728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 23 September 2017

    #Warta : Gatot, Senjata Ampuh Untuk Menjegal Jokowi di Pilpres 2019?

    Sebelum kegaduhan Pilkada DKI, sebelum kasus Ahok mennyeruak, sebelum ada aksi berjilid-jilid bak nomor togel, nama Gatot nyaris belum ramai menghiasi media. Tidak banyak orang yang paham  siapa Gatot. Orang-orang yang paham Gatot mungkin hanya mereka yang sudah sejak lama menjadi pengamat dunia politik di Indonesia.

    Popularitas Gatot mulai meroket sejak diundang dalam acara ILC yang bertajuk “setelah 411”. Gatot melontarkan pernyataan yang cenderung berbeda dengan Tito. Saat itu, Gatot mulai jadi idola kaum sebelah yang bergabung ikut aksi 411. Pernyataan Gatot terlihat tidak memihak siapa-siapa. Sikap Gatot yang terlihat sangat nasionalis dan siap membela NKRI juga menjadikan kelompok yang berseberangan dengan kaum bumi datar juga mengidolakan Gatot.

    Saat itu Gatot berhasil menarik simpati dari dua kelompok yang berseberangan sekaligus. Sebuah pencapaian yang jarang terjadi. sebaliknya, Tito hanya mendapat simpati dari kelompok pro Ahok dan Jokowi. Tito menjadi objek cacian dan makian dari kaum bumi datar.

    Sejak saat itu, nama Gatot semakin meroket tajam. Gatot pun mulai berani bersikap yang sedikit berseberangan dengan Jokowi. Padahal sebelum ini, Gatot begitu hormat terhadap Jokowi. Gatot semakin jumawa saat nobar film G30 S PKI menjadi polemik, Gatot berkata “itu perintah saya, mau apa”?

    Sikap-sikap yang ditunjukkan oleh Gatot mungkin ada kaitannya dengan dirinya yang sebentar lagi akan pensiun. Gatot tidak perlu risau mulai bersikap berseberangan dengan Jokowi. Toh, sebentar lagi dia juga bakal lengser.

    Saya yakin Gatot mulai terpengaruh dengan pemberitaan media-media yang terus menyebutnya sebagai salah satu kandidat terkuat di Pilpres 2019. Beberapa lembaga survey juga menyebut Gatot sangat berpeluang menjadi rival terberat Jokowi di Pilpres 2019. Gatot adalah manusia biasa dan sangat mungkin tergiur jika terus diberitakan seperti ini.

    Gatot memang sedang mendapat momen emas untuk terus melangkah lebih tinggi. Nama Gatot menjulang disaat rasa pesimis justru muncul dari partai-partai oposisi Jokowi saat tidak ada sosok yang dinilai layak bersaing dengan Jokowi.

    Presidential Threshold 20% memang mampu membuat kader kader partai nyalinya menjadi ciut. Prabowo yang sebelumnya begitu jumawa setelah kemenangan Anies mendadak keder. Raut wajah dan tingkah lakunya tidak bisa berbohong. Prabowo sedang panik luar biasa. Ancaman kembali gagal menjadi presiden terpampang di depan matanya.

    Demokrat menjadi harapan Prabowo untuk berkoalisi melawan Jokowi. Namun sayangnya, harapan Prabowo bertepuk sebelah tangan. Demokrat sendiri sampai sekarang belum koar-koar banyak soal pengusungan calon presiden.

    Nama-nama seperti Zulkifli Hasan, Hidayat Nur Wahid, Sohibul Iman, AHY, sepertinya hanya menjadi penggembira saja dalam perhelatan Pilpres 2019. Nama Anies memang sempat diperhitungkan, apalagi Jokowi juga bisa menjadi teladan Anies dalam menggapai kursi presiden melalui kursi Gubernur. Namun sepertinya mereka dirasa belum cukup untuk menandingi kedigdayaan Jokowi. Jokowi diprediksi akan menang mudah jika Pilpres berjalan fair dan normal, serta tidak lagi ada SARA.

    Di sisi yang lain, saat lawan-lawan sedang keder dan nyalinya ciut, elektabilitas Jokowi terus meningkat. Jokowi menggeber  pembangunan. Jokowi tidak ingin di akhir jabatannya ada proyek yang mangkrak tidak jelas arahnya.

    Nama yang saat ini terus diunggulkan oleh media untuk bisa mengalahkan Jokowi nyaris hanya Gatot. Partai-partai pun mulai melirik dan mencoba menimbang-nimbang potensi Gatot. Gatot menjadi pilihan paling logis saat ini. Terserah opsinya Gatot menjadi capres atau cawapres. Terserah juga siapa yang akan berdampingan dengan Gatot, yang terpenting nama Gatot harus ada.

    Saya tidak yakin ketika partai-partai berbondong-bondong merayu , Gatot akan menampik rayuan mereka. Jabatan presiden begitu prestis dan menggiurkan. Siapa yang tidak ingin?

    Di luar sana, banyak sekali sosok-sosok yang bernafsu sekali ingin menjadi presiden, namun apa daya, media-media, lembaga survey, dan analisis politik tidak mengunggulkannya. Tidak ada partai yang tertarik untuk mengusungnya. Padahal dia adalah pimpinan partai.

    Apa tidak sayang jika Gatot yang bukan orang partai, namun begitu diunggulkan oleh media, lembaga survey, dan analisis politik sebagai kandidat yang diprediksi bisa menjadi lawan berat Jokowi? Saya yakin Gatot akan mempertimbangkan hal ini.

    Dibanding Prabowo, Gatot memang boleh dikatakan lebih unggul. Selain citra diri yang masih lebih baik dibanding Prabowo, pendukung Gatot tidak hanya datang dari kaum bumi datar dan sumbu pendek. Orang-orang yang menjadi antitesa dari kaum bumi datar dan sumbu pendek juga banyak yang mendukung Gatot.

    Kesimpulannya, Pak Dhe Jokowi mulai sejak dini menyiapkan strategi untuk menghadapi berbagai macam kemungkinan, seperti kemungkinannya Gatot maju di Pilpres 2019.


    Penulis :    saefudin achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Gatot, Senjata Ampuh Untuk Menjegal Jokowi di Pilpres 2019? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top