728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 17 September 2017

    #warta : Dulu Indra J Piliang Mengolok-olok Tangis Ahok, Sekarang Gantian Dia yang Melolong

    “Apa tahanan2 politik yg bikin pledoi spt Hatta, Sukarno, @RizalRamli, @harryazharazis, dll, nangis terisak pas bacain naskah mrk? Cuma nanya,” begitu olok-olokannya Indra J Piliang ini terhadap Ahok yang dituding menista agama Islam dalam akun Twitter pribadinya pada hari Selasa tanggal 13 Desember 2016 yang lalu.

    Ya beginilah pola berpikir khas pemain watak yang bikin bangsa ini terpuruk dan terbelakang. Pernyataannya tersebut menyiratkan adanya suatu proses pemikiran yang miring sehingga menghasilkan pola berpikir yang miring. Ciri khas politisi culas yang suka sekali memanfaatkan momen-momen yang menimpa Ahok untuk menambah panas suasana. Ini penyakit kebanyakan para kaum barisan sakit hati yang kalah telak pada pilpres 2014 yang lalu.

    Statement setengah dusta yang mengkambing hitamkan kasus Al Maidah yang menimpa Ahok. Tetapi namanya juga kambing hitam, yaitu kambing yang kehitam-hitaman namun ternyata sangat hitam sekali karena terbiasa bertindak berlebihan demi memuaskan hasrat syahwat kepentingan politik golongannya yang tidak terkendali tidak tentu arah.

    Orang yang busuk moralnya dan tipikal munafik biasanya tidak suka dengan krang yang jujur. Ini fakta. Tangisan Ahok saat itu bukan tangisan yang dibuat-buat untuk meraih simpati banyak orang supaya tidak dihukum penjara, namun Ahok jujur apa adanya dengan perasaanya tanpa perlu sembunyi dibalik kata-kata manis tapi di dalamnya munafik.

    Ahok yang konsisten dan konsekuen terhadap konsensus (konstitusi) sekalipun saat ini ketimpa pulung. Segala kebobrokan dan kebusukan yang menimpa bangsa yang besar di zamrud khatulistiwa ini adalah karena tidak konsistensi dan konsekuennya para pejabat dalam menjalankan konstitusi negara, yaitu UUD 1945 dan Pancasila.

    Banyak pejabat di negeri ini yang melakukan korupsi, kolusi, nepotisme, membiarkan bahkan menjadi beking pelanggaran terhadap Undang-Undang, hukum dan peraturan, lebih taat pada konstituen daripada konstitusi negara, serta melakukan praktik pembodohan politik kepada rakyat dengan semau-maunya mereka.

    Gusti Ora Sare

    Gusti ora sare, tiga penggal kalimat yang begitu ampuh dan memiliki kandungan makna yang begitu dalam. Satu per satu penista Ahok yang begitu membencinya sampai diluar batas kewajaran kini merasakan sakitnya dilaknat Allah yang maha adil. Kini biji mata mereka baru terbuka bahwa kekuatan TUHAN sangat dasyat mempermalukan mereka dan menelanjangi segala keborokan mereka satu per satu di depan umum.

    Setelah para kaum makar, lalu tersangka kasus cabul yang ngacir ke negara orang, berlanjut ke kasus suap Amien Rais yang kerap menuding Ahok korupsi, bahkan sampai terbit buku ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’ segala. Tidak sampai disitu murka Allah yang menyala-nyala, para Auditor BPK RS Sumber Waras yang melakukan audit abal-abal dengan tujuan busuk menghantam Ahok pun kena laknat Allah dibekuk KPK.

    Sampai disitu murka Allah terhadap lara orang fasik itu? Belum, kawan. Terkuaknya mega skandal Saracen, sindikat penyamun penyebar Hoax dan ujaran kebencian, terkuaknya topeng Eggy Sudjana, Asma Dewi, dan yang paling gres dan masih hangat dalam oven terbongkarnya kasus narkoba Indra J Piliang, si pembenci Ahok kelas akut itu.

    Dengan fakta-fakta diatas, masih adakah yang berani bantah saktinya kalimat Gusti ora sare? Bagi para kaum bani bumi datar, tentu saja mereka menuding fakta-fakta diatas adalah setingan rezim (versi mereka) pemerintahan Presiden Jokowi. Maka saya jawab, benar itu setingan, yaitu setingan dari Tuhan Yang Maha Adil terhadap para kaum ular beludak dan Firaun made in Indonesia yang rakus dan haus akan kekuasaan dengan cara-cara yang munafik, busuk dan buruk rupa.

    Dulu Mengolok Kini Melolong

    Kalau dulu si Indra J Piliang ini yang begitu senangnya dengan menertawai dan mengolok-olok Ahok yang menangis saat membacakan nota keberatan dalam sidang perdana kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena tidak terima dituduh menghina dan melakukan penistaan terhadap agama Islam, maka kini gantian dia yang melolong-lolong minta tolong sampai terkaing-kaing karena diringkus Polisi kedapatan menggunakan narkoba.

    Salah satu lolongannya yaitu dengan bilang bahwa dia mengonsumsi sabu dalam rangka riset untuk menyelesaikan novel yang ditulisnya. Pantas otaknya korslet karena sudah terkontaminasi sabu-sabu sedemikian parahnya, sama rusaknya dengan otaknya Gatot Brajamusti yang bilang sabu-sabu itu aspat dalam ritual keagamaan.

    Sok suci ternyata borok dan korengnya politisi partai pimpinannya Setya Novanto ini ketahuan juga ternyata selama ini tukang sedot aspat di tempat karaoke di Taman Sari, Jakarta Barat.

    Memang sangat menggangu dan menjegkelkan melihat kelakuan politisi munafik seperti si Indra J Piliang ini yang bikin diri sok paling benar dan paling hebat tapi moralnya rusaknya gila-gilaan. Semoga si penyedot aspat itu diberi kekuatan sama Tuhan meringkuk dalam sel yang dingin dan membeku. Orang ini tidak pantas direhabilitasi, akan tetapi dipenjarakan. Kura-kura begitu.



    Penulis  :    Argo   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #warta : Dulu Indra J Piliang Mengolok-olok Tangis Ahok, Sekarang Gantian Dia yang Melolong Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top