728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 15 September 2017

    #Warta : Dikaitkan dengan Asma Dewi, Apa Perasaan Anies Sandi yang Kelak Dilantik?

    Dari pemberitaan yang saat ini beredar dengan sangat  terstruktur, sistematis, dan masif mengenai terciduknya anggota-anggota sindikat Saracen dan pendananya, kita tahu bahwa ada orang yang ketar-ketir. Bukan karena mereka terciduk begitu saja tanpa alasan dan tanpa keterkaitan. Namun mereka memiliki keterkaitan-keterkaitan yang sangat dekat dengan partai pengusung Anies Sandi di Pilkada DKI, bahkan sampai Jonru.

    Keterkaitan antara Saracen dan Asma Dewi dengan para dedengkot Gerindra seperti Prabowo, Hashim, Anies Baswedan, Sandiaga Uno dan kawan-kawan sebenarnya mudah sekali dibantah. Hanya foto-foto, tentu tidak membuktikan kekuatan hukum apapun yang ada.

    Pertama, Saracen, sindikat yang diciduk lantaran menghasut dan merusak nama baik seseorang dengan profesional. Starter pack 75 juta sudah bisa melancarkan serangan yang terstruktur, sistematis dan masif. Bodohnya, mereka melakukan ini dengan cara yang sangat profesional. Biasanya, sesuatu yang bersifat profesional itu pasti bisa dilacak. Rekaman-rekaman transaksi dan proposal, menjadi barang bukti polisi untuk menciduk mereka.

    Bahkan ada nama-nama yang katanya dicatut seperti Eggi Sudjana dan Mayjen Purn. Ampi, meskipun mereka menampik keterlibatannya. Foto-foto yang ada pun menjadi clue-clue yang sebenarnya sangat mudah dibantah. Foto Sri Rahayu Ningsih bersama para manusia Gerindra sebenarnya tidak bisa menjadi bukti kuat untuk menjerat Anies Sandi.

    Kedua, Asma Dewi yang diciduk karena disangkakan melakukan transfer 75 juta ke rekening Saracen. Orang ini lebih banyak lagi foto-foto bersama kader Gerindra. Media massa pun menyebarkan postingan-postingan gambar antara Asma Dewi dan beberapa kader tersebut. Sebut saja Prabowo, Hashim, keponakan Aryo, Jonru, M. Taufik, dan pada akhirnya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

    Rasanya‘Beruntung’ sekali orang seperti Asma Dewi ini bisa berfoto bersama pemenang-pemenang Pilkada DKI Jakarta. Sayangnya, perempuan ini pada akhirnya harus menjadi tersangka karena kata polisi, ia kedapatan mentransfer nilai tunai setunai-tunainya kepada salah satu orang yang terkait Saracen.

    Dari kejadian penangkapan sindikat Saracen dan Asma Dewi yang disangkakan terkait dengan hal tersebut, tentu membuat kita bertanya-tanya. Apa hubungan antara Saracen, Asma Dewi, Prabowo, Anies, Sandiaga Uno, dan para pemenang Pilkada DKI? Rasanya bukti foto-foto tersebut tidak bisa dianggap sebagai bukti kuat, namun lagi-lagi opini publik mulai terbentuk. Benang merah dari kasus tersebut sudah berubah menjadi rantai merah.

    Mungkinkah kesemua hal ini adalah coincidence ataukah memang sesuatu yang direncanakan secara terstruktur, sistematis, dan masif? Waduh… Rasanya sangat sulit bagi saya untuk mengatakan hal ini secara hitam putih, karena memang politik sejatinya adalah abu-abu.

    Sempat terpikir oleh saya ‘apa itu warna politik?’. Jika ada yang bertanya demikia, saya pun akan menjawab warna politik adalah abu-abu, sedikit bercampur darah merah. Ini adalah sebuah hal yang tidak lumrah, namun dibuat menjadi ‘lumrah’ oleh para bajingan-bajingan politik di Indonesia. Abu-abu campur merah darah itulah yang menjadi warna najis dari politik di Indonesia.

    Bahkan mayat pun sampai takut jika tidak memilih pasangan calon yang seagama. Bukan menjadi sebuah isu lagi, namun sudah fakta bahwa mayat pun dipolitisasi sedemikian rupa sehingga mereka seolah dipaksa harus mengikuti tata cara dan aturan-aturan najis dari politisi bajingan, senajis silet.

    Jika kita membandingkan Indonesia dengan negara Eropa yang sering dikafir-kafirkan, kita diperlihatkan dengan suatu keterbalikan yang ada. Kita melihat bagaimana Sadiq Khan yang adalah seorang muslim menjadi walikota di London, negara Inggris yang mayoritas penduduknya beragama nonmuslim. Jadi inilah yang menjadi perbandingan sederhana yang sangat jelas. Sejelas silet.

    Rasanya sangat sulit untuk menepis opini-opini yang sedang tersebar karena pemberitaan media massa mengenai sindikat Saracen yang mendukung Anies Sandi, dan Asma Dewi yang disangkakan mentransfer 75 juta. Tidak dapat dibayangkan bagaimana perasaan Anies Sandi saat dilantik. Namun saya cukup yakin mereka tetap berbahagia dan gembira menerima pelantikan sebagai pemimpin 58% warga DKI Jakarta. Hehehe.

    Akhir kata, seharusnya manusia itu diajarkan untuk menjadi insan yang bertanggung jawab atas segala sesuatu. Percayalah, uang tidak pernah cukup untuk memuaskan hasrat pribadi manusia. Buktinya, 72 juta ternyata tidak semahal akibat-akibat yang ditimbulkan. Semahal silet. Jangan gunakan sesuatu yang terstruktur, sistematis, dan masif, untuk menghancurkan seseorang. Jangan sembarangan foto kalau memang tidak ingin terciduk dan membangunkan opini negatif masyarakat.

        The aftermath is always more devastating than what you think okay to do





    Penulis :   Hysebastian       Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: #Warta : Dikaitkan dengan Asma Dewi, Apa Perasaan Anies Sandi yang Kelak Dilantik? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top