728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 13 September 2017

    #Warta : Foto Tersangka Koordinator Tamasya Al-Maidah yang Terkait Saracen! Gusti Ora Sare


    Penyidik tindak pidana cyber badan reserse kriminal polisi Republik Indonesia, Bareskrim Polri menangkap seorang wanita yang merupakan koordinator tamasya Al-Maidah, Asma Dewi. Polisi menetapkan Asma Dewi sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA. Penangkapan salah satu koordinator ini ada kaitannya dengan Saracen. Sindikat Saracen ternyata disangkakan memiliki hubungan dengan Asma Dewi. Martinus Sitompul selaku Kabag Penerangan Umum mengiyakan dan tidak menampik isu tersebut.

    Cuman foto sama Jonru

    “(Sebagai) tersangka ujaran kebencian terhadap SARA. Apakah terkait Saracen masih didalami,” ujar Martinus kepada Media Indonesia

    Gerakan Tamasya Al-Maidah adalah sebuah gerakan mobilisasi massal yang tidak legal, dengan tujuan ‘mengamankan’ kemenangan gubernur yang sesuai dengan pilihan mereka. Ya apa lagi? 

    Karena untuk mengatakan ‘mengamankan’ Pilkada, rasanya hal ini terlalu naif dan omong kosong. Al-maidah adalah sebuah kitab Alquran, yang dianggap dinodai oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
    Foto bersama

    Untuk para pendukung Ahok, saya tidak bermaksud menyalahkan Ahok. Tapi Ahok ‘diahokkan’ oleh para laskar yang sepertinya memiliki suara yang senada dengan suara hakim yang (katanya) mulia. Vonis hakim menetapkan Ahok bersalah. Rasanya kita tidak bisa menganggap tidak serius vonis hakim dalam menetapkan Ahok dua tahun penjara, dua kali lipat lebih lama dari tuntutan JPU.

    Ya, ini fakta, susah untuk mengatakan bahwa orang ini tidak bersalah, meskipun tidak ada niat sama sekali untuk menodai agama. Fakta yang sudah berkata demikian, memaksa para hakim yang (katanya) mulia untuk menjebloskan orang ini ke dalam penjara.

    Penangkapan Asma Dewi, bendahara Tamasya Al-Maidah ternyata membuktikan apa yang dikatakan Ahok benar, Gusti Ora Sare. Seorang teolog Kristen bernama Francis Schaeffer menuliskan tiga buah buku Trilogi mengenai Allah. ‘Allah yang Ada di Sana’, ‘Ia Ada di Sana dan Ia Tidak Diam’, dan ‘Melarikan Diri dari Rasio’. Ketiga buku ini sangat cocok menjelaskan dan mengejawantahkan apa yang sedang terjadi di Indonesia.

    Tuhan yang tidak tidur, menjadi  Tuhan yang berdaulat atas sejarah. Seolah-olah Tuhan membiarkan sekelompok orang menghancurkan Ahok. Namun kejadian ini merupakan sebuah tontonan, untuk melihat bahwa Tuhan bekerja dan tidak tidur.
    Foto bersama Aryo
    “Saracen masih dalam pene­lusuran. Untuk rekening yang diduga berkaitan dengan Saracen, kami teliti tiga hingga empat tahun ke belakang… Kami lihat apa yang terjadi dengan rekening tersebut. Apakah ada transaksi atau hal lainnya yang salah. Ini kami masih pantau dan tunggu PPATK… Kasus ini jadi pembelajaran juga bagi yang lain. Jangan lakukan hal sama dengan Saracen, yang membuat hoaks, ujaran kebencian, provokasi. Kalau sudah melanggar UU ITE dan ada yang dirugikan, akan diproses hukum,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rikwanto di Hotel Sultan, Jakarta

    Setelah empat tersangka sindikat Saracen sudah diciduk, satu lagi perempuan ini ditangkap karena dugaan keterkaitan dengan Saracen. Asma Dewi mentransfer 75 juta ke rekening Saracen, bukan 72 juta. Mungkin 3 juta untuk uang rokok. Hahaha.
    “Penyidik sudah dapat info tentang yang bersangkutan melakukan transfer uang senilai 75 juta ke NS. NS adalah anggota inti grup Saracen. NS Kemudian transfer ke D. Dalam mutasi tersebut disebut untuk membayar Saracen,” ungkap Setyo.
    Foto bersama anggota DPR Minta Lobster

    Asma Dewi, bendahara Tamasya Al-Maidah yang diduga melakukan transfer 75 juta ke Saracen, ternyata juga pernah berfoto bersama Prabowo Subianto dan Buni Yani. Apakah semua ini hanyalah merupakan coincidence? Rasanya untuk mengatakan bahwa hal ini ‘tidak berhubungan’, sangat sulit.
    Namun sebaliknya, untuk mengatakan bahwa hal ini ‘terkait’ satu sama lain, belum tentu juga. 

    Ya saya sih positif saja. Namun ada keterkaitan yang benar-benar sangat jelas, yakni Gusti Ora Sare. Sebenarnya saya tidak ingin bawa-bawa Ahok, namun entah mengapa, kalimat Ahok sangat dahsyat. Konspirasi langit memang mengerikan.

    Kita harus mendoakan bahwa jajaran kepolisian benar-benar mengusut tuntas sindikat Saracen dan orang-orang yang ada di balik itu. Setidaknya Jokowi sudah berkata bahwa sindikat ini harus diusut setuntas-tuntasnya agar isu SARA dan kebencian bisa segera sirna dari muka bumi pertiwi ini. Jangan sampai orang-orang baik di Indonesia lagi-lagi ‘diahokkan’ karena kejujuran mereka.

    Indonesia harus menjadi negara yang benar-benar maju dan mengedepankan pemikiran yang berketuhanan, santun tidak bertopeng, dan tidak menjual-jual agama untuk kepentingan politik murahan. Semoga dengan penangkapan Asma Dewi yang tidak kena asma, membukakan satu per satu tabir sindikat tersebut.





    Penulis :  Hysebastian   Sumber :    Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Foto Tersangka Koordinator Tamasya Al-Maidah yang Terkait Saracen! Gusti Ora Sare Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top