728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 08 September 2017

    #Warta : Drama Termehek-Mehek di Media Sosial

     Prediksi saya bahwa isu Rohingya akan digoreng untuk menyerang Jokowi, ternyata benar adanya.
    Sejak awal saya curiga, kenapa begitu massif gambar2 hoax bertebaran di media sosial tentang kasus Rohingya. Seakan-akan kita begitu perduli terhadap apa yang terjadi disana. Padahal banyak kasus kemanusiaan yang terjadi seperti di Yaman, tapi sama sekali tidak ada reaksi dari mereka.

    Belajar dari Suriah, dibutuhkan pertentangan antara "muslim" vs "non muslim" sehingga bisa menjadi berita. Apalagi di negeri kita banyak orang mabok agama. Sedangkan Yaman adalah pembantaian muslim oleh muslim sehingga tidak menarik diangkat.

    Kecuali -misalnya- muslim Syiah yang memborbardir Saudi, barulah rame berita bahwa ini akibat Syiah yang terlalu kuat. Kalau Syiah yang dibantai, yah itu memang sudah nasib mereka. Siapa suruh jadi Syiah? Begitulah alur pikir mereka.

    Dalam kasus Rohingya, disini ada tema pertarungan Islam versus Budha. Dengan semangat keislaman yang kuat, maka akan lebih mudah untuk mengobarkan api supaya timbul kebencian. Apalagi kalau -misalnya lagi- yang membantai Kristen. Wah lebih berkobar lagi apinya...

    Harus ada "musuh" Islam biar unsur dramanya dapat. Dengan begitu tembakan itu diharapkan akan mengobarkan permusuhan di dalam negeri, memunculkan gelombang protes besar2an dan - finalnya - adalah Jokowi tidak mampu memimpin bangsa yang mayoritas muslim ini sehingga layak tidak dipilih lagi, atau paling ekstrim, harus dijatuhkan..

    Dan prediksi itu tepat, setidaknya dari statement Kapolri yang menyatakan bahwa isu Rohingya memang dibelokkan ke arah Jokowi..

    Mudah sebenarnya melihat siapa yang bermain dibalik isu itu dan kemana isu diarahkan. Cukup melihat kemana "para sumbu pendek dan pentol bakar" itu berada, maka kita bisa melihat arah dan tujuan mereka. Pola yang itu-itu saja sebenarnya dan jika kita jeli mengamati gerak mereka sejak Suriah, polanya tidak berubah...

    Tapi banyak yang tidak bisa melihat dengan jelas kemana arahnya. Dengan tema "simpati atas nama kemanusiaan", mereka ikut menyebarkan hoax dengan penuh kepanikan. Yang memberi tahu, langsung dicaci maki karena tidak "empati".

    Sebagai contoh, adalah krisis di Aleppo Suriah, dimana ada foto menyebar bocah kecil di kursi oranye...

    Foto propaganda yang dibangun organisasi White Helmets itu untuk membunuh karakter pemerintahan Suriah dan Rusia, menyebar dengan segala dramanya. Tiba-tiba media sosial penuh dengan rasa simpati, meski tidak tahu apa sebabnya. Dan -lagi- yang memberi tahu bahwa foto itu adalah propaganda langsung deh dicaci maki.

    Dari kasus-kasus ini kita bisa melihat 3 tipe pengguna media sosial. Satu, kalangan pentol korek dan sumbu bakar. Dua, para penonton sinetron yang melodrama. Dan tiga, orang yang menunggu dulu sebelum mendapat kejelasan informasinya.

    Jadi, selain kalangan pentol bakar yang cepat meleduk, yang jadi masalah adalah kaum sinetron yang membutuhkan drama dalam hidupnya. Mungkin karena jalan hidupnya terlalu sulit, maka mereka membutuhkan efek2 drama bahkan ketika bersosial media. Harus ada tangisan dan luka supaya terlihat sebagai "orang yang empati".

    Kelompok kedua inilah yang juga disasar oleh para penyebar hoax sebagai jembatannya. Dan dalam kasus Rohingya, diharapkan kaum "jari secepat cahaya" ini juga akan ikut mencaci maki Jokowi karena tidak mau empati terhadap "saudara2 muslimnya.

    Saran saya, mulailah nonton NatGeo atau acara televisi mendidik lainnya, biar lebih luas cara berfikirnya. Jauhilah sinetron drama ala Raam Punjabi biar gak termehek-mehek terus dan tertuang di media sosial. Biar gak dijadikan jembatan oleh mereka yang punya kepentingan..

    "Sa..sa.. saya tidak takut !!". Apaan sih lu, Jon? Yang bahas elu tuh sapeee??? Ngopi, trus ke dokter gigi dulu sana!!


    Sumber : DennySiregar .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Drama Termehek-Mehek di Media Sosial Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top