728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 24 September 2017

    #Warta : Film Pengkhianatan G30S/PKI Tidak Layak Ditonton Anak-anak, Jokowi Salah Lagi

    Rencananya film G30S/PKI akan kembali diputar pada akhir September 2017 ini menuai polemik, sebab Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menganggap film Pengkhianatan G30S/ PKI tidak layak dipertontonkan kepada anak-anak.

    Film tersebut, kata dia, memuat adegan-adegan sadis dan penuh kekerasan. Salah satunya saat para perwira militer diculik dari rumahnya. Film G30S/PKI yang dulunya rutin diputar pada masa orde baru akan diputar lagi oleh sejumlah kalangan pada 30 September mendatang entah mereka menimbang atau tidak saran  KPAI yang mengimbau agar film tersebut tidak diputar di depan anak-anak.

    Memang benar beberapa adegan sangat tidak layak ditonton oleh anak-anak kita sebab beberapa adegan dalam filim tersebut seperti ditembaknya Jenderal Ahmad Yani oleh pasukan Tjakrabirawa hingga darah yang menetes dari tubuh Ade Irma Nasution, termasuk adegan saat anggota Gerwani menyilet salah satu wajah korban.

    Salah satu stasiun yang berencana memutar filim ini adalah  tvOne, mereka akan menayangkan film tersebut dengan alasan  film PKI memuat sejarah yang sangat besar, seperti presiden berganti, pahlawan revolusi yang tertembak. Selain itu, menurut Pak Karni yang juga Presiden Ilc bahwa film tersebut untuk pembelajaran bagi generasi muda tentang apa yang terjadi pada tahun 1965, di mana anak-anak sekarang banyak yang belum lahir.

    Lantas bagaimana dengan sikap Presiden Joko Widodo? Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sudah  menjelaskan bahwa tidak ada yang mempermasalahkan jika film “Penumpasan Pengkhianatan G30S/ PKI” ditayangkan kembali.

    Menurut Tjahjo, sebelumnya ada banyak pertanyaan dari masyarakat terkait penayangan film tersebut. Tjahjo menilai tidak ada aturan yang melarang pemutaran film propaganda Indonesia yang diproduksi pada 1984 itu.

    Presiden Jokowi tentunya menjadi sorotan terkait filim ini, ia mengambil keputusan apapun akan dinalai salah, saya cenderung sepakat Pangi Syarwi Chaniago,  bahwa rencana pemutaran kembali film G30S ini akan memposisikan sikap Presiden Joko Widodo yang serba salah.

    Hal ini bisa saja test on the water terhadap pemerintahan Jokowi,  ke arah mana posisi dan sikap pemerintah akan saja dianggap salah. Jika Jokowi membiarkan penayangan film tersebut, tentu akan disambut baik kalangan yang selama ini membenci komunis atau PKI, walaupun bisa saja dianggap pencitraan oleh mereka yang sibuk membuat pencitraan terhadap dirinya sendiri.

    Nah, itu disatu sisi, sebab jika filim yang sempat tidak tayang lagi seperti era orde baru itu ditayangkan kembali maka Jokowi bakal mendapat citra buruk dari sebagian masyarakat yang menilai bahwa film G30S sarat dengan kebohongan dan alat propaganda politik Orde Baru, jadi serba salah Pak De.

    Akan tetapi, jika Presiden Jokowi melarang pemutarannya, tentu ada kalangan yang mempertanyakan komitmen untuk “menggebuk PKI” yang pernah dinyatakan Jokowi. Kalau tiba-tiba dilarang, bisa kontraproduktif dengan pernyataan Presiden sebelumnya. Ini bisa blunder dan bunuh diri politik bagi citra Presiden apabila melarangnya, orang-orang seperti Jonru saja sudah mulai bermanuver, sebagaimana pertanyaannya di Facebook sebagai berikut:
    Apakah Bapak Joko Widodo menghendaki agar PKI tidak lagi diperlakukan sebagai penjahat, melainkan sebagai korban? Kita harus mengasihani PKI yang jelas-jelas sudah bertindak sangat biadab, menghianati Pancasila serta NKRI? Atau bagaimana, Pak? Mohon dijelaskan.
    Memang sejak 18 Sepetember Jonru bahkan sudah menulis bahwa  mulai hari ini ia akan mendukung Pak Jokowi, mendukung dalam arti untuk menggebug PKI. Nah, ini salah satu contoh betapa terbebaninya Jokowi dalam beberapa isu yang dalam arti penulis ‘isu kucing-kucingan’ seperti PKI hingga pencitraan Rohingya.

    Oleh karena itu, Jokowi harus terampil mengelola isu-isu PKI, tidak bereaksi berlebihan dan reaksioner agar tidak menjadi komoditas politik. Begitupun jajaranya mulai dari Panglima TNI hingga Menteri harus pandai melihat mana yang sengaja dibenturkan dan mana yang tak perlu diladeni.

    Jika Pak De tidak bisa manajemen dengan baik isu PKI, maka bisa dijadikan komoditas politik oleh lawan yang tentunya  berpotensi menggerus dan membahayakan citra Pak De, sebab dari awal bahkan Pak De sudah dikait-kaitan dengan PKI, maka dengan momentun ini apa saja bakal dihubungkan.

    Disilain saya mendukung  jika Presiden Jokowi meminta film G-30S diperbaiki, sehingga ada sudut pandang lain dan tidak terkesan menutupi fakta lain seperti hasil visum terhadap korban dari peristiwa kelam tersebut.




    Penulis :  Adira Andriani   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Film Pengkhianatan G30S/PKI Tidak Layak Ditonton Anak-anak, Jokowi Salah Lagi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top