728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 21 September 2017

    #Warta : Kivlan Zen, Nobar Film Gestapu PKI Jenderal Gatot? Tak Penting, Mari Fokus ke Setya Novanto!

    Terkait G 30 S PKI, upaya Kivlan Zen dan para pesuruhnya, tak membuahkan hasil apa-apa. Sosok Kivlan Zen pun tak perlu dibesar-besarkan. Dari dulu ya cuma segitu doang kemampuan pikir, rasa dan karsanya. Period. Demikian pula tentang acara nonton film G 30 S PKI tidak usah dijadikan isu dan hal penting. Sekali pun itu anjuran Panglima TNI, sepanjang Panglima Tertinggi TNI diam itu tidak menjadi masalah. Lah, cuma film dan pemutaran film kok diributin. Sebenarnya yang lebih esensial dan penting yang harus dipantau adalah Setya Novanto.

    Yang membahas terlalu dalam tentang film dan Jenderal Gatot dan 2019 hanyalah orang kurang kerjaan, itu kata Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan dengan tertawa ngakak. Pun sekali lagi Jokowi malah menganjurkan untuk membuat film versi lain selain film pesanan eyang saya Presiden Soeharto.

    Film itu dibuat sesuai dengan kemauan eyang saya Presiden Soeharto. Maka gambaran absurd penyiksaan, penipuan sejarah Gerwani, penyiksaan lebay terhadap para Jenderal TNI yang dibunuh, chaos lanjutan, dan pemelintiran peran TNI AU yang menyalahkan Omar Dani, menjadi gambaran yang didiktikan oleh beliau.

    Bahkan sampai peran eyang saya Presiden Soeharto yang dibesar-besarkan dan dipentingkan padahal di situ ada AH Nasution yang lebih senior. Untuk hal remeh-temeh beginian, Jokowi  dan rakyat yang paling bodoh dan pekok sekalipun seperti Bumi datar, daster Arabia, paham film itu penuh tipu muslihat.

    Namun pemahaman antara kaum waras dan tidak berbeda. Bedanya, kaum Bumi data, teroris, koruptor, politikus semprul, akan menggunakannya sebagai alat kampanye politik dan bahkan mendongkel Jokowi di atau sebelum 2019.

    Framing, spinning, misleading dan hoax ini hanya satu dari banyak sekali ‘skenario menciptakan materi kampanye menyerang Jokowi’ yang dilakukan secara terarah, sistematis, taktis, masif dan terstruktur seperti bahkan sampai menciptkan pabrik hoax dan terorisme Saracen. Relawan berbasis RAISA – ras, agama, intoleransi, suku dan antargolongan.

    Namun, senyatanya benar juga Pakde membiarkan wacana bergulir. Rasionalisasi pemikirannya sederhana. Dengan membiarkan musuh politik mem-blow up PKI di hari ini, maka ada alat ukur

    Untuk memetakan. Berbagai kelompok berteriak sesuai dengan arahan dan strategi testing the water dan mapping alias pemetaan oleh the Operators.

    Prabowo, PAN, PKS, dan berbagai pihak mengamini langkah dan mendukung nonton film G 30 S PKI. Tujuan mereka mendukung pernyataan soal nonton film G 30 S PKI Jenderal Gatot ada dua yakni  (1) melanggengkan isu sebaran tentang kebangkitan PKI oleh pentolan Kivlan Zen, yang tujuannya menakut-natuti kalangan Islam, dan (2) asal mendukung siapa pun yang tampak berbeda dengan Jokowi. Cuma dua itu. Tak lebih.

    Nah, pernyataan Jenderal Gatot, statement Tjahjo Kumolo, dan juga berbagai tanggapan para partai tidak usah digubris. Itu hanyalah wacana yang bisa membuat hangat berita. Tidak ada yang terlalu hebat. Yang hebat adalah mastermind yang memerpendek daur hantu PKI dimulai dari sekarang. Ini yang hebat.

    Namun, bagi oposan dan anti Jokowi, semuanya menjadi berita hangat. Sekaligus alat bagi kaum Bumi datar, daster Arabia, Saracen, koruptor,politikus semprul dan teroris yang mencari panggung dan melontarkan strategi untuk menghantam Jokowi.

    Maka menggelindinglah analis abal-abal kelas permukaan. Bahwa Jenderal Gatot tengah mencari panggung. Bahwa Jenderal Gatot Nurmantyo hendak mencalonkan diri menjadi calon Presiden mendampingi Jokowi – maka sedang mencari popularitas. Bahwa Jenderal Gatot tengah memanas-manasi Jokowi agar dia dipecat sebelum 5 bulan pensiun agar dia menjadi korban seolah didzolimi seperti dipecatnya SBY oleh Megawati.

