728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 13 September 2017

    #Warta : Koalisi Gerindra dan PKS Pecah, Deddy Ungkit Prabowo dengan Komitmennya

    Koalisi Gerindra dan PKS untuk Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018 terpecah. Pasalnya, DPD Gerindra Jabar batal memberi dukungan pada pasangan Deddy Mizwar (Demiz)-Ahmad Syaikhu.

    Hal ini di sampaikan oleh Mulyadi yang juga Ketua DPD  Gerindra Jawa Barat. Ia membeberkan, penarikan dukungan lantaran pernyataan Syaikhu dalam acara konsolidasi PKS Kabupaten Bandung. Syaikhu merasa belum memiliki ketenaran di seluruh penjuru Bumi Pasundan.

    Mulyadi dalam keterangannya Syaikhu mengatakan kalau boleh memilih, beliau lebih suka tetap di Kota Bekasi dan juga merasa namanya belum dikenal di Jabar,” papar dia sebagaimana rilis metrotvnews.com

    Anehnya juga, PKS dinilai oleh Mulyadi tak serius dalam merajut kerja sama dengan Gerindra untuk mengusung Demiz-Syaikhu. Tidak ada pembahasan yang mengarah kerja sama bersifat sinergi antara Gerindra dan PKS.

    “Sampai hari ini tidak ada komunikasi dari pengurus PKS untuk membicarakan bagaimana formulasi kerja sama koalisi, baik program Pilgub, tim dan segala aspek bagi upaya untuk memenangkan Pilgub (Jabar) 2018,” ungkap Mulyadi.

    Nah, dengan kondisi tersebut, pasangan Demiz-Syaikhu belum final dan resmi diusung oleh Gerindra dan PKS. Sehingga partai besutan Prabowo Subianto pastinya memulai dari awal dengan membuka komunikasi politik dengan partai lainnya.

    Mulyadi juga menyatakan sikap pencabutan dukungan terhadap kader PKS Ahmad Syaikhu sebagai bakal calon wakil gubernur di Pilgub Jabar sudah bulat. Menurutnya, sikap tersebut diambil menyesuaikan dinamika politik di Jabar. Selain itu, Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto juga selalu meminta laporan perkembangan Jawa Barat.

    “Karena Pak Prabowo selalu meminta laporan atas perkembangan di Jabar dan Beliau selalu mendengarkan apa pun masukan dan informasi dari saya selaku Ketua DPD,” ujar Mulyadi dalam pesan singkatnya, Selasa, 12 September 2017 kepada viva.co.id

    Tampaknya Gerindra tak mau rugi jika keputusan Ahmad Syaikhu dipasangkan dengan Deddy Mizwar sulit untuk mendapatkan peluang besar dalam kontestasi di Pilgub Jabar. Duet ini juga diprediksi sulit direalisasikan karena harus mempertimbangkan aspek lain. Nah, alasan ini tentunya menjadi kritical point bagi PKS, agar kader dan simpatisannya membuka mata.

    Atas nama rencana strategis Gerindra di 2019, Gerindra pastinya akan kembali mengkaji untuk bisa memunculkan kandidat lain dan membuka semua potensi kandidat dan partai yang bisa bekerja sama.

    Berbeda dengan Mulyadi, keterangan dari bakal calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, belum menerima surat resmi pembatalan dukungan dari Ketua DPD Jawa Barat Partai Gerindra Mulyadi.

    Oleh karena itu, Deddy tidak percaya dengan kabar tersebut. Bahkan ia  mengaku yakin bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bisa memegang komitmennya untuk mendukung dirinya dalam pemilihan gubernur mendatang. Deddy juga mengaku hanya mendengar dari media tentang pembatalan tersebut.

    Selain itu, Deddy mengaku tetap berpegang pada keputusan dan komitmen ketua umum Prabowo, dan ia masih percaya dan yakin bagaimana seorang Prabowo Subianto dengan komitmennya. Nah, ia berdalih bahwa keyakinannya ini akan terbantahkan jika Pak Prabowo sendiri yang menyampaikan, beliau yang memutuskan.

    Sementara Mulyadi menjawab pertanyaan Deddy tersebut di beberapa media dengan mengatakan bahwa itu bukan ranahnya ketua umum untuk menyampaikan pembatalan tersebut.

    Nah, lantas apa yang akan dilakukan oleh PKS  jika pembatalan itu terbukti. Bukankah Gerindra juga mempunyai jumlah kursi di DPR cukup untuk menunjang Deddy Mizwar- Ahmad Syaikhu pada Pemilihan Gubernur Jabar 2018.

    Kini tersebarnya informasi pencabutan dukungan tersebut tentunya merubah suasana dan peta kekuatan, sehingga PKS harus bekerja keras untuk mengimbau seluruh kader dan simpatisan PKS di Jabar agar tidak tetap tennang dan tidak terlalu menanggapinya dengan serius.

    Apapun itu, perubahan peta politik ini tetap saja menjadikan kader dan simpatisan PKS ketar-ketir sebab Gerindra salah satu andalan PKS selama ini, Deddy dan PKS harus meramu kembali strategi mereka guna bisa memennangkan Pilkada Jabar.

    Gerindra pasti punya alasan lebih menguntugkan dalam hal ini, sehingga jika Deddy merasa belum yakin lantaran belum ada pernyataan resmi dari Prabowo dan sekadar percaya dengan komitmen Prabowo maka Deddy Mizwar harus siap menelan pil pahit akibat harapannya itu bertepuk sebelah tangan.

    Padahal sebelumnya, Partai Gerindra telah sepakat bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu untuk diusung dalam Pilkada Jawa Barat 2018. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menuturkan, keputusan tersebut sudah final dan ditetapkan dua partai. Itulah politik tak ada kawan abadi, yang abadi hanya kepentingan, jika sejalan dan sama-sama menguntungkan kenapa tidak.

    Pembatalan itu, seyogyanya Deddy justru sadar bahwa ini kode keras Pak Prabowo lewat kadernya, sehingga Deddy tak terlalu banyak berharap dengan yang namanya komitmen, ya nama juga pembatalan berarti tak perlu lagi ada kata ‘komitmen’ justru itu pertanda bahwa pendukung Pak Deddy juga harap-harap cemas juga kan.


    Penulis :  Adira Andriani   Sumber :    Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Koalisi Gerindra dan PKS Pecah, Deddy Ungkit Prabowo dengan Komitmennya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top