728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 26 September 2017

    #Warta : Gatot Bertindak: Joko Tetap Disayang, Bowo Yang Malang, Siapa Penantang Selanjutnya?

    Saya sesungguhnya tidak ingin membahas mengenai Jenderal Gatot Nurmantyo, karena sekarang ini masih membingungkan bagi saya, mungkin juga publik, atas sikap-sikap beliau belakangan ini. Ada yang pro dan tak sedikit yang kontra. Namun dalam hati kecil saya, saya sepertinya masih bisa berharap banyak atas kontribusi beliau akan menjaga kedaulatan NKRI berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dibawah pemerintahan yang sah, seperti saya juga mengharapkan hal yang sama kepada Jenderal Tito Karnavian.

    Yang ingin saya bahas disini adalah dampak dari tindakan-tindakan beliau belakangan ini terhadap perpolitikan Indonesia, terutama berkenaan dengan agenda Pilpres 2019.

    Ada yang berpendapat bahwa Jenderal Gatot sedang bermanuver politik, bahkan ada media yang memberitakan bahwa seorang analis dari Australia ikut beropini mengenai hal itu. Analis itu berpendapat bahwa manuver Gatot dapat melemahkan Jokowi. Namun ada juga publik yang beranggapan bahwa Jenderal Gatot melakukan apa yang memang seharusnya dilakukan seorang Pimpinan TNI dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI.

    Terlepas dari apapun sebenarnya posisi Jenderal Gatot dalam hal ini, yang jelas tindakan beliau sedikit banyak menuai pergeseran kekuatan perpolitikan, khususnya terhadap kubu Prabowo.

    Bagaimana tidak, sekarang banyak yang sudah mulai merasa mengenal kepribadian Jenderal Gatot, tidak sedikit yang merasa sudah sevisi dengan beliau, dan tidak jarang yang merasa beliau adalah tokoh yang pantas digadang-gadang menjadi Presiden Republik Indonesia selanjutnya.

    Ini akan menjadi titik nadir bagi seorang Prabowo dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Publik akan selalu membanding-bandingkan antara ke dua tokoh ini, karena secara umum mereka berasal dari latar belakang yang sama, yaitu militer.

    Publik akan mulai melihat siapa yang lebih muda dan bersemangat, siapa yang masih aktif di militer dan bukan pecatan, siapa yang sudah mengalami bekerja untuk pemerintahan walau hanya sebagai menteri, siapa yang lebih berani bertindak bukan hanya retorika belaka, siapa yang lebih ditakuti negara lain atas tindakannya yang nyata, siapa yang lebih dekat kepada ulama, siapa yang lebih dekat kepada kesatuan TNI dan Polri, dan perbandingan-perbandingan lainnya. Dan khusus untuk segolongan publik, bahkan mereka akan membandingkan, siapa yang lebih agamis, baik dari segi ibadah, maupun dari segi rumah tangga.

    Ini semua tentu akan membuat pergeseran dukungan dari arah pendukung Prabowo. Sekian persen dari pendukung beliau, kemungkinan akan beralih perhatiannya kepada Jenderal Gatot.

    Berbeda dengan pendukung Jokowi, saya kira semuanya tetap solid, ada atau tidak adanya Gatot dalam peta kontestasi. Karena bagi pendukung Jokowi, hasil kerja Jokowi selama 3 tahun ini, serta cara cerdas beliau menghalau semua bentuk halangan dan rintangan, sudah cukup menjadi bukti untuk terus mendukung beliau menjadi Presiden Republik Indonesia selanjutnya.

    Lalu, pertanyaan berikutnya, siapakah yang kemudian menjadi penantang baru? Apakah masih diperlukan penantang baru, bila Gatot sudah pada posisinya?

    Masih, karena sesungguhnya kelompok yang selama ini mengusahakan agar Prabowo menjadi Presiden, adalah kelompok yang berbeda dari pendukung yang bergeser mendukung Gatot. Mereka membutuhkan sosok yang dapat memberikan pelayanan yang mereka harapkan mereka terima dari Prabowo bila menjadi seorang presiden. Mereka membutuhkan satu bentuk kenyamanan dan keamanan atas ‘hasil jerih payah’ mereka selama ini, sebelum Jokowi berkuasa di repbulik ini. Dan saya kira mereka tidak akan mendapatkan itu pada diri Gatot.

    Maka akan ada kandidat baru yang mereka munculkan kemudian, mungkin yang muda, mungkin yang ganteng parlente, mungkin yang pernah menjadi putra mahkota, dan banyak mungkin-mungkin lainnya.

    Dalam 1 tahun kedepan, kita akan melihat siapa calon yang akan dimunculkan ini. Namun berharap sekali, walau sebenarnya pesimis sekali, semoga mereka memberikan penantang baru berbobot, yang datang bertarung dengan niat baik untuk membangun negeri. Datang membawa program-program gebrakan yang dapat lebih mempercepat laju kemajuan negeri. Bukan datang dengan fitnah dan propaganda-propaganda basi seperti yang selama ini. Datang bertarung dengan elegan, tidak perlu menyeret-nyeret ke-PKI-an, membawa serta ke-China-an, memaksimalkan ke-saracen-an, atau bahkan mengintimidasi ke-jenazah-an.

    Pastikan penantang datang dengan program yang nyata tanpa fitnah dan propaganda. Namun, bila kandidat seperti itu tidak ada, lalu kenapa mesti coba-coba? Artinya Jokowi  masih tetap orangnya.


    Penulis :   Jaya Surbakti    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Gatot Bertindak: Joko Tetap Disayang, Bowo Yang Malang, Siapa Penantang Selanjutnya? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top