    Bahwa Jenderal Gatot tidak sejalan dengan Panglima Tertinggi TNI, Presiden Joko Widodo. Bahwa sebenarnya Gatot tengah mencari dukungan kepada Prabowo dan bahkan menaikkan posisi tawar politik. Bahwa Jenderal Gatot berambisi untuk maju menjadi pendamping Prabowo. Sehingga nanti Prabowo-Gatot akan berhadapan dengan Jokowi-Agus Yudhoyono.

    Lalu berkembang pula tentang analisis liar Anies dan FPI akan menggandeng capres Anies-Gatot atau Gatot-Anies, dengan skenario pengkhianatan Anies kepada Prabowo. Dengan Prabowo tersingkir dari peta politik dan gagal maju ke gelanggang perang pilpres 2019.

    Lalu dikaitkan pula dengan adu domba tentang sejarah PKI. Pun dengan pernyataan Sukmawati dan digundulinya Kivlan Zen di acara ILC sudah cukup membuktikan peran besar strategi mengakhiri perang dengan membakar gudang senjata.

    Semua itu telah dipahami dengan baik. Sepak terjang strategi Presiden Jokowi bukanlah sepak-terjang kroco pilek, bukan pula sepak terjang jenderal pecatan, bukan pula sepak terjang manusia kepo lupa masa lalu Kivlan Zen, dan bukan pula kiprah para parpol. Pakde tetaplah Pakde yang setia didukung oleh the Operators yang memiliki integritas tertinggi dalam menjaga NKRI.

    Sesungguhnya benar apa yang disampaikan bahwa dengan Kivlan Zen datang di ILC. It was game over, menjadi benar. Selesai. Pembesaran isu ini semakin membenarkan akan lahirnya FILM G 30 S PKI versi the Operators yang multi-kompleks yang akan digarap di 2019. Ini pelurusan sejarah.

    Sedangkan nonton bareng G 30 S PKI oleh PAN, Prabowo, Kivlan Zen, dan sebagainya silakan tonton dari 2017 sampai 2025 dan dipastikan Prabowo tetap tidak akan pernah menjadi Presiden RI. Dia sudah ditakdirkan menjadi monumen hidup sebagai capres abadi, eternal, immortal, dan kekal. Kenapa?

    Sebenarnya yang tengah terjadi dengan berbagai isu dan aksi dan reaksi semuanya pasti dipahami dengan sangat baik oleh Jokowi. Jadi silakan bikin analisis terkait cuma nonton bareng G 30 S PKI Jenderal Gatot, dari Sabang sampai Merauke, dari Rote sampai Miangas, dari London sampai Sidney, dari mimpi marhaenis sampai berdikari, dari Nawacita sampai revolusi mental.

    Namun, jangan lupa pekerjaan terbesar masih menunggu yakni KPK, upaya orang terkuat Indonesia Setya Novanto tengah berupaya lolos jerat hukum – dan mengusik posisi Presiden Jokowi jika lolos di praperadilan. Ini yang patut dipelototi.

    Selain itu juga Saracen yang berpotensi menghancurkan strategi politik identitas Islam radikal yang tengah dibangun oleh SBY, Prabowo, Anies, Amien Rais, dan gerombolannya seperti FPI, FUI, dan juga dukungan Jusuf Kalla kepada aliansi Islam radikal dan parpol partai agama PKS, Gerindra,PAN, Demokrat, seperti tergambar di Pilkada DKI 2017.

    Jadi semua pihak baik parpol, pengurus partai, analis, dan semua orang silakan membahas tentang G 30 S PKI dan nobar. Silakan membuat analisi berbusa-busa dan indah rasional megah menawan. Bahwa analisi terkait Jenderal Gatot Nurmantyo di luar hanyalah bumbu berita yang hanya sebagai berita tanpa esensi apa-apa.

    Faktanya Jenderal Gatot Nurmantyo tetaplah Panglima TNI yang berada di bawah perintah Panglima Tertinggi TNI. Dan, sesunguhnya, semuanya ada dalam genggaman dan strategi the Supreme Operator sendiri. Salam bahagia ala saya.




    Penulis  :  Ninoy Karundeng   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kivlan Zen, Nobar Film Gestapu PKI Jenderal Gatot? Tak Penting, Mari Fokus ke Setya Novanto! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top