728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 15 September 2017

    #Warta : Kata Egy, Kepulangan Rizieq Tergantung Jokowi, Apa Hubungannya?

    Saya yakin masyarakat Indonesia sudah mulai bosan dan muak mengikuti perkembangan kasus Rizieq. Kasus Rizieq adalah kasus yang sudah lama namun sampai sekarang belum jelas mau di bawa kemana. Masyarakat mungkin sudah mengikhlaskan kasus Rizieq mangkrak asalkan Rizieq tidak usah kembali lagi ke Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, suasana di Indonesia lebih aman dan kondusif sejak Rizieq kabur ke Arab.

    Kesimpulannya Rizieq mau pulang atau tidak terserah saja. Tidak ada yang begitu berharap Rizieq pulang ke Indonesia selain FPI dan mungkin Firza yang sudah menunggu kepulangan Rizieq untuk membantu kasusnya.

    Namun siapa sangka, kubu Rizieq terlalu percaya diri bahwa polisi sangat berharap Rizieq segera pulang ke Indonesia. Kuasa Hukum Rizieq, Eggy Sudjana menyatakan bahwa Rizieq ingin sekali kembali ke tanah air. Eggy menyebut salah satu persyaratan yang diminta adalah polisi tidak akan menangkap dirinya jika kembali ke Indonesia, terutama atas kasus chat mesum dengan Firza Husein.

    Lucu juga mendengar pernyataan Egy. Sepertinya dia tidak cukup peka untuk melihat keadaan. Seharusnya dia bisa menangkap gelagat polisi yang seperti kurang berminat untuk menangkap Rizieq. Jika polisi mau, Rizieq sudah ditangkap terlebih keberadaannya juga jelas terlacak. Polisi memang tidak terlalu berminat untuk segera menangkap Rizieq. Biarlah Rizieq terpenjara oleh dirinya sendiri.

    Lebih lanjut Egy mengeluarkan pernyataan yang sangat membuat muak. Dia mengatakan bahwa Pulang atau tidaknya Rizieq, keputusannya ada di tangan Jokowi. Egy menyatakan kalau Jokowi mengatakan silakan Habib Rizieq pulang, maka semua dalam kondisi aman. Karena presiden adalah panglima tertinggi dari TNI dan Polri. Jadi dia berhak katakan keadaan itu. Selain itu jika Jokowi meminta agar polisi segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk Rizieq, maka Rizieq akan segera pulang.

    Eggy juga  menegaskan, jika Presiden Jokowi tidak melakukan tindakan yang Rizieq inginkan, maka Rizieq dipastikan tidak akan pulang. Hal itu menurutnya agar menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

    Kesimpulan dari pernyataan Egy, kepulangan Rizieq tergantung dari sikap Jokowi. Sungguh sangat konyol.

    Rizieq bukanlah orang hebat dan penting. Kebetulan saja dirinya mendadak populer karena mau menjadi alat kampanye Anies-Sandi untuk menjegal Ahok. Meskipun popularitasnya sangat tinggi, namun tetap dia hanya seorang pemimpin ormas yang masih merangkak, belum berlari seperti NU dan Muhammadiyah.

    Jika seorang Amien Rais, Prabowo, dan SBY yang kerap menyerang Jokowi lewat sindiran dan pernyataan langsung saja tidak ditanggapi oleh Jokowi, apalagi hanya seorang Rizieq?

    Jujur terlalu hina jika seorang presiden harus mengurusi kasus sangat remeh apalagi urusan selangkangan. Ini sama saja merendahkan harkat dan martabat seorang presiden. Waktu presiden sangat berharga dan bukan untuk mengurus kasus-kasus kecil seperti kasus Rizieq.

    Pulang atau tidaknya Rizieq bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Jokowi. Dipenjara atau tidaknya Rizieq bahkan mungkin tidak pernah terbesit sedikitpun dalam otak Jokowi. Rizieq sama sekali bukan sosok yang dipandang penting oleh Jokowi. Rizieq bahkan tak pernah sekalipun diundang ke Istana.

    Rizieq mau tetap di Arab kek, mau pulang kek, mau dipenjara kek, mau bebas kek, tidak akan memberikan pengaruh yang baik untuk Indonesia, catat!

    Mengapa Egy terlalu percaya diri merasa sosok Rizieq begitu penting di hadapan Jokowi?

    Ada beberapa kemungkinan mengapa kubu Rizieq merasa sebagai sosok yang penting. Pertama, Rizieq memang sudah menderita kelainan dalam pikirannya dimana dengan gelarnya sebagai Imam Besar FPI, dia merasa begitu terhormat dan penting dan sudah selevel dengan presiden. Kasus yang menimpanya tidak cukup diurus oleh polisi, namun oleh seorang presiden.

    Rizieq merasa dirinya ulama besar sehingga jika ada kasus yang menjeratnya, maka presiden harus bertanggung jawab. Dengan kebesarannya, dia ingin presiden menjamin kemananan dirinya.

    Kedua, kubu Rizieq tidak ingin kehilangan pamor. Dia ingin tetap eksis menskipun tidak di Indonesia. Dengan terus mengait-ngaitkan dengan Jokowi, Rizieq ingin tetap populer dengan mendopleng kepopuleran Jokowi. Terbukti, dengan terus mengaitkan dengan Jokowi, media-media mainstream tertarik untuk memberitakan terus perkembangan kasus Rizieq. Media-media nampaknya melihat dengan memberitakan Rizieq, rating pembaca bakal naik. Mantap!







    Penulis :  Saefudin Achmad    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Kata Egy, Kepulangan Rizieq Tergantung Jokowi, Apa Hubungannya? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top