728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 29 September 2017

    #Warta : Ending Jonru, Jadi Tersangka Dan Sekarang Ditahan Polisi, Kaum Sebelah Pasti Bilang Rezim Paranoid

    Jonru, seorang pegiat medsos dengan postingan yang cenderung kontroversial serta memiliki basis penggemar yang cukup banyak. Karena dianggap menyebarkan ujaran kebencian, Muannas Al Aidid melaporkan Jonru Ginting ke Polda Metro Jaya pada akhir Agustus. Muannas menilai, unggahan Jonru di media sosial sangat berbahaya dan jika dibiarkan dapat memecah belah bangsa Indonesia.

    Semuanya ini berawal dari Jonru yang hadir dalam acara ILC bertajuk Halal-Haram Saracen. Di situlah dia berdebat dengan Akbar Faizal (narasumber lain) terkait postingan yang mengatakan orang tua Jokowi yang tidak jelas. Dan setelah berdebat, Faizal memberi kode kepada polisi untuk memproses Jonru.

    Pernyataan ini lantas tidak membuat Jonru ketakutan hingga gemetar, melainkan lantang mengatakan kalau dirinya tidak takut dan silakan diproses. Sebuah tantangan yang luar biasa. Nah, saat itu beberapa hari kemudian Jonru pun dilaporkan ke kepolisian karena unggahannya dianggap menyebarkan ujaran kebencian. Awalnya Jonru tidak hadir saat pemanggilan.

    Akan tetapi Jonru mengklarifikasi kalau dirinya menyarankan agar dipanggil kembali pada hari Kamis kemarin. Dan ternyata dia benar-benar datang. Jonru memenuhi panggilan ini sekaligus untuk menepis isu miring yang menyebut dirinya takut diperiksa oleh polisi.
    “Kalau kemarin mereka menyebut Jonru enggak berani datang, nih buktinya saya berani,” ujar Jonru di Mapolda Metro Jaya seperti diberitakan Kompas.com. Dia siap jalani pemeriksaan, dia siap menerima apa pun. Jonru juga tak mempermasalahkan dirinya dilaporkan, juga tak menyesal karena berpendapat postingannya tak mengandung ujaran kebencian.

    Dan ternyata endingnya tak saya duga sebelumnya. Jonru Ginting yang selama ini begitu berkibar karena postingannya, akhirnya ditahan polisi. Ini disampaikan oleh pengacaranya Djuju Purwantoro. “Pemeriksaan dari sore kemarin itu sampai lewat tengah malam tuh, dinihari, sebetulnya dari proses penyelidikan, tiba-tiba tersangka, langsung ditahan,” kata pengacara Jonru. Wow, sebuah kejutan yang tak disangka.

    Djuju menilai kasus ini terlalu dipaksakan. Menurutnya, kliennya baru diperiksa satu kali langsung ditetapkan menjadi tersangka dan akhirnya ditahan. Djuju merasa penyidik membuat keputusan yang represif dan subyektif. Kalau dalam bahasa sederhananya, Djuju memprotes. Itu intinya. Saya tidak tahu mengapa ini sangat cepat, bisa jadi karena buktinya banyak (postingannya banyak sih) atau mungkin takut lari ke luar negeri seperti yang satu itu. Saya tak tahu persis, hanya penyidik yang tahu.

    Saya tahu ditahannya Jonru pasti akan mengundang reaksi, tidak lama lagi. Akan ada banyak komentar dan opini yang saling berlawanan, antara komentar yang mendukung dan komentar miring. Saya sudah bisa mencium protes dari mereka yang tidak setuju dengan ini.

    Rezim parno, rezim paranoid. Saking takutnya, siapa pun yang menentang dan melawan rezim pasti akan dikriminalisasi, mirip cara komunis yang suka memfitnah dan mendzolimi. Bagus sekali ya ngelesnya. Didiamkan, malah makin menjadi-jadi. Sesuka hati menyebarkan ujaran kebencian yang memecah belah bangsa. Belum lagi yang suka menghina kepala negara, simbol negara dan institusi negara lainnya. Apakah itu dibenarkan?

    Coba lihat warga negara lain, adakah yang seenak jidatnya menghina sesuka hati? Jangan selalu bermain sebagai korban yang seolah dizolimi. Didiamkan malah berbuat yang tidak-tidak. Ditindak tegas malah dibilang kriminalisasi dan dizolimi. Semua mau menang sendiri seenak jidatnya. Berbuat salah malah dibenarkan, tapi ditindak tegas malah pemerintah yang disalahkan. Mau berbuat sesuka hati tanpa tanggung jawab? Enak sekali kalau begitu.

    Contohnya begini deh. Saya hina Anda, adu domba Anda lalu Anda marah. Wajar kan? Lalu Anda lapor polisi dan saya diproses hukum. Wajar juga kan? Tapi saya malah melawan dan bilang Anda menzolimi saya. Di mana logikanya? Saya yang salah tapi saya bikin kesan seolah Anda yang salah. Tindakan saya yang bilang Anda menzolimi saya adalah kesan bahwa Anda yang jadi antagonisnya. Ini logika yang sangat bodoh menurut saya. Setuju?

    Kesimpulannya, Jonru Ginting sudah jadi begini. Mau bagaimana lagi? Kalau dipikir-pikir, salah sendiri juga sih. Coba kalau dia dari dulu tidak bikin postingan begitu, sekarang pasti fine-fine saja. Kita simak saja deh apa yang akan terjadi pada Jonru setelah ini.

    Bagaimana menurut Anda?




    Penulis   :   Xhardy   Sumber  :  seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Ending Jonru, Jadi Tersangka Dan Sekarang Ditahan Polisi, Kaum Sebelah Pasti Bilang Rezim Paranoid Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top