728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 06 September 2017

    #Warta : Kecaman KH. Said Aqil Terhadap FPI yang Hendak Mendemo Batu

    Konflik Rohingya dengan kejinya dimanfaatkan oleh oknum yang gemar sekali membenturkan Islam dengan Budha. Ormas radikal yang ingin menguasai Indonesia mendapat celah untuk membuat huru hara dan mendiskreditkan agama lain dengan dalih bela muslim Rohingya. Meskipun muncul kabar aksi kepung Borobudur batal dilaksanakan karena tidak mendapat izin Polisi, rencana aksi kepung Borobudur cukup mengkhawatirkan.

    Setelah ancaman keretakan NKRI begitu nyata saat aksi 411 dan 212, Indonesia kembali diuji oleh oknum-oknum yang sama dan menginginkan kerukunan antar umat beragama menjadi retak. Dengan kejinya, mereka memanfaatkan isu Rohingya untuk menekan umat Budha di Indonesia.

    Umat Budha yang tidak tahu apa-apa dan tidak ada kaitannya dengan pemerintah Myanmar, menjadi sasarn ormas radikal. Parahnya, candi Borobudur yang hanya sebuah batu yang tak bisa melakukan apapun turut menjadi sasaran demo. Saya pikir,jika kondisi seperti ini terus dibiarkan berlarut-larut, Indonesia tidak akan tenang karena ancaman-ancaman yang berpotensi merektakkan kerukunan antar umat beragama di Indonesia akan selalu muncul.

    Beruntung tidak semua umat Islam berpikiran secetek ormas yang hendak mendemo candi Borobudur. Beruntung Indonesia memiliki NU yang menjadi penjaga gawang NKRI dari ancaman-ancaman ormas radikal yang bertingkah sewenang-wenang mengatas namakan agama. Beruntung NU mampu menggandeng anggota dari Sabang sampai Merauke sampai mampu menjadi ormas dengan anggota terbanyak.

    Beruntung FPI memiliki anggota yang sedikit dan tidak sebanyak NU. Jika FPI tidak memiki anggota sebanyak NU. bisa dibayangkan, jika jumlah anggota FPI sebanyak NU, siapa yang akan menjaga gawang NKRI jika sebagian umat Islam menjadi pengikut FPI?

    Pada saat isu Rohingya semakin memanas dan menggelinding kemana-mana, sebagai Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Shiradj kembali menjadi oase di tengah panasnya situasi di Indonesia yang terus dikait-kaitkan dengan Rohingya oleh sebagian oknum.

    Mendengar rencana bahwa FPI akan mengepung candi Borobudur, KH. Said Aqil merasa perlu memberikan tanggapan keras. Jika KH. Said Aqil sudah melontarkan tanggapan keras, itu artinya rencana mengepung candi Borobudur dinilai telah berlebihan dan berbahaya jika dibiarkan.

    KH. Said Aqil Siradj tidak setuju dengan rencana organisasi kemasyarakatan (Ormas) berunjuk rasa di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

    “Oh ya, Borobudur batu, didemo apanya? Maksudnya gini, yang namanya Borobudur, Prambanan, dan lain-lain candi-candi itu kan kekayaan, khasanah peradaban umat nusantara baik muslim maupun non muslim. Jadi kalau kita memandang Borobudur, jangan memandang agama,” katanya di Istana Negara, Selasa (5/9).

    Dia berpesan candi yang merupakan khasanah arkologi sebagai budaya, kekayaan budaya bangsa, umat nusantara dijaga. “Jadi tidak boleh kebesaran budaya kita diganggu, Borobudur, Prambanan, Masjid Cheng Ho, klenteng,” tuturnya.

    Said mengimbau agar massa tidak melakukan demonstrasi karena pemerintah sudah mulai bergerak memberikan bantuan. Menurutnya, saat ini tengah dibangun rumah sakit senilai Rp 50 miliar di Rakhine State. Selanjutnya sekolah.

    “Itu pun presiden mengatakan tidak banyak dipublikasikan, orang enggak pamer, enggak usah pamer. Ya gitu,” tuturnya.

    Beliau mengaku heran karena kasus Rohingya ini diseret-seret ke ranah agama. “Senanganya Indonesia gitu ya, agama campur politik. Itu salah. Agama-agama, politik adalah politik. Jadi kita memandang kasus di sana itu politik, bukan suku, atau bukan ekonomi,” tandasnya.

    Pernyataan KH. Said Shiradj sebenarnya sudah cukup gambling menjelaskan duduk persoalan dari konflik Rohingya. Jika ormas yang hendak mendemo Borobudur mau sedikit membuka pikiran dan mencerna pernyataan KH. Said Aqil, saya yakin tidak akan lagi ada huru-hara atau aksi demo menentang Rohingya yang salah alamat.

    Sindiran KH. Said Aqil terhadap oknum-oknum politik yang memang sengaja memanfaatkan isu Rohingya untuk membuat gaduh mencadi perhatian buat kita bersama bahwa kita pun harus ikut bergerilya untuk melawan oknum-oknum tersebut.

    Pernyataan seorang kyai sekaliber beliau tentu bukan asal. Kyai Said Aqil tipe kyai yang akan berbicara jika situasinya sudah mencemaskan. Jika ada isu namun dirasa tidak terlalu mengkhawatirkan,  beliau masih belum angkat bicara. Ketika muncul isu yang jelas-jelas mengancam keutuhan NKRI dan memecah belah kerukunan antar umat beragama, maka beliau akan melontarkan kecaman yang keras.

    KH. Said Aqil bersama NU tidak akan membiarkan begitu saja oknum-oknum yang ingin memecah belah umat beragama di Indonesia apapun agama oknum tersebut. Meskipun oknum yang ingin memecah belah NKRI mengatasnamakan Islam, KH. Said akan tegas melawan.

    Jika pernyataan KH. Said Aqil tidak membuat orang-orang yang hendak mengepung Borobudur sadar, maka saya tidak bisa menerjemahkan mereka itu makhluk seperti apa.





    Penulis :    Saefudin Achmad    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kecaman KH. Said Aqil Terhadap FPI yang Hendak Mendemo Batu Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top