728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 03 September 2017

    #Warta : Gagal Paham, Anggota DPD Fahira Idris Meminta Pemerintah RI Memutus Hubungan Diplomatik Dengan Myanmar

    Masih terkait isu hangat tragedi kemanusiaan di Rakhine, Myanmar. Sepertinya berita tersebut masih santer mengisi pemberitaan di media-media cetak maupun online. Bahkan halaman Facebook dan Twitter juga tidak lepas dari pembahasan berita ini.

    Meskipun tragedi tersebut adalah kejadian yang terjadi di luar negeri, namun sepertinya berita tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat negara kita. Pro dan Kontra pun banyak bermunculan dengan adanya berita tersebut. Dan lagi-lagi ada saja beberapa pihak yang menuntut pemerintah Indonesia untuk ikut berkontribusi karena adanya peristiwa tersebut.

    Pemerintah Indonesia pun juga sudah melakukan sebisanya untuk membantu. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi pun juga sudah melakukan pembicaraan dengan Sekjen PBB terkait masalah ini. Pada 31 Agustus 2017 kemarin pun sudah diluncurkan Humanitarian Assistance for Sustainable Community (HASCO) untuk Myanmar.

    Program HASCO bertujuan untuk memberikan bantuan bagi rakyat Myanmar, khususnya di Rakhine State, dalam bidang peningkatan kapasitas, pengiriman tenaga ahli, livelihood, dan pemulihan.​ Program yang merupakan komitmen dari sebelas organisasi sosial kemasyarakatan ini akan dilaksanakan selama dua tahun.

    Meskipun Pemerintah Indonesia sudah melakukan yang terbaik dan yang bisa dilakukan, seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa masih ada beberapa pihak yang bertingkah konyol dengan meminta Pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar. Dan konyolnya permintaan tersebut muncul dari Wakil Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris.

    Pernyataan itu dilontarkan Fahira Idris saat mengikuti aksi Save Rohingya yang digelar di car free day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dalam orasinya, Fahira meminta pemerintah RI memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar. Berikut adalah cuplikan pernyataan Fahira Idris.

    “Melihat dan mengamati perkembangan yang terjadi di Myanmar, kami ormas Bang Japar berkesimpulan telah terjadi tindakan nyata genosida terhadap muslim Rohingya,” kata Fahira di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

    Fahira meminta negara-negara ASEAN untuk mengambil langkah tegas terhadap Myanmar. Pemerintah Indonesia juga diminta menarik duta besarnya dari Myanmar.

    “Mendesak pemerintah untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Myanmar dan membatalkan pemberian nobel perdamaian untuk Aung San Suu Kyi,” ungkapnya.

    Fahira juga mengaku hadir untuk memberi dukungan pada komunitas yang melakukan aksi #SaveRohingya. Menurutnya, saat ini belum ada tindakan konkret dari pemerintah Indonesia. Berikut adalah pernyataan lengkap Fahira saat mengkritik Pemerintah Indonesia yang dinilai belum melakukan sesuatu yang signifikan.

    “Menurut saya, kita lihat inikan pemerintah tidak melakukan sesuatu yang signifikan. Sebetulnya suatu negara mampu kok melakukan penekanan terhadap negara lainnya yang telah melakukan perbuatan yang luar biasa ini,” ucapnya.

    “Di depan mata sudah terjadi genosida. Muslim Rohingya sedang dimusnahkan dan ini terjadi tidak jauh dari Jakarta. Namun, yang keluar dari ‘mulut’ pemerintahan kita cuma seruan hentikan kekerasan dan keprihatinan saja. Kebiadaban mereka harus diprotes dengan aksi nyata. Usir dubes Myanmar dan tarik dubes kita. Tangguhkan semua kerjasama dengan Myanmar,” ujar Ketua Komite III DPD Fahira Idris.

    Buset, entah kenapa saat membaca pernyataan yang dilontarkan Fahira Idris ini saya merasa miris. Mungkin memang Fahira Idris ini kurang membaca berita atau terlalu sibuk ikut aksi-aksi diluaran sana. Sehingga tidak melihat kerja keras Menteri Luar Negeri kita yang sudah sibuk loby kesana kemari untuk melakukan yang terbaik untuk membantu korban masyarakat Rohingya di Rakhine, Myanmar.

    Jika tuntutan yang diminta Fahira untuk memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Maka akibatnya Indonesia malah tidak akan mampu berbuat apapun untuk membantu masyarakat Rohingya.  La wong sudah putus hubungan kok mau cawe-cawe, yang ada Indonesia akan kena semprot myanmar dong.

    Terus bagaimana dengan nasib masyarakat Rohingya? yang ada mereka malah makin menderita, sudah ditolak oleh Bangladesh, dan Indonesia juga sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah putus hubungan. Ini kah yang diinginkan oleh Fahira Idris?

    Kalau kata Cak Lontong, mungkin Fahira Idris ini harus “MIKIR” lagi deh, bersimpati boleh saja tapi mbok ya wajar. Jangan sampai gegabah dan grusa grusu. Biasanya tindakan yang dilakukan tanpa perencanaan dan hanya mengandalkan simpati buta. Yang ada malah salah sasaran.

    Mari berikan kepercayaan kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan tugasnya yang terbaik untuk membantu saudara kita yang berada di Rakhine, Myanmar. Kita pantau dan berikan dukungan penuh untuk pemerintah.

    Jika kita menemukan berita yang bersifat hoax, membesar-besarkan tragedi ini, ataupun menghubungkannya dengan masalah sentimen Agama yang hanya menimbulkan kegaduhan. Saya berharap segera hentikan, jangan malah ikut menyebarkannya. Langkah kecil pun jika salah kita lakukan, tanpa sadar kita juga akan menyebarkan ketidakbenaran.

    Kejahatan kemanusiaan dan apapun alasannya tidak bisa dibenarkan. Tanpa mengurangi rasa simpati saya kepada korban tragedi kemanusiaan di Rakhine, Myanmar. Saya mengutuk semua pelaku tindak kekerasan dalam konflik tersebut. Semoga para korban cepat mendapatkan bantuan dan konflik secepatnya mereda.




    Penulis :  Andik Priyanto    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Gagal Paham, Anggota DPD Fahira Idris Meminta Pemerintah RI Memutus Hubungan Diplomatik Dengan Myanmar Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top