728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 20 September 2017

    #Warta : Fantastis! Panglima Tertinggi Jokowi, Difitnah PKI, Bangun Ratusan Jembatan Gantung

    Panglima tertinggi Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, bukan Gatot Nurmantyo, merupakan seseorang yang kelak akan menjadi legenda di Indonesia. Cerita-cerita yang begitu banyak akan kami wariskan ke anak cucu sebagai bekal pembelajaran sejarah yang terbuka, tidak tertutup-tutupi oleh kepentingan politik. Meskipun difitnah PKI, antek asing dan aseng, panglima Joko Widodo, berhasil memenangkan hati rakyat, dengan pembangunan yang luar biasa.

    Harus diakui oleh dunia bahwa pembangunan jembatan yang dilakukan di era Jokowi sangat banyak, bahkan jika dihitung, bisa saja jumlah jembatan yang dibangun di era Jokowi seorang, lebih dari jumlah jembatan yang dibangun oleh ke-enam presiden terdahulu.

    Pembangunan jembatan merupakan sebuah kebutuhan primer, khususnya bagi rakyat Indonesia, dengan kondisi geografis dan kontur tanah yang berbeda ketinggian. Antara satu daerah dan daerah lain terpisah jurang. Keterpisahan kedua daerah tersebut, lantas membuat transportasi dan pengadaan barang menjadi terhambat. Setelah terhambat, akan ada kenaikan-kenaikan harga.

    Sebut saja Papua, sebelum dibangun infrastruktur jalan, kita tahu bahwa harga BBM di daerah ini bisa sampai 100.000 per liter. Mungkin angka ini tidak dapat dibayangkan oleh warga perkotaan, karena sangat mahal. Namun hal ini adalah kenyataan dan fakta lapangan yang harus diterima.

    Mengapa harga BBM bisa sangat mahal? Alasan utama adalah infrastruktur. Biaya untuk mengantar BBM sangat besar, sehingga berdampak pada lesunya bisnis dan mahalnya barang-barang yang ada. Namun setelah infrastruktur tersebut dikerjakan oleh pemerintah Indonesia dengan tangan kementerian PUPR, yang dikendalikan oleh Basuki Hadimuljono.

    Presiden Joko Widodo di dalam peresmian jembatan gantung di desa Mangunsuko, Magelang, Jawa Tengah mengatakan bahwa pembangunan jembatan harus menjadi prioritas utama, karena dibutuhkan oleh masyarakat umum. Jokowi tahu betul bagaimana para warga lebih memerlukan jembatan dan pembangunan yang nyata, ketimbang berita hoax yang hanya bertujuan untuk mendiskreditkan pemerintahan Joko Widodo.

    Rasanya Saracen dan orang yang didukungnya dengan mudah dibantai habis dan ditenggelamkan oleh kerja nyata Jokowi. Meskipun demikian, kita tetap tidak boleh lesu dan menganggap remeh isu-isu SARA yang dihantamkan oleh kelompok Saracen dan 7 juta laskar ini. Mereka berhasil  menghancurkan Ahok dan membuat hakim yang (katanya) mulia menjebloskan Ahok 2 tahun di penjara. Indonesia rasanya masih perlu membaca buku, untuk terhindar dari hoax yang ada.

    “Jembatan-jembatan seperti ini sangat diperlukan sekali terutama dalam menghubungkan desa ke desa, atau kecamatan ke kecamatan… Kebutuhannya sangat banyak sekali… Tahun depannya lagi kita lipatkan lagi, karena permintaan yang masuk ke kita ribuan… Kebutuhannya ribuan, baik di Jawa atau luar Jawa. Tahun ini kita memang hanya membangun 70-an, tapi tahun depan kita targetkan minimal 300, tahun depannya lagi kita tingkatkan lagi. Karena data yang masuk ke kita ada ribuan permintaan membuat jembatan seperti ini… Ini kan bisa dilewati kendaraan, tentu saja mobilitas orang atau barang bisa cepat, kalau tidak kan mutar…” kata Jokowi di lokasi jembatan gantung Desa Mangunsuko, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Senin (18/9/2017).

    Di tengah beredar marak isu PKI yang menghantam Jokowi, ia tidak terlihat panik dan prihatin seperti mantan presiden kita yang cengeng. Ia malah menunjukkan kepeduliannya kepada rakyat Indonesia. Pak De tahu bagaimanapun, kepercayaan yang dimandatkan kepada dirinya bersifat sementara. Masa jabatan presidennya sangat sementara, maka ia menggunakannya dengan sangat baik dan bertanggung jawab.

    Entah hatinya terbuat dari apa, yang pasti dia tidak hancur ketika diserang dengan isu-isu yang sangat menyerangnya secara personal. Peluru PKI dan komunisme yang ditembakkan oleh Alfian Tanjung kepada 80% kader PDI-P, tidak membuat Jokowi jatuh, malah membuat Alfian ditangkap.

    Apa yang diucapkan oleh Alfian Tanjung ini adalah sebuah delusi dan lelucon yang sangat berbahaya. Tidak sedikit orang-orang yang terpengaruh dengan kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Alfian Tanjung, dan Arief Poyuono yang mengatakan tidak heran jika kader PDI-P dianggap PKI.

    Ucapan-ucapan berbahaya semacam ini seharusnya memang membuat mereka harus berurusan dengan polisi, karena ada kecenderungan membangkitkan isu-isu mati yang akan merongrong NKRI dengan seluruh sistem yang sudah dijalankan dengan baik.

    Begitu kencangnya serangan kepada Jokowi, tidak membuat dirinya tumbang. Ia malah memperkokoh infrastruktur di Indonesia, di tempat-tempat terpelosok. Tidak ada pertimbangan politis yang membuat dirinya membangun tempat ini, namun tidak tempat itu. Bayangkan saja daerah terdepan Indonesia, bernama Miangas pun dibangunkan bandara oleh Presiden RI kita yang tercinta ini.

    Jembatan memang dibutuhkan untuk menghubungkan antar tempat, agar mereka bisa bekerja dengan baik, ketimbang membuat hoax-hoax tolol yang tidak perlu. Indonesia butuh beberapa sosok yang memikirkan negara ini.

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis :   hysebastian      Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Fantastis! Panglima Tertinggi Jokowi, Difitnah PKI, Bangun Ratusan Jembatan Gantung Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top