728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 26 September 2017

    #Warta : Ketum PBNU : Perlu Film Dokumenter PRRI dan Permesta, Apa Kabar Capres Tetangga?

    Sebelum penulis masuk ke dalam inti tulisan, penulis ingin membahas sekilas tentang PRRI dan Permesta berikut ini.

    Pada tanggal 15 Februari 1958 di Padang, Sumatera barat dibentuk Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) beserta kabinet untuk “melawan” pemerintahan yang sah di bawah pimpinan Presiden Soekarno saat itu. Pemberontakan tersebut juga diyakini mendapatkan bantuan dari pihak asing seperti yang diberitakan dalam situs :

    http://news.liputan6 .com/read/780946/sukarno-di-matasang-pemberontak

    http://www.prp-indonesia .org/2014/prri-orde-baru-dan-prabowo-bangkitnya-kekuatan-anti-demokrasi

    Jika pemberontakan PRRI berada di wilayah Barat Indonesia, maka Perjuangan Semesta atau Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) adalah gerakan pemberontakan di wilayah Timur Indonesia yang dideklarasikan oleh Letkol Ventje Sumual pada tanggal 2 Maret 1957 di Makassar. Jadi sebenarnya baik PRRI maupun Permesta adalah pemberontakan untuk melawan pemerintahan yang sah di bawah pimpinan Presiden Soekarno saat itu.

    Ketum PBNU dan Film Dokumenter PRRI dan Permesta

    Beberapa hari yang lalu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj menyebutkan bahwa pemerintah perlu membuat film-film dokumenter sejarah bangsa Indonesia untuk mengimbangi film Pengkhianatan G30S/PKI. Beliau mengusulkan tentang film dokumenter tentang sejarah PRRI, Permesta hingga peristiwa bom yang terjadi di Indonesia bisa dibuatkan film.

    “Bukan hanya film G30S/PKI saja. Tapi saya juga mengharapkan usul juga bom Bali, ada film menceritakan teror-teror dari bom Bali sampai bom Thamrin. Itu juga perjalanan sejarah dan fakta,” ucapnya di acara Launching Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdhatul Ulama tahun 2017 di kantor PBNU, Jakarta Pusat seperti yang diberitakan dalam situs internasional perwakilan di Indonesia yang bisa dilihat di https://www. cnnindonesia .com/nasional/20170923121031-20-243517/said-aqil-perlu-ada-film-dokumenter-prri-atau-permesta/.

    Penulis setuju dengan usulan Ketum PBNU tersebut, karena kita sebagai generasi muda perlu mempelajari sejarah masa lalu demi masa depan yang lebih baik.
    Dengan mempelajari sejarah, kita bisa mengetahui siapa sebenarnya yang “diuntungkan” setelah gerakan G30SPKI tersebut dan “berkuasa”  sampai 32 tahun lamanya dan menjadi diktator terkorup abad ke-20 di dunia. (Sumber). Jadi kita bisa menyadari “bahaya laten” penguasa tersebut yang kini dirindukan oleh para antek mereka yang membungkusnya dengan “kedok” agama.

    Dengan mempelajari sejarah, kita juga bisa melihat bibit, bebet dan bobot seseorang sehingga kita bisa melihat apakah orang tersebut punya DNA pemberontak dalam keluarganya atau tidak. Selain itu, kita juga bisa melihat kelakuannya saat ini, apakah DNA pemberontak dalam dirinya untuk melawan pemerintahan yang sah saat ini.

    Dan ternyata TERBUKTI !!!
    Dia masih “mewarisi” DNA pemberontak dari ayahnya untuk melawan pemerintahan yang sah saat ini. Silahkan lihat bagaimana kelakuannya sebagai dewan pembina sekaligus ketua umum partai, partainya, pendukungnya dalam “memfitnah” pemerintahan saat ini bahkan para pendukungnya di bawah “bendera” Saracen dengan mudahnya menyebarkan hoax, fitnah dan provokasi untuk memecah-belah persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa dan malah dibayar !!!
    Mereka saat ini menggunakan isu PKI untuk “menjelekkan” Pemerintah, padahal mereka sendiri menggunakan cara-cara PKI yang “menghalalkan” segala cara untuk “menjelekkan” pemerintahanan Jokowi saat ini. Hanya PKI yang menghalalkan segala cara demi ambisi pribadi dan kelompok tertentu.

