728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 24 September 2017

    #Warta : Jajang C Noer Saja Akui Skenario Film G30S/PKI Tidak Sepenuhnya Faktual

    Ada sebuah hal yang menarik seiring kontroversi pemutaran kembali film yang menceritakan tragedi G 30 S PKI versi Orde Baru. Kenapa saya menyebutnya versi Orde Baru? Sebab seiring waktu banyak fakta lain terkuak mengenai tragedi ini. Salah satunya dari Jajang C Noer, istri Arifin C Noer, sutradara film ini.

    Jajang yang juga seniman film ini mengakui bahwa pada saat membuat film itu di tahun 1984 data yang diperoleh tidak sepenuhnya faktual. Bukan karena sineas yang bekerja saat itu malas melakukan riset mendalam yang sebetulnya sangat dibutuhkan dalam membuat sebuah film sejarah melainkan karena pada saat itu tidak banyak sumber yang buka suara soal apa yang sebenarnya terjadi.

    Data yang dipakai merupakan data dari pemerintah Orde Baru melalui Nugroho Notosusanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu. Syam Kamaruzaman, anggota kunci PKI yang telah dieksekusi mati pada tahun 1986, adalah satu-satunya tapol kasus tersebut yang bisa ditemui namun yang bersangkutan pun memilih tidak mengatakan apa-apa. Dari data yang diperoleh via Nugroho pun oleh Arifin banyak diperhalus agar tidak terkesan menyeramkan.

        “Ya karena tahun 2000 waktu kita reformasi, ada data yang baru yang masuk. Seperti hasil forensik, tidak ada pencongkelan mata. Pun dari CIA, ya itulah pelengkap itulah yang bisa dikemukakan,”

        “Waktu jaman kami dulu, enggak ada PKI yang mau ngomong. Muncul pun tidak berani,”

        “Karena dia dipenjara, kalau enggak salah di Cipinang, nah kami ke sana dan dia sama sekali tidak memberi apa-apa, sama sekali, dia diam saja,”

        Sumber : https://tirto.id/jajang-c-noer-minta-film-g30s-pki-baru-sesuai-data-mutakhir-cw8h

        “Saya perlu tekankan demikian, karena ada salah satu data yang mengatakan para jenderal itu disiksa, ada penganiayaan antara lain mata dicongkel, penis dipotong,”

        “Mas Arifin ya karena datanya seperti itu, dia bikin seolah-olah para jenderal disiksa. Karena itu kelihatan ada darah-darah. Tetapi, tidak ada adegan karena dia tidak percaya. Masa ada sih orang sesadis itu,”

    Jajang juga tak menampik bahwa film tersebut memang dibuat dengan tujuan agar orang membenci Partai Komunis Indonesia (PKI).

        “Memang target film itu, mesti saya tekankan sekali lagi supaya kita membenci PKI. Supaya kita mengerti bahwa PKI tidak benar. Ya, kalau mau dikatakan jahat,”

        “Bahwa itu dikatakan propaganda Soeharto, ya apa boleh buat. Soeharto memang ada di peristiwa tersebut. Dia kepala pemerintahan dan yang mengongkosi itu semua,”

        Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2017/09/23/13241541/jajang-c-noer-memang-target-film-g30spki-agar-orang-membenci-pki

    Melihat hal seperti ini saya rasa ide Presiden Joko Widodo untuk membuat kemasan baru mengenai film ini dalam bentuk yang lebih kekinian sehingga mudah dipahami oleh generasi Millenial maupun Generasi Z.

        “Untuk anak-anak milenial yang sekarang tentu saja mestinya dibuatkan lagi film yang memang bisa masuk ke mereka. Biar mereka mengerti tentang bahaya komunisme, biar mereka tahu juga mengenai PKI ”

    Pembuatan versi baru film ini bukan untuk menghilangkan sejarah kelam, seperti yang digemborkan sebagian pihak. Tentu tontonan kalau mau menarik ya sinematografi, tata musik, gear yang digunakan untuk syuting, dll diupayakan menggunakan yang terbaru dan terbaik.Dengan begitu orang juga tak malas menonton dan syukur kalau setelah itu muncul diskusi-diskusi yang membangun berkaitan tragedi ini.

    Mau tidak mau, suka tidak suka, ketika versi baru film ini pasti juga akan dilakukan riset kembali termasuk mempertimbangkan temuan-temuan lain yang selama ini banyak ditutupi. Banyak juga pertanyaan yang menjadi ganjalan selama ini seperti kalau semua jenderal berpengaruh menjadi sasaran kok malah ada satu jenderal yang juga berpengaruh dan punya jabatan bisa lolos dan kemudian malah jadi penguasa? Benarkah ini operasi penumpasan PKI ataukah sebetulnya operasi False Flag, sebuah kudeta yang mengkambinghitamkan hal lain untuk menyamarkan apa yang dilakukan? Belum lagi kalau PKI seolah digambarkan sedemikian kejam, kenapa DI/TII maupun Permesta tak mendapat perhatian yang sama dan malah dicap sudah ‘bertobat kembali ke tanah air’? Padahal keduanya sama-sama merongrong kedaulatan negeri ini?

    Belum lagi soal banyaknya korban-korban yang seenak jidat dicap antek PKI oleh Pemerintah kala itu? Tentu sebuah misteri betapa ngerinya stempel yang disematkan dan betapa gampangnya melabeli dan membunuh orang kala itu dengan cap PKI.



    Penulis   :   Rahmatika   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Jajang C Noer Saja Akui Skenario Film G30S/PKI Tidak Sepenuhnya Faktual Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top