728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 19 September 2017

    #Warta : Diserang Brutal Ormas #DaruratDemokrasi, Masihkah Ngotot Tolak Perppu Ormas??

    Malang tidak dapat ditolak untung tidak dapat diraih. Itulah yang sepertinya menjadi peribahasa yang cocok bagi para aktivis dan juga tokoh publik penolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Mereka yang mendukung ormas-ormas yang terancam bubar karena Perppu tersebut, malah kena serang.

    Padahal sangat jelas, dalam serangan yang terjadi di kantor LBH Jakarta, ada salah satu ormas yang menjadis asaran pembubaran pemerintah karena kehadirannya meresahkan dan tidak ada tujuan untuk menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa bahkan mengancam kedaulatan negara karena terlalu sering main hakim sendiri.

    Ya, ada nama ormas FPI yang ikut dalam aksi dan bahkan juga ada nama ormas bentukn baru yang juga keberadaannya kini terindikasi malah jadi ormas provokator dan anarkis, Bang Japar. Keberadaan FPI dapat diketahui dari orasi seseorang yang mengakui mewakili FPI.

    Para aktivis yang menolak Perppu Ormas tersebut sebenarnya sedang memperjuangkan kebebasan berdemokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, tetapi mereka terlalu naif karena tidak menyadari bahwa kebebasan haruslah tetap dibatasi. Perppu Ormas adalah salah satu cara untuk membatasi hal tersebut.

    Pembelaan menggunakan proses hukum sudah cukup adil dalam UU Ormas sebelumnya tidaklah relevan lagi. Karena keadaan sudah sangat mendesak dan genting sehingga Presiden Jokowi harus segera menerbitkan Perppu tersebut. Salah kegentingannya adalah serangan yang terjadi di LBH Jakarta kemarin.

    Perppu Ormas inilah yang bisa diigunakan untuk menyelamatkan demokrasi yang dirusak oleh para ormas anti toleransi tersebut. Demokrasi yang dirusak saat para ormas preman tersebut melakukan penyerangan ke kantor LBH hanya karena terhasut berita hoax. Tanpa tindakan tegas dari pemerintah yang tertuang dalam Perppu Ormas, maka LBH dan para aktivis penolak Perppu Ormas akan kembali terancam.

    Perppu Ormas bukanlah sebuah peraturan dan tindakan pemerintah yang anti demokrasi, malah merupakan peraturan pemerintah melawan ormas anti Pancasila dan NKRI dimana salah satunya adalah menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Memaksakan kehendak, persekusi, sampai tindakan anarkis memaksakan pemikiran sendiri tidak diperbolehkan di Indonesia.

    Menolak Perppu Ormas, malah menjadi sebuah tindakan yang mendukung tumbuh suburnya ormas yang dengan seenak-enaknya dan semena-menanya merusak tatanan berdemokrasi. Berbeda sedikit langsung didatangi dan dipersekusi. Hal tersebut harus segera diatasi tanpa perlu adanya pengadilan, cukup dengan bukti yang valid.
    Kejadian ini seharusnya membuat LBH dan para LSM HAM lainnya mulai berpikir ulang untuk tolak Perppu Ormas. Karena tindakan brutal yang mereka alami karena semakin tumbuh suburnya pemikiran dan ideologi yang merusak kehidupan berdemokrasi. Ormas-ormas semodel HTI dan FPI inilah yang menghasilkan kaum brutal dan anti demokrasi tersebut.

    Salah satu narasumber dalam Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa yang saya ikuti menyatakan bahwa bahaya intoleransi sudah mewabah sampai dunia pendidikan. Anak SD sekarang sudah sibuk mempertanyakan dan membicarakan tetangga dn temannya yang non muslim.

    Hal ini menjadi pengalaman anak teman narasumber tadi yang terpaksa pindah sekolah karena sekolah tersebut mlah sibuk mengajarkan mengenai mengenai non muslim. Dia pindahkan segera karena takutnya sang akan akan dijejali doktrin dan ideologi menghalalkan darah non muslim untuk dibunuh.
    Dan semalam kata hala darah untuk dibunuh terdengar dalam aksi brutal di kantor LBH. Siapa lagi yang punya ajaran dan doktrin yang menyebutkan “Halal Darah” tersebut?? Bukankah itu adalah ormas-ormas anti demokrasi dan anti perbedaan keyakinan dan kepercayaan?? Bukankah model-model begini harusnya dibubarkan dan tidak perlu lagi didiskusikan??

    Para aktivis kini harus mulai memutuskan apakah mau tetap ngotot menolak Perppu Ormas hanya demi memperjuangkan kebebasan berdemokrasi para ormas anti demokrasi?? Atau akhirnya berbalik badan mendukung Perppu Ormas, karena mengalami sendiri bahayanya ormas anti demokrasi dibiarkn berkembang di Indonesia.

    Kurang cukupkah pengalaman brutal di kantor LBH Jakarta tersebut?? Apakah harus mengalami terus menerus apa yang dialami oleh minoritas yang mengalami intimidasi dan tekanan hanya karena beda pilihan politik dan keyakinan beragama?? Dimanakah berdirinya para aktivis penolak Perppu Ormas tersebut menjadi sangat penting sekarang.

    Sudah saatnya kita bersatu dan bersinergis bersama. Karena musuh utama kita adalah ormas perusak kebhinekaan dan NKRI serta demokrasi. Perppu Ormas menjaga kebebasan berdemokrasi dan perbedaan pilihan politik dan beragama. Jangan karena demi kebebasan berdemokrasi, kebebasan berbeda dalam politik dan beragama malah terancam.

    Semoga saja cukup kejadian brutal ini membuat para aktivis berubah mendukung Perppu Ormas.

    Salam Perppu Ormas.





    Penulis : Palti Hutabarat    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Diserang Brutal Ormas #DaruratDemokrasi, Masihkah Ngotot Tolak Perppu Ormas?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top