728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 07 September 2017

    #warta : Fadli dan Fahri, Saat Peredaran Darah ke Mulut Lebih Cepat Dibanding ke Otak

    Baiklah, saya akan menuliskannya untuk Anda…
    Terkadang saya berpikir untuk menemui dan mengajak mereka berdua ini minum kopi di suatu tempat. Sambil menikmati salah satu minuman favorit saya ini, saya akan mencerca mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang mudah tapi banyak. Saya akan bergaya layaknya detektif Conan atau Sherlock Holmes yang terkenal itu. Dan setelahnya mungkin saya bisa pulang dan menyruput kopi buatan Ibu saya dengan lebih nikmat. Wah kok jadi mirip Bang Desi ya?! Hahaha

    Begini, jujur sampai sekarang saya belum bisa mengetahui persisnya seperti apa kondisi kesehatan jiwa mereka. Mereka ini kan wakil rakyat, tapi saya masih bingung rakyat mana yang mereka wakili. Entah memang sengaja mencari sensasi atau bagaimana, yang jelas terlalu banyak polah mereka yang nyleneh. Selain kontroversial, mereka ini sepertinya belum bisa tidur nyenyak kalau belum mengkritisi Pemerintah dengan cara yang amburadul.

    Sebagai warga negara yang memiliki Presiden sekelas Pak Jokowi, saya sangat mengapresiasi hasil kerja beliau. Entah karena saya yang salah lihat atau bagaimana, tapi saya menilai berbagai kebijakannya telah membawa banyak kemajuan positif bagi negara ini. Meskipun tinggal copy paste, tetapi mungkin akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk saya bisa menuliskan prestasi dan pencapaian Pemerintahan Jokowi.

    Bagaimanapun harus kita akui juga, Pemerintahan sekarang memang masih ada kekurangan dalam banyak hal. Akan tetapi dengan prestasi segemilang sekarang, kita seharusnya tak punya alasan untuk mengkritisi langkah Pemerintah dengan cara yang tidak wajar dan membabi buta. Kita patut memberi dukungan disertai kontrol secara terukur. Karena tanpa dukungan dari kita, mustahil nawa cita Presiden Jokowi bisa terwujud dengan maksimal.

    Tak hanya permasalahan di dalam negeri, persoalan konflik di Rakhine State juga menjadi tugas bangsa ini untuk ikut membantu sebagai bentuk partisipasi kita dalam mewujudkan perdamaian dunia. Untuk itu, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai bentuk bantuan dan upaya dalam menyelesaikan konflik yang menimpa warga di negara bagian Myanmar ini. Salah satunya adalah dengan mengirim logistik bantuan sebanyak 10 kontainer. Bantuan tersebut dikirim tahun lalu tepatnya pada Kamis (29/12/2016), jauh sebelum kabar mengenai isu konflik ini meramaikan dunia maya. Pengiriman bantuan tersebut dilepas langsung oleh Presiden Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara.
    “Segera akan kami berangkatkan 10 kontainer barang-barang yang akan dikirim ke Myanmar untuk membantu saudara-saudara kita di Rakhine State, khususnya komunitas Muslim,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers kala itu. (Kompas.com)
    Saya tidak begitu paham, baik Fadli maupun Fahri waktu itu ikut serta dalam prosesi pemberangkatan atau tidak. Tapi sepertinya mereka berdua tidak mengetahui perihal bantuan ini, entah karena tidak ikut atau belum sempat melihat beritanya di media. Atau mereka pura-pura lupa, saya juga tidak tahu. Beberapa kali mereka mengatakan yang intinya bahwa Pemerintah tidak ada kepedulian terhadap konflik di Rakhine State. Berikut salah satu pernyataan mereka di twitter :
    “Pendapat sy langkah pemerintah dlm soal #rohingya tak menunjukkan negara muslim terbesar atau pemimpin ASEAN. Kalah dg Turki atau Malaysia”.
    (Fadli Zon via Twitter)
    Ada genosida di Rakhine,
    Apakah bapak belum dengar?
    Apakah bapak belum lihat?
    #SuratTerbuka
    (Fahri Hamzah via Twitter)
    Hahaha dasar duo F yang sama titik-titiknya! Bisanya mereka mengatakan hal-hal konyol seperti itu. Kemana saja mereka selama ini? Apa saja yang mereka lakukan? Ampuni kami Gusti Allah!
    Seringkali kita harus mengelus dada dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka. Secara akademis, saya yakin mereka ini jauh lebih pandai jika dibanding rakyat biasa yang (katanya) mereka wakili lebih-lebih rakyat seperti saya ini. Tapi kita bisa lihat betapa kelakuan mereka sangat tidak mencerminkan kualitas seorang intelek yang duduk di kursi pimpinan parlemen. Secara tidak sadar mereka telah mempermalukan diri sendiri, itupun kalau mereka masih punya kemaluan….eh rasa malu maksudnya. Hahaha! Coba perhatikan panah kuning yang ada di gambar ini :
     
    Faktanya kemana pernyataannya kemana? Hadeeh! Berpendapat sih boleh Zon, mau bertanya juga boleh Ri…Fahri, tapi ya pertimbangkan dulu lah semuanya agar terlihat sedikit cerdas! Bagaimana cara berpikir mereka ya, bantuan sebanyak 10 kontainer bukanlah barang sedikit lho. Tidak mungkin juga Pemerintah (lebih spesifiknya Pak Jokowi) sampai mengirim bantuan jika tidak tahu mengenai masalah yang ada di Rakhine. 

    Belum lagi kala itu Menlu Retno juga sudah melakukan kunjungan ke Myanmar dalam rangka merespon dan mengupayakan bantuan serta penyelesaian konflik tersebut.
    Dan semuanya sudah dimulai hampir setahun yang lalu, kenapa baru sekarang Fadli dan Fahri berkata ngalor ngidul mempertanyakan sikap Pemerintah mengenai konflik di Rakhine? Wakil Rakyat macam apa mereka? Tak bisakah mereka sedikit saja menghargai kinerja Pemerintah?

    Atau mungkin seperti itu ya kalau peredaran darah ke mulut lebih cepat di banding ke otak?? Memang sepertinya kita harus ekstra sabar dengan kedua Pak Dewan ini. Sing waras ngalah!
    Terima kasih, salam PBNU!
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #warta : Fadli dan Fahri, Saat Peredaran Darah ke Mulut Lebih Cepat Dibanding ke Otak Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top