728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 06 September 2017

    #Warta : Jonru yang Licik dan Penjilat, Tiba-Tiba Jadi Jokower Setelah Bertahun-Tahun Jadi Haters

    Jonru memposting di fanpegenya sesuatu yang berbeda  dari kebiasaan. Postingan yang biasanya berisi ujaran kebencian kepada Jokowi tiba-tiba berubah menjadi pujian. Apa Jonru bisa secepat itu berubah dan bertaubat? Jujur saya tidak yakin. Postingan terbaru Jonru justru menunjukkan betapa licik dan penjilatnya Jonru.

    Jonru menulis postingan terbaru yang berisi pujian kepada Jokowi sebagai berikut:

        Jokowi sudah membuat pernyataan yang isinya menentang keras pembantaian di Myanmar. Alhamdulillah, terima kasih Pak Jokowi. Saya bangga pada Anda. Dan agar saya lebih bangga lagi, tolong usir dubes Myanmar dari Indonesia ya Pak. Saya yakin Pak Jokowi berani.

        #SaveRohingya

        

        Sekolah Indonesia di Rakhine Myanmar, yang diresmikan pada 11 Januari 2017 oleh pemerintah Indonesia, itu dibangun oleh Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) yang berasal dari sumbangan kemanusiaan masyarakat Indonesia.

        Terima kasih PKPU dan masyarakat Indonesia atas jasa-jasanya untuk Myanmar. Terima kasih pemerintah Indonesia yang sudah meresmikan sekolah tersebut. Kerjasama yang sungguh cantik, bukan?



    Orang-orang yang sudah sering membaca postingan Jonru, saya yakin akan berkata di dalam hati, “Jonru sedang kesambet apa?” Saya juga yakin banyak tidak percaya seorang Jonru bisa menuliskan kalimat pujian seperti itu?

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa sesuatu yang keluar dari kebiasaan, hampir pasti ada udang di balik batu. Ada tujuan-tujuan tertentu dari sesuatu yang tidak biasa dilakukan.

    Melihat pernyataan Jonru dalam acara ILC yang menyatakan tidak merasa menghina Jokowi dan tidak takut dilaporkan ke polisi, apakah pambaca masih percaya dengan postingan terbaru Jonru bahwa apa yang dia tulis keluar dari hati yang paling tukus dan tanpa tujuan khusus?

    Saya rasa bukan sebuah kebetulan tiba-tiba Jonru memposting pujian kepada Jokowi. Sudah dua orang yang melaporkannya ke polisi. Menghadapi satu laporan saja sudah cukup menguras tenaga, dan biaya, bagaiman jika laporannya ada dua?

    Postingan terbaru Jonru justru menjadi kecurigaan bahwa dirinya takut menghadapi jerat hukum sehingga berharap dengan memposting pujian kepada Jokowi, ancaman hukuman yang akan menghampirinya akan diringankan atau bahkan ditangguhkan. Bisa juga postingan ini sebagai antisipasi agar tidak ada lagi yang melaporkan Jonru. Lihat betapa penjilatnya Jonru?

    Sebelum ini pengacara Jonru, Razman Arif Nasution juga telah meminta Jonru untuk bersikap kooperatif serta tidak lagi mem-posting hal-hal yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat. Kalau Jonru tidak terbuka dan banyak posting yang tidak perlu, maka Razman saya akan mengundurkan diri.

    Apa karena ancaman Razman yang membuat Jonru tiba-tiba berhenti untuk memposting ujaran kebencian dan sebaliknya memposting pujian kepada Jokowi? Saya rasa hal tersebut sangat mungkin.

    Jonru memang harus mengikuti syarat yang diajukan oleh Razman jika masih ingin dibela. Saya tidak yakin ada pengacara yang mau menjatuhkan martabatnya dengan membela seorang seperti Jonru. Citra Jonru sudah terlalu buruk. Terlebih, dengan sosok Jonru yang bukan orang penting, seperti tidak ada urgensinya menjadi pengacara Jonru. Secara financial, Jonru juga bukan orang yang hartanya bergelimpangan. Tidak ada yang bisa diharapakn dengan membela Jonru. Pengacara yang mau membela Jonru kemungkinan hanya ingin tenar saja.

    Terlepas dari motif dibalik postingan Jonru yang berisi pujian kepada Jokowi, saya justru melihat ada kelicikan yang mungkin tersirat dari status Jonru. Jonru berterima kasih kepada Jokowi yang telah melakukan tindakan menentang keras kasus pembantaian muslim Rogingya, namun kemudian di akhir postingan, dia menulis akan lebih bangga jika mau mengusir Debes Myanmar. Apa maksunya?

    Ternyata dibalik pujian, justru tersimpan kelicikan yang luar biasa. Jonru sedang mencoba membenturkan antara Indonesia dengan Myanmar. Jika Jokowi sampai benar mengusir Dubes Jonru, ini akan memantik api permusuhan antara Indonesia dan Myanmar. Sebagai sama-sama anggota ASEAN, pengusiran salah satu dubes adalah tindakan yang tidak etis. Apalagi konflik Rohingya juga sarat dengan kontrovers, sehingga memang disarankan agar pemerintah Indonesia tidak terlalu jauh dalam mencampuri urusan dalam negeri Myanmar.

    Kesimpulannya, Jonru memang licik dan penjilat. Dia orang yang tidak punya prinip. Dia tidak bisa konsisten mengritik dan menebar ujaran kebencian kepada Jokowi karena motifnya memang hanya duit dan ingin terkenal. Ketika postingannya mengancam Jonru masuk penjara, Jonru tiba-tiba menjadi bunglon dan berbalik memuji Jokowi.



    Penulis :    Saefudin Achmad    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jonru yang Licik dan Penjilat, Tiba-Tiba Jadi Jokower Setelah Bertahun-Tahun Jadi Haters Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top