728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 25 September 2017

    #Warta : Ketika Isu PKI Mengalahkan Hantu Pocong, Kuntilanak Plus Annabelle


    Menjelang September, apalagi mendekati 30 September, haters pemerintah Jokowi seakan mempunyai amunisi untuk menyerang pemerintah. Namun, isu yang mereka goreng merupakan isu basi yang sudah berulangkali dipakai. Isu PKI atau kebangkitan komunis digelembungkan sedemikian rupa sehingga mencoba menyaingi ketakutan masyarakat akan hantu pocong, kuntilanak atau bahkan hantu kekinian dari Barat, boneka Annabelle.

    Selama 32 tahun Orde Baru berkuasa, mereka selalu menakut-nakuti masyarakat dengan “hantu” yang tak kunjung datang itu yang bernama “bahaya laten PKI.” Bukan berarti ancaman tersebut tidak mungkin lagi datang, namun secara ideologi PKI dan komunisme sudah bangkrut. Membangkitkan komunisme ibarat menegakkan “benang basah.”

    Bagi yang masih bisa berpikir jernih, isu seperti ini sudah digulirkan lawan-lawan Jokowi semenjak 2014 atau Pilpres. Selama tiga tahun pemerintahan Jokowi, isu-isu ini terus-menerus dihembuskan ke tengah-tengah masyarakat. Lawan Jokowi benar-benar memanfaatkan resep dari Menteri Propaganda Era Nazi, Joseph Goebbels, bahwa “kebohongan yang diulang-ulang suatu saat akan menjadi kebenaran itu sendiri.”

    PDI Perjuangan, partai yang mengusung Jokowi ke tampuk Presiden dituduh sebagai penjelmaan PKI baru oleh salah seorang Ustadz. Sebuah tuduhan yang tidak berdasar sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa si Ustadz hanya “asbun” alias asal bunyi, tanpa pernah menengok sejarah. Apa sangkut paut PDIP dengan PKI, partai yang sudah punah setengah abad lalu ? JIka merujuk sejarah, PDIP lebih tepat sebagai kelanjutan perjuangan dari PNI, Partai Nasional Indonesia, bentukan Bung Karno, Presiden Pertama sekaligus Ayahanda Megawati Ketua Umum PDIP sekarang.

    Lalu, kemudian timbul isu lambang dan logo PKI di uang rupiah pecahan baru. Sebuah isu “kurang kerjaan” yang pada intinya berusaha memerosotkan wibawa pemerintah di mata masyarakat. Yang lebih lucu lagi adalah sebagian pihak yang mencoba memfitnah bahwa Jokowi merupakan keturunan PKI. Lagi-lagi sebuah tuduhan keji yang tidak memiliki dasar sama sekali.

    Belum cukup sampai di sana, ditenggarai, di istana kerap dilakukan rapat-rapat rahasia PKI. Bahkan seorang Jenderal Purnawirawan memerkirakan sudah ada 60 juta kader PKI saat ini. Dari mana data dan faktanya ? Cara-cara seperti ini khas cara rezim Orde Baru. Hanya saja, jika dahulu yang memberikan stigma-stigma komunis dan PKI (Partai Komunis Indonesia) adalah penguasa, yan notabene adalah rezim Orde Baru kepada lawan-lawan politiknya, namun kini di era Jokowi, justru pemerintahanlah yang “difitnah” atau dituduh membangkitkan komunisme dan PKI. Jokowi adalah korban pertamanya.

    Selanjutnya, orang-orang di sekeliling Presiden dituduh sebagai PKI. Baru-baru ini, tuduhan terhadap Teten Masduki sebagai antek komunis mengemuka. Tuduhan terhadap Teten, lambang PKI, uang rupiah baru berlogo PKI, bahkan seekor ikan yang mempunyai motif mirip “palu dan arit” dicurigai sebagai kebangkitan PKI. Sebuah paranoid yang sudah tergolong akut. Masyarakat ditakut-takuti oleh fantasi atau hantu yang tidak pernah ada.

    Menjelang Pilpres 2019 isu-isu ini akan semakin santer. Ketika para lawan Jokowi sudah tidak mampu melawan kinerja Jokowi, maka dibuatlah isu-isu murahan untuk mendongkel dan menggagalkan Jokowi untuk menduduki kursi Presiden untuk periode berikutnya. Hal ini sesungguhnya mudah ditebak. Sayangnya masih banyak masyarakat kita yang percaya dan termakan isu komunis dan kebangkitan kembali PKI.

    Apakah Komunisme menjadi ancaman ? Jawabannya Ya, tetapi dengan kondisi kekinian di mana ide komunisme dan negara-negara yang menganutnya sudah bangkrut, komunisme tidak lagi dipandang sebagai ancaman. Yang justru menjadi ancaman di depan mata adalah fenomena radikalisme agama. Penyelewengan agama sebagai aparatus untuk menggulingkan kekuasaan.

    Lihat saja, ke depan, isu-isu ini tidak akan berhenti. Masyarakat akan dilenakan dengan isu-isu murahan yang mendiskreditkan pemerintah. Mereka dilupakan persoalan yang lebih berbahaya ketimbang PKI, yaitu radikalisme agama yang semakin mewabah, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Inilah yang sesungguhnya menjadi ancaman nyata. Terorisme yang mengatasnamakan agama senantiasa melakukan ancaman di mana-mana. Bom bunuh diri, perekrutan jihadis-jihadis konyol tidak akan pernah berhenti.

    Ketika sebagian pihak berkoar-koar bahaya PKI, orang kemudian lupa bahwa di NKRI ini pernah juga terjadi pemberontakan yang skala dan waktunya lebih lama, yakni pemberontakan DI/TII atau Darul Islam/Tentara Islam Indonesia. Dus, ketika orang mengingatkan bahaya laten PKI, semestinya kita juga mengingatkan bahaya laten DI/TII.



    Penulis :  Akhmad Reza    Sumber :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ketika Isu PKI Mengalahkan Hantu Pocong, Kuntilanak Plus Annabelle Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top