    Dengan belajar sejarah, kita juga bisa melihat bagaimana sebuah partai yang mengklaim dirinya partai agamis saat ini tetapi “pendiri” partai tersebut ternyata memiliki DNA pemberontak dalam darahnya. Dulu ayahnya tergabung dalam pemberontakan berkedok agama meskipun kelakuannya sama seperti PKI yang membunuh Kiyai NU, membakar sekolah agama (madrasah), membakar mesjid dan lain sebagainya seperti yang dilansir dalam situs https://nujabar .or .id/kiai-kiai-pembantu-keamanan-vs-ditii/.

    Sekarang pengikutnya tetap mengklaim partai agamis meskipun tetap menggunakan cara-cara PKI yang menghalalkan segala cara untuk menyebarkan hoax, fitnah, provokasi yang dibalut dengan “kedok” dakwah.

    Jadi dengan belajar sejarah, kita bisa menilai kelakuan para antek penguasa diktator terkorup abad ke-20 yang sudah berkuasa selama 32 tahun dan ingin kembali berkuasa dengan menggunakan cara-cara PKI, menghalalkan segala cara untuk memfitnah Pemerintahan Jokowi saat ini…

    Dengan belajar sejarah, kita juga bisa melihat kelakuan anak pemberontak PRRI yang berlagak bak seorang pahlawan (kesiangan) bagi Indonesia saat ini, meskipun faktanya dia dipecat dari militer dan “tidak becus” dalam mengurus rumah tangga. Urus rumah tangga saja “tidak becus” tetapi ingin mengurus negara (jadi Presiden) ???
    Situ waras ???

    Jadi mari kita kembali mempelajari sejarah bangsa Indonesia sehingga kita tidak mudah “ditipu” oleh anak pemberontak PRRI beserta para anteknya yang ingin kembali berkuasa dengan menggunakan cara-cara PKI, menghalalkan segala cara yang dibungkus dengan “kedok” agama !!!

    Mari kita juga kembali mempelajari sejarah bangsa Indonesia sehingga kita tidak mudah “ditipu” oleh anak pemberontak yang sudah membunuh ulama-ulama NU, membakar madrasah dan mesjid tetapi malah mendirikan sebuah partai berkedok agamis yang merupakan “perpanjangan tangan” dari kelompok “teroris” asing di timur tengah !!!

    Lalu siapakah anak pemberontak yang sekarang dipuja oleh kaum sebelah meskipun prestasinya adalah pernah dipecat dari militer dan “tidak becus” mengurus keluarganya sendiri ???

    Apakah pantas seorang anak pemberontak ingin menjadi Presiden di Indonesia ???

    Pemberontak yang ingin melawan pemerintahan yang sah adalah seorang pengkhianat dan pengkhianat tidak pantas jadi Presiden !!

    Lalu siapakah anak pemberontak yang mendirikan partai “berkedok” agamis dan menjadi “perpanjangan tangan” antek “teroris” asing dari timur tengah tersebut ???

    Apakah kita masih percaya dengan partai yang didirikan oleh anak pemberontak yang merupakan antek teroris asing dari timur tengah ???

    Yang pasti, jika Pemerintah mengikuti saran Ketum PBNU untuk membuat film dokumenter tentang PRRI / Permesta, pasti capres abadi tetangga sebelah akan “KEPANASAN” karena ketahuan jika ayahnya ternyata seorang pemberontak yang ingin melawan pemerintahan yang sah di Indonesia !!!

    Masih mau membantah jika ayahnya bukan pemberontak PRRI ??

    Pasti Partai “berkedok” agama sebelah juga akan “KEPANASAN” jika Pemerintah juga membuat film dokumenter tentang kekejaman pemberontak DI/TII !!!

    Masih berani membantah jika salah satu pendiri partai “berkedok” agamis mereka bukan anak pemberontak DI/TII ???

    Jangan pernah lupakan sejarah (Jasmerah) !!!

    Wassalam,




    Penulis :   Nafys    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ketum PBNU : Perlu Film Dokumenter PRRI dan Permesta, Apa Kabar Capres Tetangga? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top