·kap/ v bertangkap/ber·tang·kap/ v berperang seorang lawan seorang; bergelutmenangkap/me·nang·kap/ v 1 memegang (sesuatu yang bergerak cepat, lepas, dan sebagainya); memegang (binatang, pencuri, penjahat, dan sebagainya) dengan tangan atau alat: nelayan itu ~ ikan dengan jala; polisi telah berhasil ~ para penjahat; 2 menerkam: harimau liar itu ~ kambing penduduk; 3 menadah (menyambut, menampung) barang yang dilemparkan: penjaga gawang ~ bola dengan menjatuhkan diri; 4 mendapati (orang berbuat jahat, kesalahan, rahasia, dan sebagainya): guru itu ~ beberapa pelajar yang merokok di dalam kelas; 5 menerima (suara, siaran radio, dan sebagainya): pesawat radio ini dapat ~ siaran dari luar negeri; 6dapat memahami (mengetahui dan sebagainya): aku tidak dapat ~ isi pembicaraan mereka karena mereka menggunakan kata-kata sandi; 7 mencerap; menerima (dengan pancaindra): pemimpin rakyat harus dapat ~ aspirasi rakyatnya; 8 makan atau mengena (tentang pancing dan sebagainya): sudah sejam lebih pancingnya belum juga ~;~ angin ki sudah bekerja keras, tetapi tidak ada hasilnya; ~ basah ki memergoki dan menangkap (orang yang sedang melakukan kejahatan atau perbuatan terlarang): polisi ~ seorang morfinis yang sedang mengisap ganja; ~ bayang-bayang ki pekerjaan yang sia-sia; ~ maksud memahami perkataanya; ~ tangan menangkap basah;
    tertangkap/ter·tang·kap/ v (sudah) ditangkap (terpegang dan sebagainya);~ basah terpergoki dan tertangkap (tentang orang yang sedang melakukan kejahatan atau perbuatan terlarang): pencopet itu ~ basah ketika sedang merogoh tas seorang ibu; ~ muka bertemu dengan tiba-tiba; ~ tangan kedapatan waktu melakukan kejahatan atau perbuatan yang tidak boleh dilakukan; tertangkap basah: wanita itu ~ tangan dengan sejumlah barang bukti;

    Dari kamus KBBI diatas jelas sekali tangkap tangan itu artinya menangkap basah dan tertangkap tangan artinya kedapatan waktu melakukan kejahatan. Jadi jelas gak ada perbedaan arti yang signifikan antara tangkap tangan dan tertangkap tangan.

    Benarkan apa yang saya katakan? Ini seperti preman jalanan nantang berkelahi Connor McGregor. K.O deh tuh preman, malu sendiri deh dia.

    Begitulah kelelawar



    Penulis :    Gusti Yusuf   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Lucunya Fahri Hamzah Ketika “Terpukul”, “Termakan”, dan “Tertangkap” Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top