728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 20 September 2017

    #Warta : Kivlan Zen : Antara Kegilaan Dan Kesetiaan Seorang Ajudan Yang Berani Bermimpi Soal PKI

    Saya paling benci sama orang yang sok iye berkoar tapi koarannya berdasarkan “katanya”. Semuanya didasarkan “katanya” karena dia sendiri tidak pernah langsung melihatnya.

    Itulah gambarnya yang saya dapat tentang Kivlen Zen, seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat yang berumur 70 tahun yang juga Mantan Ajudan Prabowo Subianto.

    Kalau Kivlan sudah bicara tentang PKI, dia bisa bicara seolah dia punya dua, tiga bahkan lima kepala yang bermata dan bertelinga. Dia bisa dengan sangat percaya diri mengatakan bahwa sampai saat ini diperkirakan ada 15 juta, bayangkan LIMA BELAS JUTA alias 15.000.000 orang anggota PKI yang siap bergerak dipimpin oleh seorang wartawan muda berkaca mata, yang bukan siapa-siapa, dan tidak terkenal bernama Wahyu Setiaji. Itu menurut pandirnya Kivlan Zen.

    Coba kita tanya sama sang pensiunan jendral tua ini, bagaimana sosok Wahyu Setiaji ini mampu menarik 15 juta orang menjadi anggota PKI? Ajimat atau pelet apa yang dimiliki si Wahyu Setiaji ini? Gila brow, Rizieq Shihab kalah telak sama si Wahyu Setiaji ini. Rizieq aja yang pake dasar agama dan mengiming-imingi surga cuma mampu mengumpulkan pengikut sebanyak 7 juta. Aidit cs saja sebagai generasi emas PKI, dengan seluruh keterbatasan mereka, akhirnya berhasil merekrut 10 juta anggota PKI, dan itu sudah cukup membuat saya terkagum-kagum. Lha ini, Wahyu Setiaji, terkenal juga tidak, orangnya tak pernah ketahuan, kok ya bisa-bisanya mampu membangkitkan lagi PKI dengan anggota 15 juta orang…

    Wahyu Setiaji jelas bukan orang baen-baen, sebab 15 juta orang itu banyak lho, Brow. Penduduk DKI saja kurang-lebih 10 juta jiwa. Penduduk DIY kurang-lebih 3,5 juta jiwa. Sebagai gambaran lagi, pada pemilu 2014, Partai Gerindra yang melesat mendapatkan suara kurang-lebih 14.700.000. Itu artinya, jika PKI pimpinan Wahyu Setiaji ikut pemilu 2014 lalu, maka hanya ada dua partai yang mengunggulinya: PDIP (kurang-lebih 23.600.000 suara) dan Golkar (18.400.000 suara).

    RIzieq Shihab saja yang berhasil mengumpulkan orang sebanyak 7 juta, bisa terkenal seperti sekarang, secara logika, harusnya sosok orang yang berhasil mengumpulkan 15 juta orang menjadi sebuah fenomenal dan disosoknya dikenal atau minimal terdengar oleh rakyat Indonesia. Lagian, secara logika, kalau sebuah kelompok sudah menjadi sangat besar seperti PKI versi Kivlan Zen ini, kenapa lalu bergerak diam-diam? Biasanya kan yang diam-diam itu kelompok kecil. Tapi kok ya sampai sekarang, gak ada aktivitas PKI yang terlihat. Kaos? Yaelah, cuma berapa sih? Selebaran? Halah, cuma tempelan belaka. Semua orang juga bisa nyetak selebaran sendiri.

    Kegilaan pensiunan jendral tua ini semakin menjadi dan akut. Dia mungkin merasa gaungannya tentang 15 juta orang PKI dibawah pimpinan Wahyu Setiaji ini tidak terbukti, maka Kivlan mencai mangsa baru dan menjadikan YLBHI sebagai sasaran mimpinnya.

    Menurut Kivlan, dirinya mendapatkan informasi bahwa kegiatan seminar pelurusan sejarah peristiwa 1965 di YLBHI bertujuan untuk meminta pemerintah mencabut Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Tuh kan, dia ngomong “katanya” lagi. Mbo sekali-kali nulis kalimat, “Saya MELIHAT SENDIRI DENGAN MATA DAN KEPALA SAYA” bahwa TLBHI bla bla bla tentang PKI. Pihak YLBHI sebelumnya membatalkan seminar tersebut karena menimbulkan polemik. Namun, Kivlan tidak mempercayai hal tersebut.

    “Ujung-ujungnya ke sana melihat jadwal dan data yang saya terima melalui online dan sudah kelihatan ada rapatnya di sana dan ada orang saya di dalam yang ikut memberitahukan rapatnya tetap jalan, seminar tetap jalan. Saya tahu berjalan, jadi saya tahu walaupun sudah ditutup,” tuturnya. Nah omongan dia seperti itu hanya omongan saja tanpa bukti. Coba kalau Kivlan memiliki setumpuk bukti, data dan fakta yang tidak terbantahkan, saya yakin bangsa Indonesia akan sangat kagum. Tapi sejauh omongan itu berdiri sendiri sebagai omongan, maka biarpun Kivlan berkata sampai membusa sekalipun, tetap saja itu sebuah praduga yang mengarah pada fitnah.

    Buat saya pribadi melihat kelakuan Kivlan ini cuma usaha dia untuk membela sang atasan biar sukses menjadi Presiden Indonesia atau membantu si atasan yang dendam kesumat karena kekalahannya di Pilpres 2014 nanti. Kesetiaan dirinya pada sosok Prabowo yang mungkin sudah sangat berjasa dalam hidupnya.

    Jangan heran kalau misalnya si penunggang kuda ini nyapres lagi, pasti dia akan mengerahkan semua jurusnya, termasuk jurus hitam yang kampungan dan tidak berkelas, untuk bisa menang. Tapi saya yakin, 5 tahun rakyat cukup melihat dengan terang benderang hasil kerja presiden kita sekarang.


    Penulis :   Erika Ebener    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kivlan Zen : Antara Kegilaan Dan Kesetiaan Seorang Ajudan Yang Berani Bermimpi Soal PKI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top