728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 16 September 2017

    #Warta : Garuda Rugi 3.7 Triliun, Prediksi Rizal Ramli Terbukti, Sri Mulyani Janji akan Periksa

    Setelah melihat serangkaian kejadian dari peristiwa politik di tanah air, entah kenapa saya jadi teringat dengan Rizal Ramli. Setelah Pilkada SARA di Jakarta beberapa waktu lalu, saya jadi teringat dengan kasus Papa minta saham yang dilaporkan oleh Sudirman Said.

    Saat masih menjadi menteri, Sudirman Said terlihat seperti pahlawan yang ingin membongkar praktek salah dalam negosiasi Freeport. Saya pun berpikir seperti itu. namun Rizal Ramli mengeluarkan pernyataan yang sangat berbeda: “Buat saya enggak penting (sikap MKD). Ini hanya sandiwara, perkelahian antar geng, rebutan saham,” kata Rizal Ramli.

    Tapi kemudian Sudirman Said terkena reshuffle kabinet. Publik kemudian bertanya-tanya, mengapa diganti? Bukankah beliau berjasa dalam membongkar praktek papa minta saham?

    Serangkaian pertanyaan tersebut baru terjawab ketika Sudirman Said menjadi bagian dari pemenangan Anies Sandi di Jakarta. Sehingga istilah “perkelahian antar geng” semakin terlihat benar adanya jika melihat pendukung dana dan penggeraknya. Sementara di sisi lain Rizal Ramli yang batal nyagub nampak tidak memihak kepada siapapun.

    Rizal Ramli adalah salah satu dari sekian mantan menteri yang setelah terkena reshuffle tidak menyeberang ke oposisi. Lebih dari itu, beberapa waktu lalu dia masih sempat mengapresiasi kinerja pemerintah dalam pembangunan pelabuhan dan bandara di Jawa Barat. “Sudah benar pemerintah pusat memutuskan membangun pelabuhan besar Patimbanan dan bandara internasional Kertajati. Ini proyek besar yang bisa membuat Jawa Barat tambah maju. Saya mengajak tokoh-tokoh di Jawa Barat untuk sama-sama mendorong dan mempercepat supaya ini jalan,” katanya.

    Ketakutan Rizal Ramli terbukti benar

    Di tengah isu-isu SARA, ujaran kebencian dengan menyebut ibu negara pelacur, menyebut pemerintah PKI, serta isu-isu tidak produktif tentang Rizieq yang kabur ke Arab, saya berpikir lebih baik kita terlibat perdebatan tentang pembangunan atau program-program pemerintahan. Meski kadang saya juga beda pendapat dengan Rizal Ramli.

    Rizal Ramli adalah sosok yang berbeda pendapat dengan Wapres terkait proyek pembangkit listrik 35 ribut mega watt. Tidak sepaham dengan Sudirman Said tentang perpanjangan kontrak Freeport. Bersitegang dengan Ahok soal reklamasi teluk Jakarta.

    Kehadirannya di kabinet kerja seperti mengacak-ngacak rancangan dan kebijakan publik yang dinilai tidak tepat. Mengevaluasi proyek pembangkit listrik 35 ribu megaWatt, penghentian perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia sebelum waktunya, pembangunan kilang Blok Migas Maluku Selatan di darat (onshore), menurunkan waktu bongkar muat (dwelling time) di Dermaga Tanjung Priok, dan membentuk Badan Otorita Pariwisata.

    Di bidang energi dan sumberdaya, sepertinya kita sudah tidak perlu sosok seperti Rizal Ramli. Sebab sudah ada Jonan dan Arcandra yang sejauh ini konsisten serta tidak main geng-gengan, fokus untuk perkembangan dan ketahanan energi masa depan Indonesia.

    Namun ada satu hal yang menurut saya cukup menyita perhatian. Yakin maskapai Garuda Indonesia. Perusahaan penerbangan milik BUMN ini dikabarkan jeblok dan merugi hingga USD 283 juta pada semester 1 lalu, sehingga tidak bisa menyetor keuntungan kepada negara. Kerugian ini naik 349% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang juga merugi USD 63 juta.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan “Kami akan periksa. Bagi kami kalau persoalan tata kelola yang salah itu timbulnya masalah serius. Kalau kompetisi dan efisiensi harusnya bisa diperbaiki.”

    Melihat fakta kerugian yang cukup merngerikan ini, suka tidak suka kita akan teringat dengan kepretan Rizal Ramli. Dia adalah satu-satunya menteri yang berani menentang rencana pembelian pesawat A350 oleh Garuda tahun lalu.

    “Minggu lalu saya ketemu Presiden Jokowi. Saya bilang, mas Saya minta tolong layanan tolong diperhatikan. Saya tidak ingin Garuda bangkrut lagi. Karena sebulan yang lalu beli pesawat dengan pinjaman 44,5 miliar dollar AS dari China Aviation Bank untuk beli pesawat airbus 350, 30 unit. Itu hanya cocok Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa,” ujar Rizal Ramli saat masih menjadi menteri di Kabinet Kerja, tahun lalu.

    Lebih dari itu, Rizal Ramli juga mengomentari tentang kerugian yang diderita Garuda Indonesia karena dulu tetap ngotot membeli pesaawat A350.

    “Jadi banyak permainan duit. KPK sendiri sudah buktikan ternyata memang ada permainan dalam pembelian dan penjualan pesawat. Dalam pembelian pesawat, ada sogok-menyogok, ada KKN, dan pemahalan sehingga Garuda Indonesia dikubangi hutang triliunan rupiah,” ucapnya.

    Sayang sekali Rizal Ramli gagal menghentikan pembelian pesawat A350 oleh Garuda Indonesia, karena dulu memang bukan wilayah kementeriannya. Namun jika melihat kondisi perusahaan BUMN tersebut sedang buruk-buruknya, saya pikir perlu ada orang seperti Rizal Ramli yang berani bersuara lantang dan mengkritisi kebijakan perusahaan BUMN tersebut. Begitulah kura-kura.



    Penulis :  Alifurrahman    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Garuda Rugi 3.7 Triliun, Prediksi Rizal Ramli Terbukti, Sri Mulyani Janji akan Periksa Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top