728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 24 September 2017

    #Warta : Fungsi Jantung Setnov Tersumbat 80%, Kenapa Belum Mundur dari Ketua DPR?

    Kabar mengejutkan datang dari ketua DPR-RI, ketua partai Golkar sekaligus tersangka korupsi proyek e-KTP Setya Novanto. Setnov diinformasikan mengalami sumbatan jantung 80%. Hal ini disampaikan oleh ketua Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Nurul Arifin (18/9/2017). Menurut Nurul fungsi organ jantung Setnov sedang mengalami kendala atau terganggu. Jantung Setnov juga mengalami penyumbatan hingga 80% yang merujuk pada hasil pemeriksaan dokter.

    Setnov saat ini sedang menjalani perawatan di RS. Premier Jatinegara, Jakarta. Berada di ruang kateterisasi. Penyakit Setnov dapat dikatakan cukup parah karena jantungya dipasang cincin untuk mengatasi penyempitan dan penyumbatan. Informasi terakhir Setnov sedang berada di Intensive Cardiologi Care Unit (ICCU).

    Sebenarnya Setnov masih beruntung dan bersyukur. Walaupun mengalami penyumbatan jantung hingga 80% dan berpeluang masuk penjara tapi bisa bebas masuk rumah sakit apa saja yang ada di Jakarta.

    Bayangkan  seandainya Setnov bernasib sama dengan bayi Debora, bisa jadi tidak ada dokter yang mau memasangkan ring dijantungnya. Dan bisa jadi juga penyumbatan jantung Setnov yang awalnya 80% bertambah menjadi 120%, karena tidak ada rumah sakit yang mau merawatnya.

    Setnov adalah pria tajir yang memiliki uang tidak berseri. Apalagi telah menjadi anggota legeslatif selama empat periode berturut-turut. Tentu tabungan Setnov banyak. Ditambah dengan hasil korupsi e-KTP yang mencapai miliaran rupiah. Akan berat rasanya rumah sakit untuk tidak mengobatinya

    Kasus Setnov mendadak sakit saat menjalani pemeriksaan KPK sebenarnya tidak membuat masyarakat terkejut. Apalagi bagi masyarakat yang suka mengamati ulah para koruptor. Sakit dan pura-pura sakit saat berperkara merupakan tradisi pemaling uang rakyat.

    Sebelum kejadian Setnov, telah banyak koruptor yang tiba-tiba sakit saat menjalani pemeriksaan. Diantaranya yaitu Miriam S. Haryani, kolega Setnov sesama anggota dewan dan sesama tersangka korupsi e-KTP.

    Bulan Maret 2017 hakim Pengadilan Tipikor  terpaksa menunda sidang kasus korupsi e-KTP Miriam. Hal ini karena anggota dewan periode 2009-2014 dari Fraksi Hanura tersebut tidak dapat hadir karena sakit. Surat sakit Miriam juga sampai ke tangan hakim. Seperti yang disampaikan oleh salah seorang hakim Jhon Halasan Butarbutar bahwa mereka telah menerima surat dari rumah sakit Fatmawati yang berisi Miryam perlu istirahat karena sakit selama dua hari.

    Selain Miryam ada juga Alm. Sutan Bhatoegana, terdakwa korupsi yang tiba-tiba sakit. Politikus Partai Demokrat ini diduga menerima gratifikasi penetapan APBNP di Kementerian ESDM. Hakim juga menunda persidangan Sutan Bhatoegana akibat tubuhnya yang kurang fit tersebut.

    Namun, setelah ditahan, Sutan Bhatoegana sakit beneran. Mantan anggota DPR-RI tersebut menderita kanker hati, hingga tidak menyelesaikan masa tahananya selama 12 tahun. 19 November 2016 Sutan menghembuskan  napas terakhir di rumah sakit BMC, Bogor Jawa Barat.

    Banyak yang mengatakan, terutama yang pernah masuk rumah sakit dan ahli kesehatan bahwa sehat itu mahal. Apalah artinya banyak uang, jabatan yang mentereng, punya istri muda dan cantik dan ketua DPR/ partai kalau badan tidak sehat.

    Orang akan merasakan betapa nikmatnya sehat setelah sakit. Bahkan ada pepatah bijak mengatakan manfaatkan sehatmu sebelum sakit. Ada juga hadis nabi mengatakan kebersihan sebagian iman. Kebersihan ini bertujuan agar tubuh dan pikiran tetap sehat. Sehingga dapat dikatakan menjaga kesehatan adalah sebagian dari iman.

    Setnov sepertinya belum terlalu fokus dengan kesehatannya. Walaupun sudah dikatakan menderita penyakit yang berbahaya masih juga belum mau mengundurkan diri dari ketua DPR. Padahal kita tahu sendiri ketua DPR tugasnya sangat berat karena harus memimpin orang-orang dengan berbagai kepentingan, latar belakang dan daerah. Sehingga tubuh yang sehat dan segar syarat mutlak yang harus dimiliki oleh ketua DPR.

    Namun Setnov saat tubuhnya tidak sehat masih saja bertahan di kursi ketua dewan yang terhormat. Mungkin agar tetap jadi terhormat kali ya? Normalnya orang yang sakit fokus pada penyembuhan dirinya dari pada memikirkan jabatan. Tapi entah kenapa Setnov tidak begitu. Mungkin baginya jabatan lebih penting dari pada kesehatan sendiri.

    Mudah-mudahan Setnov segera sembuh, sehingga dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan memenuhi panggilan KPK. Selain itu semoga dapat memperjuangkan aspirasi rakyat indonesia. Amin

    Sekian!


    Penulis :  Fery Padli    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Fungsi Jantung Setnov Tersumbat 80%, Kenapa Belum Mundur dari Ketua DPR? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top