728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 06 September 2017

    #Warta : FPI Jihad ke Rohingnya, Sudah Sampai Mana?

    Singkat dan langsung saja, aku ingin menuliskannya.

    Kok pada panas dengan konflik Rohingnya sekarang ya? Sementara konflik tersebut sudah cukup lama. Akhir-akhir ini banyak yang marah terhadap pemerintah Myanmar, hingga aksi atas nama solidaritas mulai bergerak. Lucunya, konflik Myanmar ini dibenturkan ke dalam negeri sendiri yang mana akan melahirkan konflik baru dengan ujung-ujungnya mendiskreditkan pemerintah bangsa sendiri. Inikan anu namanya.

    Menlu sudah menemui sekjen PBB mas bro, dan juga akan menemui pemerintah Myanmar. Untuk menghentikan konflik yang barbar jauh dari humanis tersebut. Disisi lain bantuan seperti obat-obatan, dan sebagainya juga sudah dikirim. Dan kita juga menampung para pengungsi dari negara tetangga tersebut. Semua itu karena negara kita peduli. Apa yang terjadi disana bukan saja menjadi perhatian kita dan pemerintah dalam konteks negara, melainkan juga dunia.

    Kalau menuduh dan langsung menyebut negara tidak peduli, ini pendapat yang naif. Percayalah bahwa yang mengatakan demikian bukan lagi bertujuan tentang kepedulian, melainkan sudah punya maksud lain.

    Akh untung ada ormas yang mau bersedia jihad. Hal ini saya dapatkan dari berbagai media. Berikut kabar tersebut yang saya ambil dari salah satu media, di laman merdeka.

    Organisasi Kemasyarakatan (ormas) Front Pembela Islam (FPI). FPI wilayah Pasuruan, Jawa Timur, dikabarkan membuka pendaftaran relawan jihad untuk membantu entis Rohingya di Myanmar.

    Kabar pembukaan relawan itu beredar dalam pesan berantai lewat aplikasi WhatsApp. Pesan itu berisi persyaratan bagi warga yang minta menjadi relawan jihad FPI ke Myanmar.

    Syarat itu di antaranya pria berusia antara 21-40 dan berumur 17-20 tahun dengan wajib meminta izin tertulis dari orang tua. Sehat jasmani dan rohani serta menyerahkan fotocopy KTP, mengisi formulir pendaftaran dan mengikuti pembekalan mental, fisik dan pengisian tenaga dalam.

    Juru bicara FPI, Slamet Maarif membenarkan pembukaan pendaftaran relawan jihad untuk membantu entis Rohingya, itu. Menurut dia, sejauh ini pembukaan relawan baru dilakukan di wilayah.

    “Betul. Baru di wilayah. Di pusat sedang dibicarakan,” kata Slamet saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (2/9) malam.

    Slamet mengatakan, untuk jumlah relawan yang diberangkatkan masih dalam pembahasan. Sebab, hal ini baru sebatas wilayah.

    Bagaimana para pembaca yang pada kece, mengharukan tidak? saya pikir cukup mengharukan dan membanggakan. Ini baru jihadi, siap turun lapangan bahkan dar der dor saling ngacengin senjata.

    Sudah tahu kabar jihad ini untuk membantu saudara di Rohingnya adalah mulya (mungkin). Eh ada yang bertanya, bang… bang sampainya kapan ya? Kok dari dulu teriak jihad, tapi gak sampai-sampai.

    Semangat saya pun memudar, dan saya ingat postingan dari emak-emak kece yang selalu cetar bernama retha putri yang suka menepi dan berpuisi bahkan ngopi sanggup 5 gelas sehari sambil menari-nari. Kurang lebih begini “Apa perbedaan bubur dengan bibir?”. Pertanyaan ini menggemaskan, jika dikaitkan dalam konteks diatas, maka bubur dan bibir itu sama. Hahaha.

    Bibir berucap ayo kita jihad ke sana, ke sini, ke situ. Saat ini Rohingnya menjadi tujuan. Tapi pertanyaan kok gak sampai-sampai? Gimana mau sampai tujuan di putar ke Borobudur. Hal ini sama saja menyangkut pautkan konflik Rohingnya dengan budha di Nusantara. Woi mana ada biksu ngajarin pembantaian, biksu yang ikut terlibat dalam konflik di Rohingnya sama saja dengan imam kalian yang suka melorotin celana wanita tanpa pernikahan, jikapun dengan pernikahan tidak cukup hanya satu. (Eh typo).

    Jika aksi ormas FPI mau dianggap sebagai bentuk “kepedulian” ataupun “solidaritas sesama muslim” kok kayak bubur ya yang dimakan dengan cara kumur-kumur. Hubungan dengan Borobudur apa. Lalu Kim Jon Ru teriak-teriak juga dengan azas berprikemanusiaan ala rudal dalam celana, yang tidak bisa lagi menembak dengan tepat sasaran.

    Hemat saya sebelum mau jihad, coba  jihad dulu ke yang terdekat seperti mendatangi Cendana dan teriak takbir dengan moncong speaker persis di telinga orang-orang disana. Cendana dan militer Myanmar sulit dipisahkan, seperti lagu yang tak mungkin memisahkan pantai dengan laut. Ketimbang teriak jihad ke Rohingnya tetapi panggang jauh dari api, dan mendiskreditkan negeri sendiri,  yang lebih ajaib hendak “memutihkan” Borobudur.

    So teman-teman, jangan lagi nanya jihad mereka sudah sampai ke Rohingnya apa belum ya.

    Saya juga mau jihad, dulu saya latihan nembak menembak untuk ikut terjun ke lapangan, tetapi dipecat karena minum kopi komandan. Saya tidak terima, dan galau akhirnya saya pergi ke psikiater mama Mo. Disana saya diterapi untuk dianjurkan mulai lah berjihad dari yang terdekat, menimba ilmu itu juga termasuk jihad ketimbang dar der dor tapi dungu dan saling bantai. Akhirnya saya terima pemecatan tersebut, meski masalah sepele hanya meminum kopi komandan.

    Oh ya ada yang punya lorong waktu gak, mungkin untuk cepat sampai ke Myanmar harus menggunakan mesin waktu, dan juga cek syaraf dulu sebelum berangkat, masa berjuang atas kemanusiaan dan agama di negeri lain, tapi di negeri sendiri di kacauin, bahkan yang paling LOL disalahkan.

    Bahas mereka gak perlu dengan cara intelektual atau pun berfilsafat, gak level. Demikian kata kopi, jika dia bisa bicara. Melipirrrrrr sikkkkkk.




    Penulis :    Losa Terjal    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : FPI Jihad ke Rohingnya, Sudah Sampai Mana? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top